jump to navigation

Permata Tak Bernama 15 Juli, 2009

Posted by abdurrosyid in Sajak-sajakku.
Tags: ,
trackback

Dalam untaian sajakku ini, saya tak kuasa untuk mengurangi penyebutan kata ’permata’. Entah berapa kali saya menyebut kata tersebut dalam sajakku yang satu ini. Saya rasa, ini adalah sebuah bukti betapa pentingnya permata dalam kehidupan.

Kulihat banyak permata // berwarna-warni bak pelangi  // berkilau-kilau diterpa cahaya // menampakkan keindahannya.

Bertebaran di tengah padang // beraneka ragam warnanya // kemerahan, kecoklatan, kekuningan // indahnya pun berbeda-beda.

Duhai permata // Meski engkau hanya batu // Namun engkau begitu indah // Meski indahmu tak pernah sama.

Kuambil sekeping uang // Aku hitung, tidak banyak // Aku teringat pada permata // Bisakah aku mendapatkannya // dengan sekeping uang ini?

Aku berkata pada diriku // Aku ingin mencari permata // Aku ingin permata indah // meski bukan yang terindah.

Wahai penjual permata // Berapakah harga permata // yang menarik minat hatiku?

Wahai penjual permata //  Tunjukkanlah kepadaku // permata terindah ditanganmu.

Penjual permata itu tersenyum // Ditangannya beberapa butir // Semuanya berkilat-kilat // Begitu sulit dibedakan.

Kuamati butiran-butiran itu // Semuanya memang permata // Namun aku sedikit ragu // Aku pun berkata padanya // Simpanlah kembali permata-permatamu.

Oh, malangnya aku //  yang tak pernah tahu permata // dimana ia tersimpan // dan dimana ia dijual.

Aku memang pernah // melihat permata-permata indah // tapi semuanya hanya berpendar // lalu hilang dibawa angin.

Duhai permata indah // Dimanakah engkau berada? // Andai engkau bisa bicara // Beritahukanlah kepadaku // Dimana tuanmu menyimpanmu.

Duhai permata tak bernama // Dimanakah engkau berada? // Dimanakah tuanmu menyimpanmu? // Aku ingin memilikimu.

Wahai Pencipta Permata // Berbelaslah kepadaku // yang tak pernah bermain permata // bahkan tak pernah mengenalnya.

Wahai Pencipta Permata // Hadirkanlah permata terindah-Mu // kepadaku yang sedang mencari // Amin, amin, amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: