jump to navigation

Ngobrol Soal Mahar 10 Januari, 2010

Posted by abdurrosyid in Pokoknya Ada Saja.
Tags: , , , ,
5 comments

Dalam tulisan ini, saya mau membincang salah satu tema populer seputar pernikahan: mahar. Saya tidak akan menulis sebuah makalah pelajaran fiqih. Karena itu, sejumlah detail fiqih mengenai mahar sepertinya akan sengaja saya lewatkan dalam tulisan ini, kecuali yang saya anggap menarik untuk diobrolkan. Kalau mau tahu detail fiqih tersebut, silakan baca saja referensi yang sesuai.

By the way, kita semua pasti sudah tahu kalo kita menikah si laki-laki harus ngasih mahar kepada si wanita. Mahar – atau dalam bahasa Indonesia sering disebut maskawin – adalah sesuatu yang harus diberikan oleh seorang laki-laki kepada wanita yang dinikahinya, sebagai salah satu syarat sah pernikahan. Dasar hukumnya adalah firman Allah Ta’ala:

Berikanlah mahar kepada wanita-wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan (QS An-Nisa’: 4).

Pemberian mahar memiliki beberapa hikmah antara lain menunjukkan kesungguhan seorang laki-laki untuk menikahi seorang wanita, sebagai bukti cinta dan kasih sayang seorang suami kepada istrinya, dan menunjukkan tanggung jawab suami kepada istrinya. (lebih…)

Semoga Allah Mengumpulkanmu bersama Khadijah * 13 Agustus, 2009

Posted by abdurrosyid in Sejauh Aku Melangkah.
Tags: , , , ,
4 comments

Suatu hari, ada seseorang memberi komentar pada blog saya. Komentar biasa saja, menanyakan sesuatu mengenai artikel yang saya tulis. Beberapa hari kemudian, ia mengirimkan komentar lagi. Tapi kali ini saya rasakan ada yang sedikit berbeda. Bagian akhir dari komentar itu rasa-rasanya agak privat. Akhirnya saya hilangkan bagian akhir tersebut, dan komentar pun saya publish.

Beberapa hari kemudian, dia mengirimkan sebuah email kepada saya. Dalam emailnya itu, dia memperkenalkan dirinya, singkat. Dia seorang akhwat, masih belia, tinggal di Serambi Mekah (Anda pasti tahu dimana itu: ujung barat negeri ini). Akhwat – atau ukht – adalah satu kata dalam bahasa Arab, maknanya saudara perempuan. Tapi sekarang akhwat lebih sering dipakai dengan makna khusus: gadis muslimah yang belum menikah, dan aktif dalam pengajian rutin pekanan.

Dia punya username email yang sangat bagus, dalam bahasa Arab. Feminin, tapi bernuansa dunia pergerakan yang militan. Sedangkan nama panggilan yang dicantumkan di emailnya juga dalam bahasa Arab, tapi mengandung unsur daerah, khas Serambi Mekah. Saya menduga, nama panggilan itu adalah nama dia yang sebenarnya. Tapi saya nggak tahu pasti, karena saya memang tidak pernah menanyakannya. (lebih…)