jump to navigation

Rahangku Retak? 13 Mei, 2009

Posted by abdurrosyid in Sejauh Aku Melangkah.
Tags: , ,
3 comments

Beberapa waktu yang lalu saya terpaksa harus periksa ke rumah sakit karena saya masih merasakan sedikit gangguan pada rahang saya, akibat kecelakaan di jalan sebulan lebih yang lalu. Sebetulnya, kondisi saya sudah jauh lebih baik daripada beberapa saat setelah kecelakaan. Namun saya masih merasakan ada yang belum sepenuhnya normal, karena setiap kali saya membuka mulut lebar muncul bunyi klik pada rahang saya.

Di rumah sakit saya masuk Poli Bedah Plastik. Oleh sang dokter, saya terlebih dahulu diminta untuk foto rontgen. Setelah itu, dokter pun menganalisa hasil foto tersebut. Namun, dari foto yang ada tidak dapat dilihat adanya kelainan pada susunan tulang rahang saya, katanya kemungkinan karena foto dilakukan pada waktu yang agak lama dari terjadinya kecelakaan. Hanya saja, dokter memperkirakan bahwa mungkin terjadi sedikit retak pada tulang rahang saya. Ia hanya meminta saya untuk tidak membuka mulut terlalu lebar ataupun menyantap makanan yang terlalu keras. Setelah beberapa lama, mungkin enam pekan atau lebih lama dari itu, diharapkan tulang-tulang rahang saya akan kembali normal dengan sendirinya. Semoga saja. Amin. (lebih…)

Iklan

Pelajaran Baru Sehabis Kecelakaan 21 Maret, 2009

Posted by abdurrosyid in Sejauh Aku Melangkah.
Tags: , , , , , ,
add a comment

Sehabis kecelakaan sepeda motor beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan beberapa pelajaran baru. Mungkin Anda menyangka bahwa pelajaran baru tersebut adalah kesadaran untuk mulai sekarang tidak lagi kebut-kebutan dan lebih berhati-hati dalam berkendara. Yup, pelajaran yang ini sih jelas. Namun saya juga alhamdulillah mendapatkan pelajaran yang lain.

Sehari setelah kecelakaan, saya membawa sepeda motor saya ke bengkel spesialis senter bodi motor. Habis, motor saya ‘sliring’ berat akibat kecelakaan tempo hari itu, sehingga mau tidak mau bodinya harus disenterkan. Dan wow, di bengkel tersebut motor saya dibongkar abis, hanya mesinnya saja yang nggak dibongkar. (lebih…)

Lagi, Kecelakaan Lalu Lintas! 19 Maret, 2009

Posted by abdurrosyid in Sejauh Aku Melangkah.
Tags: , , ,
1 comment so far

Rasanya, entah sudah berapa kali saya mengalami kecelakaan sewaktu mengendarai kuda besi saya. Kemarin, saya lagi-lagi mendapatkan sarana penghapus dosa dari Sang Penguasa Kehidupan. Namun sejauh ini, saya masih harus banyak bersyukur karena dari sekian kecelakaan yang saya alami, tidak ada yang sangat parah, seperti misalnya sampai menyebabkan patah tulang, gegar otak, atau bahkan sampai meninggal dunia. Sejauh ini, kecelakaan yang saya alami paling-paling hanya meninggalkan lecet-lecet, sedikit bengkak, pakaian sobek, dan kerusakan kecil pada beberapa bagian kendaraan saya. Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Segala puji bagi Allah Yang Maha Pengasih. (lebih…)

Hati-hati Tidak 100% Menjamin Keselamatan 26 Oktober, 2008

Posted by abdurrosyid in Sejauh Aku Melangkah.
Tags: , , , , ,
2 comments

Beberapa hari yang lalu, ketika saya sedang naik motor menuju ke kantor, tiba-tiba ada sesuatu yang menyambar leher saya. Ketika itu saya merasa bahwa sesuatu itu adalah benang layang-layang. Pada waktu yang sama, saya mendengar seorang wanita di tepi jalan menjerit sangat keras, tentu karena melihat peristiwa yang saya alami. Karena kejadian tersebut sama sekali tidak terduga, saya pun tidak bisa mengambil antisipasi dan respon apapun juga. Saya hanya bisa ‘mengikuti sunnah Allah’. Sesuatu itu terseret oleh leher saya mengikuti laju motor saya, namun tidak jauh kemudian tegangan yang keras dari sesuatu itu memaksa saya terjatuh dari motor saya, ke arah sisi kanan.

Layaknya seorang pembalap MotoGP, saya langsung bangkit berdiri. Saat itulah saya baru sadar bahwa sesuatu yang tadi menjerat leher saya ternyata bukan benang layang-layang, namun kabel telepon berwarna hitam yang sangat kasar karena berpenampang segiempat. Ada pekerjaan pemasangan atau penggantian kabel telepon oleh beberapa pekerja, dan saya rasa kabelnya mungkin tiba-tiba jatuh melintang jalan, setinggi leher saya. (lebih…)