jump to navigation

Gelegak Jiwa 16 Juli, 2009

Posted by abdurrosyid in Sajak-sajakku.
Tags: , ,
trackback

Diatas padatan aspal // Aku geber kuda besiku // Berdiri diatas pelana // Raung, raung, raung // Gelegak jiwaku meluap // Tumpah hilang tersapu angin.

Diatas hamparan tanah // Aku kejar si kulit bundar // Kuhempaskan siapa menghalang // Aku menendang keras-keras // Gelegak jiwaku meluap // Tumpah hilang tersapu keringat.

Aku ingin berteriak // Hingga putus urat leherku // Hingga pecah hawa nan sunyi // Aaakkhh, aaakkhh // Gelegak jiwaku meluap // Tumpah hilang tersapu hawa.

Kugelengkan kepalaku // Kuhembuskan nafas nan dalam // Terasa berat desahannya // Terasa sesak rasa di dada // Gelegak jiwaku meluap // Tumpah hilang tersapu udara.

Kali ini aku bersimpuh // Dalam gelapnya malam yang sunyi // Aku hamparkan sajadah suciku // Kusujudkan tubuh ringkihku // Kutengadahkan kedua tanganku // Kupanjatkan doa pamungkasku.

Wahai Penguasa Hati // Tenangkanlah gelegak jiwaku // Sejukkanlah ruang dadaku // Kabulkanlah keinginanku // Amin, amin, amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: