jump to navigation

Tips Dasar Memegang Setir Mobil 1 Januari, 2015

Posted by abdurrosyid in Pokoknya Ada Saja.
trackback

Sebelum berbicara mengenai berbagai cara memegang setir, penting bagi kita untuk mengatur maju mundurnya tempat duduk kita agar nyaman sewaktu menginjak pedal kaki dan mengendalikan setir. Posisikan tempat duduk sedemikian sehingga tungkai kita masih sedikit tertekuk ketika kaki kita menginjak pedal kopling secara penuh, dan lengan kita masih sedikit tertekuk ketika tangan kita memegang bagian atas roda setir.

Dilihat dari sisi bagian roda setir yang dipegang, ada 2 cara untuk memegang setir mobil Anda: cara 10-2 dan cara 9-3. Pada cara 10-2, Anda memegang roda setir pada posisi pukul 10 dan pukul 2 (diatas garis tengah). Adapun pada cara 9-3, Anda memegang roda setir pada posisi pukul 9 dan pukul 3 (tepat pada garis tengah). Agar tangan lebih rileks dan juga menghindari cedera pada tangan jika terjadi kecelakaan, jempol tidak perlu mencengkeran lingkaran setir. Pilih cara yang mana ya? Kayaknya pilih yang menurut Anda lebih nyaman saja.

Dilihat dari sisi bagaimana Anda menggerakkan lengan sewaktu menggerakkan roda setir, juga ada 2 cara: cara hand-over-hand dan cara pull-over (atau kadangkala disebut hand-to-hand atau pull-push). Pada cara hand-over-hand, Anda menyilangkan satu lengan diatas lengan yang lainnya. Teknik ini cocok dipakai untuk memutar setir secara cepat. Adapun pada cara pull-over, lengan Anda tidak pernah saling bersilangan. Teknik ini akhir-akhir ini banyak dianjurkan karena lebih mengakomodasi mengembangnya airbag dengan baik jika terjadi kecelakaan, namun kurang cocok untuk memutar setir secara cepat. Terlepas dari teknik manapun yang Anda pakai, pada setiap saat minimal selalu ada satu tangan yang memegang setir. Jangan sampai ada satu saat dimana tak satu tanganpun memegang setir. Bisa juga Anda memakai kedua teknik tersebut tergantung pada situasi. Saya misalnya lebih nyaman memakai teknik hand-over-hand ketika perlu memutar setir dengan cepat dan menggunakan teknik pull-over untuk berbelok. Dalam hal ini, ketika berbelok saya hanya menggunakan satu tangan saja untuk memutar setir. Misalnya ketika belok kanan, pertama-tama taruh tangan kanan pada posisi pukul 12 diatas setir (agar jangkauan tangan lebih lebar untuk bisa bermanuver), lalu tangan kanan tersebut mulai memutar setir ke arah kanan. Untuk kembali pada posisi semula, putar balik setir (ke kiri) dengan tangan kanan yang sama. Cara ini lebih enak dan rileks dibandingkan menggunakan kedua tangan sekaligus.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: