jump to navigation

Tips Dasar Mengemudikan Mobil Transmisi Otomatis 17 Januari, 2015

Posted by abdurrosyid in Pokoknya Ada Saja.
trackback

Transmisi otomatis membuat mengemudi mobil menjadi lebih praktis, karena kita tidak perlu lagi menginjak pedal kopling dan memindah-mindah gigi transmisi setiap saat. Kita hanya perlu menginjak pedal rem atau pedal gas. Dalam hal ini, disarankan kita hanya menggunakan kaki kanan untuk menginjak salah satu dari kedua pedal tersebut. Dengan demikian, kaki kiri kita nganggur. Jika rem tangan pada mobil transmisi otomatis posisinya ada di kaki kiri (bukan disamping kursi seperti pada umumnya), maka kita bisa menggunakan kaki kiri kita untuk menekan rem tangan tersebut pada saat diperlukan saja.

Pada sistem transmisi otomatis, pilihan gigi yang tersedia biasanya adalah P – R – N – D – L atau P – R – N – D3- D2 – L. Gigi P dipakai ketika mobil dalam kondisi parkir. Gigi N dipakai jika kita misalnya berhenti lama di lampu merah dan tidak ingin menginjak pedal rem. Gigi R untuk mundur. Adapun gigi D, D3, D2, dan L semuanya untuk gerakan maju. Untuk gerakan maju dengan laju normal, kita selalu pakai D atau D3. Gigi D2 dan L hanya dipakai jika kita memerlukan daya yang lebih besar atau gaya pengereman yang lebih besar, misalnya ketika sedang maju di tanjakan yang curam. Tuas pemindah transmisi biasanya tersedia dalam 2 variasi. Pertama, gigi-gigi dalam posisi segaris. Dalam hal ini, tersedia tombol di tuas pemindah dimana kita harus menekan tombol tersebut jika ingin memindahkan gigi. Variasi kedua adalah gigi-gigi tidak dalam posisi segaris. Dalam hal ini, tidak ada tombol pada tuas pemindah. Untuk memindahkan gigi, kita cukup menggerakkan tuas pemindah ke posisi yang kita inginkan.

Perlu diingat bahwa dalam posisi gigi transmisi P, mobil tidak akan bisa bergerak kedepan ataupun ke belakang meskipun pedal gas kita injak. Juga perlu diingat bahwa dalam posisi transmisi D, mobil akan bergerak ke depan meskipun pedal gas tidak kita injak. Demikian pula, dalam posisi transmisi R mobil akan bergerak ke belakang meskipun pedal gas tidak kita injak. Oleh karena itu, selalu pastikan menginjak pedal rem sebelum mulai bergerak ke depan atau ke belakang, baru kemudian melepas pedal rem perlahan-lahan. Diantara kelebihan mobil transmisi otomatis adalah, jika transmisi dalam posisi D maka mobil tidak akan bisa bergerak mundur meskipun diatas tanjakan.

Untuk menghidupkan mesin mobil, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Pastikan transmisi pada posisi P.
  2. Injak pedal rem.
  3. Start mesin mobil.

Untuk mulai menggerakan mobil ke depan:

  1. Tekan pedal rem.
  2. Pindahkan tuas transmisi ke D (atau D3) untuk gerakan maju atau ke R untuk gerakan mundur.
  3. Lepaskan pedal rem perlahan-lahan.
  4. Injak pedal gas perlahan-lahan.

Mengendarai mobil transmisi otomatis memang jauh lebih praktis daripada mengendarai mobil dengan transmisi manual 🙂 karena kita tidak perlu lagi main kopling dan memindah-mindah posisi transmisi, kecuali jika mau mundur atau ketika diatas tanjakan yang sangat curam.

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: