jump to navigation

Renang di Air Terbuka 6 Juni, 2009

Posted by abdurrosyid in Olahraga dan Kesehatan.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Kemarin selama dua hari saya mengunjungi kampung tempat kelahiran saya. Desa yang hijau, dikelilingi oleh hamparan sawah yang indah. Juga, memiliki sebuah waduk yang disebut oleh penduduk sebagai ‘rawa’. Waduk tersebut benar-benar sangat luas, mungkin sama luasnya dengan desa saya sendiri. Hal paling menyenangkan yang bisa dilakukan disana adalah berperahu dan berenang.

Kesempatan pulang kampung kemarin benar-benar tidak saya sia-siakan. Sore hari di hari pertama, saya berenang disana. Dan keesokan harinya, di pagi hari sekitar jam 7 sampai jam 9, saya berenang lagi. Pada hari yang kedua ini, saya juga sempat berperahu sebentar. Benar-benar menyenangkan.

Saya berenang di dekat pintu air, bagian waduk yang luas dan dalam. Cocok untuk berenang. Berenang di air terbuka betul-betul menyenangkan. Saya nggak perlu pake kacamata karena airnya jelas tidak berkaporit. Bening lagi. Hanya saja karena dalam, dasarnya tidak bisa terlihat, meski matahari bersinar terang. Air di waduk tempat saya berenang berwarna hijau, tidak seperti air di kolam renang yang berwarna biru. Mungkin warna hijaunya disebabkan oleh banyaknya ganggang atau biota lainnya. Nggak tahu lah.

Yang jelas, berenang di air terbuka jauh lebih menantang ketimbang di kolam renang. Di air terbuka, nyali kita betul-betul diuji. Bagaimana tidak? Kegagalan bisa berarti kematian. Berbeda dengan di kolam renang, jika tenaga habis bisa berpegangan pada tali pembatas. Apalagi jika kolamnya hanya setinggi 1,5 meter di semua bagian. Nggak ada tantangannya sama sekali.

Dengan memiliki pengalaman berenang di air terbuka, kita jadi semakin akrab dengan air. Kalau kita sudah terbiasa berenang di air terbuka, berenang di kolam terasa sangat enteng. Jadi, jika Anda sudah merasa mahir berenang, cobalah berenang di air terbuka, dan Anda akan menjadi jauh lebih baik.

Komentar»

1. dedekusn - 6 Juni, 2009

Wah pasti senang tuh, renang di air terbuka, asal baju dan celana tdk terbuka 🙂

2. abdurrosyid - 7 Juni, 2009

Baju sih terbuka. Tapi celana no way. Saya pakai celana selutut. Cool.

3. fuadhanif - 7 Juni, 2009

Wah asyik banget kemaren ya, cuman saya kurang biasa berenang, jadi gak seperti ente gak punya cape’, salut! Kapan2 akan kubuktikan kalo saya bisa tembus berenang sampe’ ujung barat PP… nggak hanya bisa pake perahu doang. See you next…

4. Itha - 6 Juli, 2009

Wah, asyik banget tuh, airnya pasti tawar ya, maklum di daerah saya tidak ada waduk adanya pantai n so pasti airnya asin, namanya aja laut, he…he.. Berenang di laut malahan lebih menantang. Apalagi pantai-pantai di daerahku masih begitu pure n asyik untuk yang berjiwa petualang. Boleh buktikan dengan berpesiar ke Papua. Dijamin asyik deh, panorama alamnya cool banget….bener-bener natural…

5. Sitta basoeki - 8 Maret, 2010

Makasih ya, tips2nya bmanfaat sekali. Btw sy lg bljr berenang, tp di alam bebas (danau eks tambang), berbahaya kan krn kedalamannya, tp di pinggir2nya ada yg dangkal kok 😀

6. ucang - 20 Maret, 2011

thanks atas infonya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: