jump to navigation

Suka Dukanya Ber-Social Network 25 Maret, 2009

Posted by abdurrosyid in Aku Suka Komputer.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

Saat ini, semakin banyak saja situs social network, atau situs pertemanan, yang ditawarkan di dunia cyber. Tentu saja, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Situs-situs tersebut pada umumnya juga bisa diidentifikasi dari orientasi dan karakternya, mayoritas usia pemakainya, letak geografis mayoritas pemakainya, desainnya, dan sebagainya. Untuk mengetahui daftar situs-situs tersebut, klik disini.

Beberapa diantara sekian banyak situs social network yang ada adalah Facebook, Friendster, hi5, Italki, LinkedIn, Muxlim, MySpace, myYearbook, Plaxo, Tagged, Xing, Ning, Livemocha, Bebo, Yahoo KickStart, Perfspot, Maktoob, AraSpace, dan sebagainya.

Pada umumnya, pola yang dipakai oleh situs-situs social network menyerupai sebuah reaksi fisi (reaksi pemisahan berantai). Jika saya punya teman A dan B, lalu A punya teman C dan D, sedangkan B punya teman E dan F, maka saya dengan sangat mudah akan bisa mengenal C, D, E, F melalui B. Demikian seterusnya sehingga saya bisa memiliki ratusan bahkan ribuan teman.

Orientasi dan karakter situs-situs social network juga bermacam-macam. Ada yang diciptakan untuk tujuan umum, seperti Facebook, Tagged, MySpace, myYearbook, Maktoob, dan sebagainya. Ada pula yang diciptakan untuk pembelajaran bahasa, seperti Italki dan Livemocha. Ada pula yang diciptakan untuk tujuan profesional-bisnis, seperti LinkedIn, Xing, dan sebagainya. Dan bahkan ada pula yang diciptakan khusus untuk dating alias pacaran.

Situs-situs social network juga biasanya memiliki ‘daerah kekuasaan’ yang berbeda-beda. Sebagai contoh, Friendster hanya populer di kawasan ASEAN saja, Orkut hanya populer di India dan Pakistan, dan Maktoob hanya populer di negara-negara Arab. Namun banyak juga yang popularitasnya benar-benar meng-global, misalnya Facebook.

Jumlah anggota masing-masing situs juga berbeda-beda. Menurut Wikipedia, MySpace memiliki 253 juta anggota, Facebook 175 juta anggota, Friendster 90 juta anggota, dan Bebo 40 juta anggota.

Saya tadi sudah menyebutkan, bahwa cara kerja situs-situs social network menyerupai sebuah reaksi fisi. Karena itu, kita seringkali tidak bisa mengendalikan orang-orang yang ‘nongol’ ataupun ‘mampir’ di halaman kita. Alasannya sederhana saja: saya bisa ‘take control’ siapa yang akan menjadi teman saya, namun saya sama sekali tidak akan bisa ‘take control’ atas ‘temannya teman saya’. Sebagai contoh, tidak akan mudah bagi saya untuk memastikan bahwa semua foto yang lewat di halaman saya adalah foto-foto yang sopan, karena saya sama sekali tidak bisa mengendalikan teman-teman saya yang mungkin saja memiliki banyak foto yang kurang sopan, misalnya foto wanita-wanita seksi.

Hal lain yang seringkali juga menyesakkan dada ketika kita menjadi anggota sebuah situs social network adalah datangnya ‘friend request’ dari orang-orang yang kedatangannya kurang kita inginkan, misalnya ‘friend-request’ dari ‘cyber-criminal’ yang ingin mencuri data penting kita, wanita nakal atau pria nakal yang hanya iseng dan mencari kesenangan semata, atau bahkan seorang gay. Jelas, kita tidak mungkin bisa mencegah datangnya ‘friend-request’, karena memang hal tersebut hampir selalu terbuka dalam semua situs social network.

Namun, dibalik hal-hal negatif dan kurang menyenangkan seperti diatas, ada banyak manfaat yang bisa kita ambil dari keanggotaan kita pada sebuah situs social network. Yang pertama tentu saja kita bisa menambah teman-teman baru dari segenap penjuru dunia. Tidak hanya teman-teman baru, kita juga bisa ‘keep in touch’ dengan teman-teman lama kita melalui situs social network.

Selanjutnya, kita bisa bertukar pikiran dengan banyak orang dari berbagai belahan dunia, mempelajari budaya dan gaya hidup mereka. Bahkan kalau kita mau belajar bahasa asing, ada beberapa situs social network yang dikhususkan untuk keperluan itu, seperti Italki dan Livemocha.

Kalau kita mau menambah relasi di dunia profesional dan bisnis, atau sekadar mempublikasikan profil profesional dan bisnis kita, kita bisa bergabung dengan situs-situs social network yang dikhususkan untuk keprluan itu, seperti LinkedIn, Xing, dan Yahoo KickStart.

Pendek kata, sangat banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari situs-situs social network, meski pada saat yang sama selalu ada ‘ancaman’ berupa hal-hal yang negatif dan bahkan membahayakan diri kita. Namun memang, di dunia cyber segala sesuatu selalu bermata dua: baik dan buruk. Tinggal bagaimana ‘the man behind the gun’. Jadi, Anda sendirilah penentunya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: