jump to navigation

Cedera Rahang Saya (5, Habis) 12 Maret, 2011

Posted by abdurrosyid in Sejauh Aku Melangkah.
trackback

Ini adalah sekuel terakhir dari cerita saya mengenai cedera pada rahang saya. Sebagaimana sudah saya tulis pada sekuel sebelumnya, saya telah berkonsultasi pada seorang dokter bedah mulut mengenai gangguan pada rahang saya (berupa bunyi klik). Saya pun diperiksa. Selanjutnya dokter meminta saya untuk foto rontgen pada TMJ (persendian rahang saya) dan foto rontgen panoranik pada susunan gigi saya. Menurut keterangan dokter, hasil rontgen pada TMJ menunjukkan bahwa tidak ada kelainan yang signifikan. Malah hasil rontgen TMJ yang sebelumnya juga pernah saya lakukan menunjukkan bahwa ‘tidak jelas ada kelainan pada TMJ’.

Barangkali berdasarkan kesimpulan itu, dokter kemudian menyatakan pandangannya bahwa gangguan bunyi klik pada rahang saya selama ini sangat bisa jadi diakibatkan oleh gigi geraham bungsu saya, yang dipicu oleh benturan pada sisi wajah saya sewaktu kecelakaan. Berdasarkan akar masalah ini, dokter pun merekomendasikan agar gigi geraham bungsu saya dicabut. Pertama-tama, yang sebelah atas yang dicabut. Dokter bilang, “Kalau nanti masalah belum hilang, yang bawah akan kita cabut.” Ternyata memang setelah pencabutan gigi yang atas ini, masalah belum selesai. Maka sesuai rekomendasi dokter, saya pun memutuskan untuk mencabut juga yang bawah. Memang berdasarkan foto rontgen panoramik, gigi geraham bungsu saya yang sebelah bawah memang terlihat mengalami kelainan, yaitu impacted vertical. Maksudnya, pertumbuhan vertikalnya tertahan (impacted) oleh gigi geraham di sebelahnya. Masih kata dokter, jika ini tidak dicabut bisa menimbulkan berbagai macam masalah, termasuk bunyi klik pada rahang.

Maka saya pun memutuskan untuk melakukan operasi pencabutan gigi geraham bungsu saya yang sebelah bawah. Saya memandang tindakan ini sebagai suatu bentuk ikhtiar agar Allah memberikan kesembuhan. Apalagi saya melihat bahwa dokter yang menangani saya ini memang pakarnya. Bukan hanya dokter bedah mulut, dia juga konsultan khusus masalah persendian rahang (TMJ).

Pada hari yang telah ditentukan, operasi pencabutan gigi geraham bungsu saya yang sebelah bawah pun dilakukan. Pekerjaannya sedikit berbeda dengan pencabutan gigi biasa. Karena keadaan giginya yang impacted dan posisi giginya yang paling belakang, pencabutan gigi ini masuk kategori operasi kecil. Karena itu, biayanya pun lumayan mahal. Waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini pun relatif lama. Seingat saya, pekerjaan pencabutan tersebut memerlukan waktu lebih dari 1,5 jam. “Lebih baik pelan-pelan saja meski agak lama, biar hasilnya bagus,” kata sang dokter sebelum operasi dilakukan.

Selesai operasi, saya langsung diberikan resep. Di apotek terdekat, saya beli obat-obat yang diresepkan tersebut. Ada tiga jenis obat: antibiotik, anti-inflamasi, dan penghilang bengkak. Semuanya obat yang diminum. Satu sampai dua hari pasca operasi, saya hanya makan yang lunak-lunak, membuka mulut pun tidak bisa terlalu lebar. Untuk membersihkan gigi dan mulut, saya hanya memakai mouthwash. Sampai dengan hari ketiga pasca operasi, bengkak belum sepenuhnya hilang. Tapi untuk membersihkan mulut, saya sudah mulai menggunakan sikat gigi, meski terbatas pada satu sisi saja.

