jump to navigation

Bandara Changi yang Oke Punya 27 Agustus, 2012

Posted by abdurrosyid in Sejauh Aku Berkelana.
add a comment

Beberapa saat yang lalu saya melakukan perjalanan pulang pergi Surabaya – Riyadh, dengan transit di Bandara Changi, Singapura. Waktu itu saya naik pesawat Singapore Airlines. Yang ingin saya ceritakan disini adalah bagaimana kualitas Bandara Changi. Penuh dengan fasilitas yang oke punya.

Begitu masuk Bandara Changi, seperti pada umumnya bandara, dinginnya AC langsung terasa. Yang menurut saya istimewa adalah beberapa fasilitas yang disediakan disana dengan kualitas yang mantap. Beberapa fasilitas itu antara lain:

1. Fasilitas internet gratis. Disediakan baik dalam bentuk free wifi maupun unit-unit PC yang sudah connected to the internet dan tinggal pakai saja. Untuk menggunakan free wifi, tinggal minta passwordnya ke bagian informasi dengan menunjukkan paspor kita. Untuk mengakses unit PC, setiap sesi diberi waktu 15 menit. Begitu sesi berakhir, sistem secara otomatis akan menghapus temporary files. Sehingga, begitu memulai sesi baru, laman-laman yang kita buka selama sesi sebelumnya sudah nggak ada. Starting from scratch. (lebih…)

Iklan

Hamparan Gurun Semenanjung Arabia 27 Agustus, 2012

Posted by abdurrosyid in Sejauh Aku Berkelana.
add a comment

Saya ingin bercerita sedikit tentang apa yang saya lihat dalam sebuah penerbangan dari balik jendela pesawat. Ketika itu pesawat hendak landing di kota Riyadh, ibukota Saudi Arabia. Sebelum pandangan saya masuk ke udara Riyadh, saya melihat betapa luasnya hamparan gurun pasir yang masih kosong. Amat kontras tentu saja dengan Pulau Jawa yang sangat padat dengan pemukiman. Saya jadi terpikir, kira-kira kapan Saudi Arabia akan bisa mengisi kekosongan gurun yang amat luas tak berpenghuni itu.

Sepertinya di Saudi memang konsentrasi pemukiman penduduk hanya terpusat di kota-kota. Selebihnya, gurun luas tak berpenghuni. Saya sih sebetulnya bisa memaklumi. Di gurun-gurun pasir itu memang hampir tidak ada penunjang kehidupan yang bersifat alami untuk manusia, terutama air. Barangkali air memang harus didistribusikan dengan sebuah instalasi pipa ke tempat-tempat yang hendak didiami. Meski begitu, saya melihat betapa pemerintah Saudi sudah membuat jalan poros utama yang amat panjang membelah gurun yang sangat luas itu. Sebuah pembangunan infrastruktrur yang cukup bisa diacungi jempol.

** Mohon maaf tidak ada fotonya karena memang saat itu saya tidak pegang kamera.

Pulau-pulau kecil ala Emirat 27 Agustus, 2012

Posted by abdurrosyid in Sejauh Aku Berkelana.
add a comment

Kali ini saya mau cerita sedikit tentang apa yang aku lihat dari angkasa Emirat, dalam penerbanganku yang tempo hari. Subhanallah, saya melihat mungkin sekitar lebih dari 25 pulau-pulau kecil terhampar di tengah-tengah lautan dekat pantai Emirat. Yang menarik adalah, di sisi yang menghadap laut bebas dibuat semacam tanggul atau pagar yang sepertinya tujuannya adalah agar kumpulan pulau-pulau kecil itu tidak berhadapan langsung dengan laut bebas. Istilahnya, ombak dari laut bebas tidak akan bisa menghempas langsung ke arah pulau-pulau kecil tersebut. Dan tentu saja, diharapkan akan menjadi antisipasi yang sangat baik terhadap potensi serangan tsunami atau bahkan serangan hiu predator hehe.
Sayangnya, saya tidak bisa menaruh fotonya di postingan ini karena memang saat itu tidak membawa kamera. Adapun kamera telepon genggan pastinya tidak boleh dipakai karena memang selama penerbangan kita tidak boleh menyalakan telepon genggam.

Penduduk Yaman yang Unik 1 Juni, 2009

Posted by abdurrosyid in Sejauh Aku Berkelana.
Tags: , , , , , , , ,
2 comments

Lagi, cerita saya tentang Yaman. Kali ini tentang orang-orangnya. Sana’a adalah ibukota Yaman, layaknya Jakarta kalau disini. Karena itu, orang-orang yang berada di Sana’a bukanlah hanya orang asli Sana’a. Orang-orang dari berbagai pelosok Yaman tentunya ada di kota ini. Mahasiswa, pedagang, profesional, sopir, dan pengemis sekalipun. Salah satu bukti bahwa sangat banyak orang dari daerah yang tinggal di Sana’a adalah ‘matinya’ kota ini pada Hari Raya Idul Adha, karena sebagian besar orang mudik ke daerahnya masing-masing. Oh ya, Idul Adha di Yaman, sebagaimana pula di hampir seluruh negara Arab, menyerupai Idul Fitri di negeri kita ini. Saat Idul Adha, mereka saling meminta maaf, saling bersilaturahim, dan juga mudik.

Karena orang dari berbagai daerah ada di Sana’a, kesan saya tentang orang-orang di Sana’a mungkin cukup mewakili untuk bisa dikatakan sebagai kesan saya tentang penduduk Yaman itu sendiri. Memang ada yang bilang bahwa penduduk propinsi Hadramaut, yang cukup jauh dari Sana’a, jauh lebih lembut dan santun daripada orang-orang yang ada di Sana’a ataupun propinsi yang lainnya. Namun, saya juga tidak mendapat kesan bahwa orang-orang di Sana’a itu kasar. Mungkin ada juga yang kasar sih, tapi alhamdulillah saya tidak menjumpainya. (lebih…)

Sana’a Yang Kering 27 Mei, 2009

Posted by abdurrosyid in Sejauh Aku Berkelana.
Tags: , , , ,
add a comment

Beberapa bulan yang lalu, selama kurang lebih 3 bulan saya berada di Sana’a, ibukota Yaman Bersatu. Dari Jakarta, pesawat yang saya tumpangi terlebih dahulu singgah sebentar di Dubai, ibukota UAE, dan kemudian menuju ke kota Sana’a. Kesan pertama saya tentang Sana’a tentu saja adalah bandar udaranya.

Bandar udara Sana’a, yang saya duga sebagai bandar udara internasional terbesar di Yaman, kelihatan sangat bersahaja. Tidak semewah Sukarno – Hatta, atau Juanda sekalipun. Ini memberikan kesan awal kepada saya bahwa Sana’a dan Yaman mungkin sama bersahajanya dengan bandar udara internasional terbesarnya.

Saya sampai di bandara tengah malam. Dari bandara, saya dan sahabat seperjalanan saya, Ustadz Ajid Muslim, segera berangkat menuju pemondokan kami. Kami naik sebuah mobil sederhana, ditemani oleh seorang sahabat yang bekerja di yayasan yang mengundang kami. (lebih…)