jump to navigation

Tips Dasar Mengemudikan Mobil 1 Januari, 2015

Posted by abdurrosyid in Pokoknya Ada Saja.
trackback

Berikut ini beberapa tips dasar seputar mengemudikan mobil.

Aturan Dasar 🙂

Ini mungkin tidak perlu diingat-ingat jika kita sudah terbiasa mengemudi karena secara refleks kita akan melakukannya akibat terbiasa:

  1. Injak pedal kopling setiap kali mengerem. Jika tidak, mesin akan mati.
  2. Injak pedal kopling setiap kali memindahkan gigi transmisi.
  3. Selalu lepaskan pedal kopling dengan perlahan, terutama pada separuh akhir.
  4. Selalu injak pedal rem dengan perlahan, kecuali pada saat emergency.

Mulai Menjalankan Mobil

Sebelum mulai menjalankan mobil, pastikan melakukan hal-hal berikut:

  1. Kenakan sabuk pengaman.
  2. Periksa dan atur spion kanan, spion kiri, dan spion belakang.
  3. Periksa blindspot dengan menoleh secara langsung ke kanan, ke kiri, dan bila perlu ke belakang.

Untuk mulai menjalankan mobil setelah berhenti, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Injak penuh pedal kopling.
  2. Set ke gigi transmisi 1.
  3. Turunkan rem tangan jika dalam keadaan aktif.
  4. Tekan pedal gas sedikit saja.
  5. Lepaskan pedal kopling perlahan-lahan, terutama pada separuh terakhir.

Jika sudah mahir, langkah 4 dan 5 bisa dilakukan secara bersamaan. Dalam hal ini, bersamaan dengan melepas pedal kopling perlahan-lahan, pedal gas pun diinjak perlahan-lahan.

Perlu diingat, mesin bisa tiba-tiba mati ketika mobil hendak dijalankan jika pedal kopling dilepas terlalu cepat. Mesin juga bisa tiba-tiba mati jika gasnya kurang sedangkan injakan kopling kurang lembut. Untuk itu, cara praktisnya adalah dengan menginjak pedal gas sedikit saja lalu lepaskan pedal kopling pelan-pelan. Namun, pedal gas jangan diinjak terlalu banyak karena mobil bisa meloncat.

Jika mobil Anda tiba-tiba mati, tidak usah panik. Cukup tekan penuh pedal kopling, gigi transmisi tetap diset ke 1, lalu restart mesin mobil Anda. Begitu mesin hidup kembali, tekan sedikit pedal gas, lalu lepaskan pedal kopling pelan-pelan.

Untuk mulai menjalankan mobil yang direm tangan pada tanjakan, lakukan hal berikut:

  1. Set ke gigi transmisi 1.
  2. Injak sedikit pedal gas.
  3. Injak pedal kopling hingga mesin mobil bergetar.
  4. Turunkan rem tangan, dan tambah injakan pedal gas perlahan-lahan.

Menghentikan Mobil

Untuk menghentikan mobil, tekan pedal kopling lalu tekan pedal rem. Untuk menghentikan mobil dengan lembut, pedal rem harus diinjak dengan lembut. Setelah mobil berhenti, Anda memiliki banyak pilihan. Jika mobil hendak berhenti cukup lama, misalnya saat lampu merah baru menyala, set gigi ke netral dan Anda tidak perlu menginjak pedal kopling selama mobil berhenti. Namun jika mobil hanya berhenti sebentar, misalnya ketika macet (sedikit-sedikit berhenti), Anda bisa tetap menginjak pedal kopling sedangkan gigi pada posisi 1. Dengan demikian, ketika mobil harus berjalan kembali, Anda hanya perlu melepaskan pedal kopling dan tak perlu memindah gigi transmisi.

Ketika Anda berhenti di tanjakan atau turunan, jika Anda hendak berhenti lama maka Anda perlu menarik tuas rem tangan. Namun jika Anda hanya berhenti sebentar, maka lakukan hal berikut:

  1. Set gigi transmisi ke 1.
  2. Tekan pedal rem.
  3. Lepaskan pedal kopling perlahan-lahan hingga mesin mobil bergetar.
  4. Lepaskan pedal rem perlahan-lahan.
  5. Anda perlu memainkan pedal kopling dengan lembut untuk menjaga mobil tetap berhenti. Bila perlu, gunakan pedal rem jika mobil meluncur atau mundur tanpa Anda kehendaki.

Jika tanjakan cukup terjal, maka lakukan berikut ini:

  1. Set gigi transmisi ke 1.
  2. Tekan sedikit pedal gas, dan pada saat bersamaan injak pedal kopling hingga mesin mobil bergetar.
  3. Anda perlu memainkan pedal kopling dengan lembut untuk menjaga mobil tetap berhenti.

Gigi Transmisi Berapa?

Prinsipnya, gigi rendah untuk kebutuhan daya yang lebih tinggi, sedangkan gigi yang lebih tinggi dipakai untuk kecepatan yang lebih tinggi. Pemilihan gigi yang tepat penting untuk kenyamanan berkendara dan penghematan konsumsi bahan bakar.

Gunakan gigi 1 untuk beberapa keadaan berikut:

  1. Dari keadaan berhenti total.
  2. Ketika parkir.
  3. Ketika putar balik (U-turn).
  4. Ketika berada di belokan yang ramai.
  5. Ketika sedang macet.

Gunakan gigi 2 untuk beberapa keadaan berikut:

  1. Segera setelah gigi 1.
  2. Ketika berbelok.

Selebihnya, untuk kecepatan 40 hingga 60 km/h kita bisa menggunakan gigi 3. Diatas kecepatan 60 km/h kita bisa gunakan gigi 4. Sangat bermanfaat untuk diingat, bahwa jika mesin terdengar mulai menderu ketika kita menaikkan kecepatan mobil, itu artinya gigi perlu dinaikkan. Demikian pula jika mesin terdengar menderu seolah-olah tidak kuat ketika menaiki tanjakan yang cukup curam, itu artinya gigi perlu diturunkan.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: