jump to navigation

Public Profile: Kelebihan LinkedIn, Friendster dan MySpace 27 Mei, 2009

Posted by abdurrosyid in Aku Suka Komputer.
Tags: , , , , , ,
trackback

Situs pertemanan memang banyak dan beragam. Yang lagi ngetren di negeri kita saat ini adalah Facebook, setelah sebelumnya Friendster. Dan kini, Twitter juga lagi mulai baik daun. Hanya saja, Twitter sedikit berbeda (tapi saya nggak akan bicara soal Twitter disini).

Yang ingin saya cermati kali ini adalah bagaimana profil kita dalam situs-situs pertemanan bisa diakses oleh orang lain. Secara umum, ada tiga mode dimana orang lain bisa mengakses profil kita. Pertama, tanpa login. Kedua, dengan login tanpa menjadi teman. Dan ketiga, dengan login dan sekaligus menjadi teman.

Profil kita tentunya bisa dilihat secara amat lengkap oleh orang yang sedang login dan ybs adalah teman kita. Profil yang kurang lengkap – atau barangkali sangat tidak lengkap – bisa diakses oleh orang yang login tapi ybs bukan teman kita. Dan profil yang kemungkinan besar sangat tidak lengkap bisa diakses orang setiap orang yang tidak login. Pada umumnya, seberapa jauh profil kita bisa diakses oleh orang lain bisa diatur pada setting akun kita.

Hanya saja, beberapa situs pertemanan memungkinkan bagi kita untuk memunculkan public profile yang cukup lengkap bagi orang yang tidak login sekaligus. Sejauh yang saya ketahui, yang paling bagus dalam hal ini adalah LinkedIn, sebuah situs social networking yang bergaya profesional. Mengikuti di belakangnya adalah Friendster dan MySpace.

Adapun beberapa situs pertemanan yang lain, sejauh yang saya dapati, mengharuskan orang lain untuk login – dan bahkan terlebih dulu menjadi teman kita – untuk bisa melihat profil kita dengan agak lengkap.

Masing-masing tentu ada untung ruginya. Sepanjang konten profil kita tidak ada yang bersifat rahasia, tentunya kita pingin profil kita bisa diakses oleh siapa saja, tanpa harus login. Kalau harus login, tentunya harus daftar (sign up) terlebih dahulu. Dan tentu saja, tidak semua orang mau melakukannya. Namun jika ada hal-hal yang bersifat privat dan rahasia, ada baiknya hanya teman-teman kita saja yang bisa mengaksesnya.

Namun saya lebih suka dengan gaya LinkedIn dalam hal ini. Situs ini memungkinkan profil seseorang diakses oleh public tanpa harus login, namun sang pemilik profil bisa mengatur apa saja yang akan dia munculkan dalam public profile tersebut. Sangat bagus kan?

Tapi bagaimanapun juga, beberapa situs pertemanan yang mengharuskan login – dan tentu saja sign up sebelumnya – untuk bisa melihat profil seseorang bisa jadi menginginkan agar semakin banyak orang yang mendaftarkan diri sebagai anggota situsnya. Karena itulah, menjadi anggota dan login dipersyaratkan untuk bisa mengakses profil seseorang. Walah-walah…

Komentar»

1. leni - 28 Mei, 2009

Afwan mau tanya nich, nt ada hubungan apa dengan sma bayah. Seinget saya nt bukan alumni kan?

2. zendy - 25 Agustus, 2009

Salam kenal.
Artikel tentang linkedinnya di tambah lagi dunk mas.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: