jump to navigation

Jejaring Sosial dan Update Status 12 Maret, 2011

Posted by abdurrosyid in Pokoknya Ada Saja.
trackback

Hari gini gak punya Facebook? Pasti akan dibilang ‘nggak gaul’. Facebook atau biasa disingkat FB saat ini betul-betul telah menjadi jejaring sosial paling digemari di negeri ini. Tua, muda, laki-laki, perempuan, dan siapa saja sudah sangat akrab dengan mainan yang satu ini.

Di awal-awal maraknya jejaring sosial di negeri ini, kita mengenal yang namanya Friendster. Namun penggunaan Friendster ketika itu hanya didominasi oleh kaum muda saja. Ini berbeda dengan Facebook yang saat ini kita dapati digandrungi oleh hampir semua lapisan masyarakat. Menurut pendapat saya, ini wajar saja karena memang desain Friendster terlalu ‘anak muda’, berbeda dengan desain Facebook yang lebih ‘netral’.

Banyaknya penggandrung Facebook saat ini tidak berarti Facebook is the best. Kita semua tahu bahwa Facebook punya rival terdekat yang bernama Twitter. Di Indonesia, pengguna Facebook memang lebih banyak, namun Twitter memiliki kesan ‘lebih elitis’. Pengguna Twitter seolah-olah dianggap ‘lebih berkelas’ ketimbang pengguna Facebook.

Namun apapun itu, baik Facebook maupun Twitter sama-sama menawarkan fasilitas update status. Lebih dari sekadar sarana untuk mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran Anda dan membaginya kepada orang lain, update status ternyata juga akan mempengaruhi kesan orang lain mengenai diri Anda.

Sebagian orang menggunakan update status untuk melakukan branding terhadap dirinya. Istilah kerennya, personal branding. Orang yang ingin mem-branding dirinya sebagai pengamat atau analis politik yang baik akan memenuhi update statusnya dengan analisa-analisa politik. Orang yang ingin mem-branding dirinya sebagai orang yang bijak akan banyak menulis update status berupa kata-kata bijak atau kata-kata mutiara. Begitu seterusnya.

Namun mungkin tidak banyak orang yang secara sengaja mau melakukan personal branding melalui update statusnya. Yang justru banyak terjadi barangkali adalah tidak ada maksud untuk personal branding namun tanpa disadari update-update status itu mem-brand diri seseorang dengan sifat-sifat atau predikat tertentu. Dengan kata lain, seseorang tidak secara sengaja mem-brand dirinya, tetapi tanpa disadari dirinya ter-brand oleh update-update statusnya.

Saya yakin banyak diantara kita menggunakan jejaring sosial hanya sebagai sarana untuk berekspresi dan berbagi, tidak lebih dari itu. Alhasil, kita pun mengisi update status kita dengan apapun yang sedang kita pikirkan, yang ingin kita bagi kepada orang lain. Kita hanya ingin meluapkan isi hati dan isi pikiran kita, that’s all. Kita merasa puas ketika berhasil menumpahkan isi hati dan isi pikiran kita dalam update-update status.

Nah, karena isi hati dan isi pikiran kita selalu berubah, maka demikian pula dengan update status yang kita tulis. Di kala kita sedang senang, kita pun merayakan kesenangan itu dalam update status. “Alhamdulillah, hari ini banyak rezeki. Terima kasih ya Allah.” Di saat yang lain, ketika kita sedang susah, kita pun meluapkan kesusahan itu dalam update status. “Hari ini banyak kerjaan numpuk. Ya Allah, berikanlah kemudahan kepada saya.” Dan dalam cukup banyak kasus, update-update status itu begitu ‘lebay’, sehingga menimbulkan kesan yang ‘lebay’ pula dari orang lain mengenai sang penulis status.

Meluapkan segala isi hati dan isi pikiran melalui update status memang sah-sah saja, namun jika Anda ingin menulis update status yang ‘lebay’ atau yang sekiranya akan memberikan ‘kesan negatif’ dari orang lain mengenai diri Anda, sebaiknya Anda berpikir dua kali. Jangan sampai diri Anda ter-brand negatif hanya karena update status Anda.

Namun tidak berarti Anda hanya boleh menulis update status yang serius dan membuat orang mengernyitkan dahi. Update-update status yang ringan dan santai pun, jika memiliki makna dan nilai yang berbobot, menurut saya adalah pilihan terbaik. Apalagi jika memiliki nilai humor yang tinggi.

Sebagian orang terkenal bahkan sengaja menulis hal-hal yang ringan dan sepele dalam update statusnya dengan tujuan agar orang lain merasa lebih dekat dan lebih akrab dengannya. Dalam kesempatan-kesempatan resmi, banyak orang hanya mendapati orang-orang terkenal dalam suasana yang amat formal dan serius, namun di jejaring sosial orang-orang mendapati sisi lain dari orang-orang terkenal itu yang menciptakan kesan akrab dan santai. Desi Anwar adalah seorang jurnalis senior yang sering nongol di layar TV. Bisa dibilang, dia termasuk orang terkenal di negeri ini. Orang mungkin awalnya memiliki kesan bahwa dia selalu serius. Namun ternyata di akun Twitter dan Facebook-nya, dia sering menulis update status yang amat ringan dan remeh temeh semisal apa yang dia makan, dan semacamnya. Pak Tifatul Sembiring adalah contoh orang terkenal lainnya. Karena beliau seorang menteri, tentunya orang memiliki kesan bahwa beliau adalah pribadi yang selalu serius, dan sibuk dengan tugas-tugasnya sebagai menteri. Namun kalau kita melihat akun Twitter beliau, ternyata beliau sering sekali menyapa ‘follower’-nya dengan kalimat-kalimat yang akrab, hangat, dan nyantai. Bahkan tidak jarang beliau berpantun di akun Twitter-nya, yang tentunya menghibur banyak ‘follower’-nya.

Lain halnya dengan para artis dan para selebritis. Kebanyakan orang mungkin selalu berpikir bahwa artis dan selebritis itu ‘kurang cerdas’, ‘hedonis’, dan berbagai predikat lainnya yang kurang bagus. Namun ketika seorang artis atau seleb sering menulis update status dengan hal-hal yang bijak, cerdas, dan serius, orang pastinya akan memiliki kesan yang lain mengenai diri artis tersebut. “Wah, ternyata si artis anu itu cerdas dan juga bijak ya.”

Sekarang, bagaimana dengan update status Anda? Jangan terlalu dipikirkan, yang penting FB-an terus dan nge-tweet terus🙂

 

Komentar»

1. alexonoy - 30 Juni, 2013

klw arti dari CS apa gan? mksh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: