jump to navigation

Cedera Rahang Saya (4) 3 Januari, 2010

Posted by abdurrosyid in Sejauh Aku Melangkah.
Tags: , , , , ,
trackback

Melanjutkan kisah saya tentang cedera yang saya alami di rahang kanan saya akibat benturan saat kecelakaan. Tulisan sebelumnya adalah ini. Pada tulisan terakhir sebelum ini, saya menceritakan bahwa terapi yang terakhir saya pilih adalah bekam, akupunktur, dan bantal panas.

Terapi tersebut terus saya lakukan hingga sekarang. Saya diminta untuk melakukan terapi tersebut secara reguler, alias secara teratur. Sepekan sekali saya datang ke klinik untuk mendapatkan terapi tersebut. Saya bahkan dibekam sepekan sekali, kadang-kadang dua pekan sekali. Terapi tusuk jarum alias akupunktur juga saya terima setiap pekan, tapi kadang-kadang dua pekan sekali. Tidak hanya itu, saya juga di-massage untuk membetulkan letak susunan tulang dan jaringan otot. Adapun terapi bantal panas saya lakukan sendiri di rumah.

Yang bisa saya lakukan memang hanyalah melakukan terapi secara teratur sebagai bentuk ‘mengambil sebab (sarana)’. Adapun kesembuhan hanyalah datang dari Allah, bukan dari sebab itu sendiri. Innallaha Huwa Asy-Syaafii. Fasy-syifaa-u min ‘indiLlah.

Secara psikologis, saya menyadari bahwa cedera yang saya alami ini adalah bagian dari takdir Allah. Tidak bisa tidak, karena ia SUDAH terjadi. Dan saya haqqul yaqiin, apapun yang terjadi pada diri seorang mukmin adalah YANG TERBAIK dalam pandangan Allah.

Saya tahu bahwa seorang muslim diharamkan untuk mengatakan ‘Seandainya saja hal ini tidak terjadi’ karena perkataan tersebut adalah pintu syetan untuk mengurangi atau bahkan melenyapkan keimanan seorang muslim terhadap taqdir Allah.

Sejatinya saya patut bersyukur karena cedera yang saya alami ini tergolong cedera yang sangat ringan. Tidak ada rasa nyeri yang ekstrim. Yang ada hanyalah bunyi klik pelan yang kadang-kadang muncul, dan sedikit rasa kurang nyaman – berupa sedikit bengkak, nyeri, atau mengganjal – yang jarang-jarang muncul.

Yang sebetulnya seringkali menjadi masalah adalah faktor psikologis pada diri saya sendiri. Kadang-kadang pikiran saya membisikkan afirmasi bahwa cedera saya serius dan sakit yang saya rasakan juga serius, padahal kenyataannya tidak demikian. Saya rasa, saya harus bisa mengendalikan dan menaklukkan bisikan-bisikan negatif dari dalam diri saya sendiri.

Hal lain yang semestinya membuat saya lebih bersyukur adalah apa yang terjadi ketika kecelakaan berlangsung. Ketika itu, beruntung sekali saya tidak terlindas mobil yang melintas di samping saya. Ketika itu, saya hanya terseret bersama motor saya disamping kiri sebuah mobil, dan – seingat saya – sempat menyentuh dinding kiri mobil tersebut. Seandainya saja saya terseret sampai di depan mobil tersebut, mungkin mobil tersebut sudah melindas saya, dan wassalam. Jadi, semestinya saya justru lebih banyak bersyukur, dan bukan malah mengeluh.

Kembali kepada cedera rahang saya, semoga Allah memberi saya kekuatan mental, jiwa, dan pikiran; serta segera memberi saya kesembuhan. Allahummaj’alnii min ‘ibaadika ash-shaabiriin. Allahummasyfinii, innaka Anta Asy-Syaafii, laa syifaa-a illa syifaa-uka, syifaa-an laa yughadiru saqamaa. Amiin.

Komentar»

1. JAFFAR - 7 Februari, 2014

gimanah perkembangannya sekarng bang,apa sudah sembuh total ???? mohon jawabannya,co’z aku punya masalah yang sama dengan abang !!!!

abdurrosyid - 8 Februari, 2014

Alhamdulillah, sudah nggak ada masalah. Artinya, tidak ada lagi sakit ataupun sesuatu yang mengganggu.

JAFFAR - 10 Februari, 2014

cara mengobatinya gimanah bang,co’z saat ini mulutku terasa kaku kalo di buka lebar,seperti ada yang tertahan pada sendi rahangku.kalo mau periksa sebaiknya ke dokter manah,bedah mulut atau bedah tulang.terima kasih atas tanggapannya .

abdurrosyid - 16 Februari, 2014

Menurut saya, dokter bedah mulut lebih cocok. Hanya, pertimbangkan baik-baik jika dokter menawarkan operasi, karena operasi juga punya resiko.

JAFFAR - 18 Februari, 2014

kira-kira resikonya apa yah ????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: