jump to navigation

Bumi Sejuta Berkah 20 Juli, 2009

Posted by abdurrosyid in Sajak-sajakku.
Tags: , , ,
trackback

Sepetak tanah // Di tengah hamparan bumi // Di tepian Laut Tengah // Diapit gurun dan hijau pepohonan // Menjadi  saksi sejarah manusia.

Tanahmu tak pernah kering // Darah syuhada menggenangimu // Teriakan takbir tak pernah henti // Kilatan pedang, dentuman meriam // Air mata dan jerit pilu // Selalu ada bersamamu.

Bumi para nabi // Terlahir, singgah, dikebumikan // Setiap jengkal tanah milikmu // Telah dipijak nabi dan malaikat // Untuk bersimpuh di hadapan Tuhan.

Bumi isra’, bumi mi’raj // Gerbang menuju langit nan tinggi // Masjid mulia, lima ratus pahala // Kiblat pertama generasi awal // Tempat mukmin berwisata ruhani.

Bumi mahsyar, bumi mansyar // Terbang turunnya pendakwah Injil // Bumi terbunuhnya Dajjal Durjana // Dan ditiupkannya sangkakala.

Bumi ribath, bumi jihad // Di masjid mulia dan sekitarnya // Tak pernah gentar melawan durjana // Hingga kiamat datang mengguncang.

Bumi khalifah nan sederhana // Tanah wakaf umat sedunia // Saksi serbuan kaum salib // yang dipatahkan Panglima Ayyubi.

Bumi zaitun // Di tengah bulan sabit nan hijau // Mengapit danau kaum Luth // Tanpa benih kehidupan.

Sejuta berkah ada padamu // Termaktub dalam wahyu nan suci // Terucap dalam sabda nan mulia // Abadi hingga ketetapan ilahi.

Iklan

Komentar»

1. madagumilang - 29 Juli, 2009

bumi kita?
seamanah bagaimana>


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: