jump to navigation

Gimana Sih Tidur Berkualitas? 22 Juli, 2009

Posted by abdurrosyid in Olahraga dan Kesehatan.
Tags: , ,
trackback

Tidur cukup itu penting, tapi yang tidak kalah penting adalah tidur berkualitas. Percuma saja tidur lama-lama tapi sama sekali nggak berkualitas. Sebaliknya, meski tidur kita nggak terlalu lama tapi kalo berkualitas, itu jauh lebih baik bro. Hmm, memang kualitas selalu lebih penting ketimbang kuantitas kan? Kayak, punya istri satu tapi berkualitas (baca: kinclong, eh salah… shalihah maksudnya) kan lebih baik ketimbang istri banyak tapi nyebelin semua. Wah, kok jadi ngelantur begini…

Kembali ke masalah tidur nih. Gimana sih tidur yang berkualitas itu? Apa tidur yang diatas kasur empuk? Atau, tidur sambil ditemeni bidadari? (mulai error lagi nih, ampuuun). Setelah baca sana baca sini dengan dibantu sama Mbah Google, akhirnya saya mendapatkan beberapa tips  jitu agar tidur kita bisa berkualitas.

Pertama, bikin tuh tempat tidur kamu menyenangkan. Tidak harus pake spring bed mahal, dipan bambu beralas tikar pandan juga boleh. Yang penting tuh tempat tidur kamu bersih dan nggak bau. Pastikan juga nggak ada kecoak atau serangga-serangga ‘mematikan’ lainnya di tempat tidurmu. Nyamuk juga bisa ngeganggu kamu tuh selama tidur. So, kalo banyak nyamuk, atur strategi kamu agar nyamuk-nyamuk pada mau pergi dari kamar tidurmu. Tutup tuh ventilasi kamar dengan kawat kasa, biar nyamuk nggak bisa masuk. Pake losion anti nyamuk juga bisa. Terserah kamu deh gimana caranya, yang penting nyamuk-nyamuk nakal tuh nggak akan lagi ngeganggu kamu. Gimana kalo suami malah yang nakal? Wah, kalo itu sih malah bagus kan. Ups!

Kedua, jauhin tuh segala hal yang bisa mengurangi kekhusyukan tidur kamu (wah, kayak sholat aja). Maksudnya, jangan sampai kamu tidur sementara radio, MP3 player, atau bahkan TV masih menyala dalam kamarmu. Lebih parah lagi kalo kamu lagi tidur sementara sepasang earphone alias earplugs masih menempel di telinga kamu. Percaya deh, suara-suara itu, meski lagu favorit kamu, bisa membuat otak kamu jadi sibuk dan nggak bisa istirahat. Padahal, tidur kan untuk mengistirahatkan otak. Betul nggak?

Disamping suara, cahaya yang berlebihan juga akan mengganggu tidur nyenyakmu. So, pastikan kamu mematikan lampu kamarmu yang super terang. Kamu bisa menggantinya dengan lampu tidur yang remang-remang, dengan warna lampu yang paling kamu suka (mau yang romantis apa yang melankolis?). Kalo kamu nggak sempat beli lampu tidur, mudah aja: matiin aja tuh semua lampu. Gelap? Nggak papa kok. Nggak bakalan ada hantu yang mau nerkam kamu. Justru dengan gelap itu, tidur kamu dijamin akan nyenyak. Asal, jangan sampai kebablasan lho ya. Ingat bangun malam, sholat malam…

Ketiga, hindari tuh makanan atau minuman yang terlalu berat ketika kamu mau tidur. Lebih tepatnya, dua jam sebelum tidur. Lho, emang kenapa nggak boleh? Bukannya sok tahu nih, tapi katanya kalo kita makan or minum terlalu berat sebelum tidur, sistem pencernaan kita akan bekerja terlalu berat saat kita tidur. Padahal, tidur kan tujuannya untuk mengistirahatkan tubuh kita. Eh, kok malah perut kita dipaksa kerja lembur. Kasihan kan?

Keempat, jangan mengkonsumsi kafein sebelum tidur. Tahu kenapa? Ya iya lah, kan kafein tuh zat pencegah tidur. Masak kamu mau tidur malah pake zat pencegah tidur? Nggak masuk akal bro. So, hentikan deh kebiasaan ngopi sebelum tidur, apalagi kopi tubruk, entar bisa nubruk-nubruk. Kalo nubruk kasur sih nggak papa, tapi kalo nubruk tembok gimana…

Kelima, pilih posisi tidur yang paling baik. Menurut penelitian nih, tidur yang paling baik itu terlentang tapi miring ke kanan. Nih, saya kutipkan alasannya dari blog tetangga:

Posisi tidur terbaik menurut riset ilmiah adalah dengan bertumpu pada sisi kanan tubuh (menghadap ke kanan). Posisi tidur seperti ini lebih menyehatkan daripada tiga posisi yang lain, yaitu tidur telentang , tengkurap, dan tidur dengan bertumpu pada sisi kiri tubuh. Tidur berbaring dengan posisi telentang kurang sehat, sebab menekan atau menyesakkan tulang punggung, bahkan kadangkala bisa menyebabkan kita ingin ke toilet/WC. Tidur tengkurap atau menelungkup tidak baik untuk pernapasan. Tidur dengan bertumpu pada sisi kiri badan (menghadap ke kiri) dapat menghimpit posisi jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan pasokan darah ke otak berkurang. Dengan berkurangnya pasokan darah ke otak, tidur pada posisi kiri dapat pula mengakibatkan kita sering mengalami mimpi-mimpi tidak baik (nightmares), serta berjalan dalam keadaan tidur (somnabulisme). Karena itu disarankan untuk tidur dengan posisi bertumpu pada sisi kanan tubuh.

Wah, berjalan sambil tidur? Ngeri banget, kayak zombie. Makanya, jangan asal tuh kalo tidur. Atur dong posisinya…

Keenam, tidurlah dengan jadwal yang teratur, plus jangan begadang. Tidur teratur tuh untuk menjaga ‘ritme sirkadian’ alias ‘jam biologis’ tubuh kita. Kalo begadang sudah pasti tidak bagus lah. Meski kamu tidurnya sampai jam 8 pagi tapi kalo mulainya jam 1 malam, itu tidak bagus untuk kesehatan kamu. Yang bagus tuh misalnya, kamu tidur jam 9, trus bangun jam 3 malam, habis itu sholat tahajjud. Keren abis tuh. So, jangan pernah begadang ya. Ayo ngaku, siapa yang doyan nge-game sampe larut malam? Atau baca novel kesukaan sampe kelewat malam?

Ketujuh, jangan lupa berdoa sebelum tidur. Ini penting banget bro. Jangan karena udah telanjur ngantuk, terus roboh begitu saja. Berdoa dong, biar muslim banget. Kamu pernah mimpi buruk nggak? Kayak, mimpi diterkam dinaosaurus, atau seluruh tubuh diikat sampe nggak bisa gerak. Itu karena kamu lupa berdoa. Jadi, berdoa dulu baru tidur, dijamin anteng deh tidurnya.

Hmm, kayaknya tujuh tips ini sudah banyak ya. Tapi, yang tujuh ini sudah cukup kok untuk bikin tidur kamu jadi berkualitas, asalkan bener-bener kamu praktekkan. Setuju kan? Kalo gitu, nikmati tidur kamu malam ini. Good night, honey.

Komentar»

1. digihealth30 - 9 Desember, 2014

Nice tips. Gw mau nambahin, berdasarkan referensi yg gw baca kalo mau tidur berkualitas bisa dengan tidur tanpa busana diyakini dapat mengurangi stres dan depresi yang dialami tubuh. saat tidur dalam keadaan telanjang, tubuh akan mengeluarkan hormon oxytocin ketika terjadi sentuhan antara kulit dengan kulit.

Referensi: udoctor.co.id


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: