jump to navigation

Cedera Rahang Saya (4) 3 Januari, 2010

Posted by abdurrosyid in Sejauh Aku Melangkah.
Tags: , , , , ,
5 comments

Melanjutkan kisah saya tentang cedera yang saya alami di rahang kanan saya akibat benturan saat kecelakaan. Tulisan sebelumnya adalah ini. Pada tulisan terakhir sebelum ini, saya menceritakan bahwa terapi yang terakhir saya pilih adalah bekam, akupunktur, dan bantal panas.

Terapi tersebut terus saya lakukan hingga sekarang. Saya diminta untuk melakukan terapi tersebut secara reguler, alias secara teratur. Sepekan sekali saya datang ke klinik untuk mendapatkan terapi tersebut. Saya bahkan dibekam sepekan sekali, kadang-kadang dua pekan sekali. Terapi tusuk jarum alias akupunktur juga saya terima setiap pekan, tapi kadang-kadang dua pekan sekali. Tidak hanya itu, saya juga di-massage untuk membetulkan letak susunan tulang dan jaringan otot. Adapun terapi bantal panas saya lakukan sendiri di rumah.

Yang bisa saya lakukan memang hanyalah melakukan terapi secara teratur sebagai bentuk ‘mengambil sebab (sarana)’. Adapun kesembuhan hanyalah datang dari Allah, bukan dari sebab itu sendiri. Innallaha Huwa Asy-Syaafii. Fasy-syifaa-u min ‘indiLlah. (lebih…)

Iklan

Cedera Rahang Saya (3) 5 November, 2009

Posted by abdurrosyid in Sejauh Aku Melangkah.
Tags: , , , ,
3 comments

Ini adalah kelanjutan mengenai kisah saya berjuang memulihkan cedera rahang saya. Ini adalah tulisan yang ketiga. Ini dia tulisan sebelumnya, tulisan yang kedua.

Bulan Oktober telah lewat, dan kini sudah awal Nopember. Langkah terbaru yang saya ambil dalam rangka mencari sarana agar Allah memberikan kesembuhan adalah dengan berbekam (hijamah) dan akupunktur. Keduanya tidak saya lakukan secara bersamaan. Hijamah terlebih dahulu. Dua pekan kemudian baru akupunktur.

Saya dibekam pada dua titik. Satu di punggung bagian atas, dan satunya lagi di atas kepala saya. Saya pun harus bercukur gundul menjelang bekam karena salah satu titik yang akan dibekam adalah kepala saya. Sekalian biar rambut saya berganti dengan yang baru.

Adapun akupunktur dilakukan pada beberapa titik di telinga kanan saya, juga tepat di TMJ saya, dan di pipi bawah saya. Sehabis penusukan, jarum-jarum dibiarkan pada posisinya selama 30 menit. Kemudian, saya di-massage pada bagian pundak, leher, dan kepala saya. Setelah itu baru kemudian jarum-jarum akupunkturnya dilepas. Alhamdulillah, lega sekali rasanya sesudah itu. (lebih…)