Setelah obatan-obatan saya konsumsi selama empat hari, alhamdulillah keadaan sudah agak normal. Bengkak sudah banyak berkurang, mulut sudah mulai bisa dibuka lebih lebar, makan mulai enak, dan sikat gigi pun sudah mulai saya lakukan secara lebih leluasa. Bagaimana dengan kondisi rahang saya?

Berkali-kali saya gerakkan rahang saya didepan kaca, membuka dan menutup. Saya mengamati ternyata pergerakan rahang bawah saya masih saja mengalami sedikit ‘shifted’, maksudnya: sedikit bergeser dari center line, tepatnya sedikit ke arah kiri. Alhasil, bunyi klik pun belum menghilang. Namun kabar baiknya, saya sudah tidak lagi merasakan spasme di otot pipi saya.

Saya coba mencari sebab mengapa pergerakan rahang bawah saya sedikit ‘shifted’. Ternyata, saya mendapati sebuah dugaan kuat. Saya punya satu gigi seri bawah sebelah agak kanan yang tumbuh menonggak keatas, lebih tinggi daripada gigi-gigi seri disampingnya, sehingga menghalangi rahang bawah saya untuk bergerak pada center line. Barangkali, dugaan kuat saya, inilah yang lama-kelamaan membuat pergerakan rahang bawah saya sedikit ‘shifted’. Ini berarti bahwa nanti-nanti saya harus mencabut satu gigi yang menonggak itu.

Gigi seri bawah itu memang tumbuh di tempat yang tidak semestinya. Sepertinya karena terdesak oleh keberadaan gigi geraham bungsu bawah yang impacted. Karena gigi seri bawah itu tidak tumbuh pada tempatnya, dan tidak punya “gigi lawan” di sebelah atasnya, maka gigi seri bawah itupun tumbuh menonggak.

Lalu, seberapa bermanfaatkah operasi pencabutan gigi geraham bungsu bawah yang telah saya lakukan? Saya berharap bahwa diagnosis dokter bedah mulut benar adanya, yakni bahwa gigi geraham bungsu saya memicu gangguan pada rahang saya. Apalagi, diagnosis ini didukung alias dibenarkan oleh beberapa artikel yang sempat saya baca. Dengan demikian, operasi pencabutan telah menghilangkan salah satu penyebab dasar bunyi klik pada rahang saya. Penyebab dasar lainnya, menurut dugaan kuat saya, adalah gigi seri bawah saya yang tumbuh menonggak itu.

Dengan demikian rencana kedepan saya adalah mencabut gigi seri bawah saya yang menonggak itu, kemudian diikuti dengan rehabilitasi fisioterapi. Mengapa mesti fisioterapi? Meski nantinya “gigi-gigi pengganggu” saya telah dicabut, pergerakan rahang bawah saya yang terlanjur sedikit “shifted” tentunya tidak akan serta merta menjadi normal. Perlu ada proses rehabilitasi, yaitu fisioterapi.

Itulah rencana-rencana ikhtiar saya. Semoga gangguan rahang saya bisa hilang perlahan-lahan. Saya yakin Allah adalah Asy-Syaafi ‘Yang Maha Menyembuhkan’. Segala puji hanya milik-Nya, Rabb semua manusia. Allahu Akbar, walillahi l-hamd.

Komentar»

1. bluejundi - 19 April, 2011

blog walking… syafakallah, akhi🙂
http://bluejundi.wordpress.com

2. Hari - 23 Januari, 2012

Assalamualaikum Wr. Wb.,

Mas, mohon info, apakah yang paling membantu pemulihan tersebut? Dan siapakah dokter di sekitar Surabaya yang berkompeten membantu…

Terimakasih…
Wassalamualaikum Wr. Wb.

3. Teguh - 6 Februari, 2013

kalau boleh tau berapa ya biaya impacted geraham belakang itu waktu anda berobat 1 giginya ?

4. alie - 1 Februari, 2016

Saya mengalami gangguan rahang sama persis dgn artikel ini. Mohon info biaya dan dokter yg bersangkutan. Trims


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: