jump to navigation

Rahangku Retak? 13 Mei, 2009

Posted by abdurrosyid in Sejauh Aku Melangkah.
Tags: , ,
trackback

Beberapa waktu yang lalu saya terpaksa harus periksa ke rumah sakit karena saya masih merasakan sedikit gangguan pada rahang saya, akibat kecelakaan di jalan sebulan lebih yang lalu. Sebetulnya, kondisi saya sudah jauh lebih baik daripada beberapa saat setelah kecelakaan. Namun saya masih merasakan ada yang belum sepenuhnya normal, karena setiap kali saya membuka mulut lebar muncul bunyi klik pada rahang saya.

Di rumah sakit saya masuk Poli Bedah Plastik. Oleh sang dokter, saya terlebih dahulu diminta untuk foto rontgen. Setelah itu, dokter pun menganalisa hasil foto tersebut. Namun, dari foto yang ada tidak dapat dilihat adanya kelainan pada susunan tulang rahang saya, katanya kemungkinan karena foto dilakukan pada waktu yang agak lama dari terjadinya kecelakaan. Hanya saja, dokter memperkirakan bahwa mungkin terjadi sedikit retak pada tulang rahang saya. Ia hanya meminta saya untuk tidak membuka mulut terlalu lebar ataupun menyantap makanan yang terlalu keras. Setelah beberapa lama, mungkin enam pekan atau lebih lama dari itu, diharapkan tulang-tulang rahang saya akan kembali normal dengan sendirinya. Semoga saja. Amin.

Memang, saya cukup rawan dengan kecelakaan: kalau bukan kecelakaan saat ‘riding a bike’, ya kecelakaan saat olahraga. Sebelum ini saya juga pernah masuk UGD karena benturan di kepala yang membuat tulang hidung saya bergeser, dan itu terjadi saat latihan sepakbola di lapangan besar.

Yang juga membuat saya heran, sebagian besar dari kecelakaan yang saya alami selalu mengenai bagian kepala. Sewaktu saya masih duduk di bangku SD / Ibtidaiyah, saya pernah jatuh di dalam masjid dan kepala saya membentur lantai. Akibatnya, dalam waktu yang cukup lama, saya harus rutin periksa ke seorang mantri kesehatan. Begitupun setelah saya dewasa sekarang ini, beberapa kali saya mengalami benturan di kepala ketika berolahraga – khususnya sepakbola. Dan yang paling parah adalah benturan sewaktu berebut bola udara dalam sebuah latihan sepakbola, yang membuat tulang hidung saya bergeser. Lalu – semoga – yang terakhir, adalah kecelakaan sewaktu mengendarai sepeda motor, yang kata dokter kemungkinan menimbulkan sedikit retak pada tulang rahang saya.

Memang, segala sesuatu ada risikonya. Saya kalau naik motor cenderung ngebut, sehingga risikonya ya kecelakaan. Tapi, saya mencoba untuk kapok dan tidak lagi kebut-kebutan. Saya juga sangat menyukai sepakbola, yang risikonya memang rawan cedera atau benturan. Kalau nggak ingin cedera atau benturan ya jangan berlatih sepakbola. Ya, namanya juga laki-laki, sukanya yang beginian. Kalau nggak mau risiko yang beginian ya jangan jadi laki-laki.

Komentar»

1. ApriliyaAyu. - 29 Juli, 2016

Dokter, rahang saya ada yang retak,, yang ndak cukup parah,, namun kalo buat buka mulut sakit,ada yang geser, berbunyi klik,trus kuping saya agak budeng,, bagaimana caranya agar rahang saya kembali sempurna lagi? Saya binggung! Kepingin saya ndak di operasi, tapi kata dokter kalo ngga di operasi ngga bakalan sembuh kaya dahulu,, jika di kasih obat, hanya menghilangkan nyeri tapi tdak akan sembuh,, bagaimana saran anda? Dioperrasi apa tidak?

abdurrosyid - 2 Agustus, 2016

Mohon maaf, saya bukan dokter. Saya hanya berbagi mengenai apa yang pernah saya alami.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: