jump to navigation

Never Forget What Life Is! 20 April, 2009

Posted by abdurrosyid in Esai-esai Kehidupan.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Gemerlapnya dunia ini. Kesenangan yang memanjakan dan melenakan. Syahwat yang selalu haus untuk dilampiaskan. Semua itu telah melupakan banyak manusia dari makna kehidupan dan hakikat diri mereka. Karena terlalu sering bahkan senantiasa tenggelam dalam kenikmatan-kenikmatan dan kesenangan-kesenangan dunia yang menipu, mereka lalai hidup itu apa, dan diri mereka itu siapa.

Ketika seseorang telah bergelimang dalam kemaksiatan, maka kemaksiatan itu akan memperbudak dirinya. Ketika itu, ia tidak lebih dari sekadar budak nafsu. Dan ketika seseorang telah terjerat dan terbelenggu oleh kemaksiatan, maka cahaya dalam hatinya akan padam, sehingga ia menjadi lalai dan terlena. Ia tidak akan lagi bisa menyadari siapa dirinya, dan ia tidak akan mampu untuk memahami hidup itu apa. Ia tidak akan lagi bisa membedakan antara yang baik dan yang benar, serta yang pantas dan yang tidak pantas. Bahkan, ia akan kehilangan rasa malu. Ia akan menjadi manusia tak tahu malu. Dan disaat itulah, ia tidak layak lagi disebut sebagai seorang manusia. Ia hakikatnya adalah binatang, bahkan lebih hina dan lebih rendah daripada binatang.

Orang seperti ini sama sekali tidak bisa mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepadanya. Barangkali ia diberi oleh Allah kenikmatan berupa kecantikan, ketampanan, kekayaan, kekuasaan, popularitas, dan sebagainya, namun ia justru menyalahgunakan kenikmatan tersebut hanya untuk meraih kesenangan dan kenikmatan dunia, dengan melanggar aturan-aturan hidup yang telah digariskan oleh Allah Sang Pemberi Nikmat.

Allah berfirman: “Mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).” (QS Al-Ankabut: 66)

Allah Sang Pemilik Kehidupan menegaskan bahwa orang-orang yang dilenakan oleh kesenangan dunia itu pada dasarnya hanyalah orang-orang yang tertipu. Dengan sinis Allah menghibur orang-orang yang beriman dan taat untuk membiarkan saja mereka, karena mereka kelak akan menerima akibat buruk perbuatan mereka. “Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong). Kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).” (QS Al-Hijr: 3)

Selanjutnya Allah mengingatkan kita semua, hamba-hamba-Nya, bahwa orang-orang yang dilenakan oleh kesenangan dunia tersebut pada dasarnya hanya akan menikmati kesenangan-kesenagan tersebut dalam waktu yang sangat pendek. Bagaimana tidak? Bukankah dunia ini memang sangat pendek dibandingkan dengan akhirat yang kekal? Bahkan sekalipun seseorang senantiasa bergelimang dalam kesenangan dunia sepanjang hidupnya, itupun juga sangat pendek dan tidak ada artinya dibandingkan dengan kekalnya akhirat. Allah berfirman: (Dikatakan kepada orang-orang kafir): “Makanlah dan bersenang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek; Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang gemar berbuat dosa”. (QS Al-Mursalat: 46)

Barangkali kita merasa sumpek atau merasa kepingin ketika melihat para ahli maksiat menikmati kesenangan-kesenangan mereka. Mungkin kita akan berkata, “Alangkah nikmatnya apa yang mereka lakukan! Seandainya saya juga bisa menikmatinya.”

Tidak! Allah Sang Pemilik dan Penguasa Segala Sesuatu telah memberikan janji yang jauh lebih baik kepada kita jika kita senantiasa istiqamah dalam keimanan dan ketaatan kita. Dan pada saat yang sama, Allah menghibur kita dengan mengatakan bahwa para ahli maksiat itu kelak akan menjadi penduduk neraka.

Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih kedalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia), dan mereka makan sebagaimana makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.” (QS Muhammad: 12)

Orang-orang kafir itu menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka”. (QS Ibrahim: 30)

Sekarang, mana yang akan kita pilih? Kesenangan sesaat di dunia ini, yang bersifat menipu dan tidak sempurna, ataukah kesenangan di akhirat, yang bersifat hakiki, sempurna, dan abadi? Pilihan ada di tangan kita sendiri…

Komentar»

1. Anwar - 18 Juli, 2009

Trims pencerahannya, bagaimana caranya aku bisa bertobat, karena aku telah banyak terlena dan lalai.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: