jump to navigation

Ayo, Dukung RUU Anti Pornografi! 28 Oktober, 2008

Posted by abdurrosyid in Pokoknya Ada Saja.
Tags: , , ,
trackback

Menurut Anda, apakah pornografi itu? Mungkin kebanyakan orang mengartikannya sebagai gambar-gambar ataupun tayangan-tayangan yang bersifat porno. Ini dibedakan dari pornoaksi yang tidak lagi berupa gambar atau tayangan, namun sudah berupa tampilan, atau dengan kata lain perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari, yang bersifat porno. Untuk lebih simpelnya, saya lebih suka menggunakan istilah pornografi dengan makna yang luas, yang juga mencakup pornoaksi.

Saya ingin mengatakan, di negeri kita ini pornografi memang belum diperangi dengan serius. Pornografi dengan mudahnya bisa didapati oleh masyarakat di majalah, koran, komik, televisi, vcd, dvd, dan juga internet. Pornografi yang nyata juga bisa didapati dalam kehidupan sehari-hari. Betapa kalau kita lihat di sekitar kita, bahkan di jalan-jalan, banyaknya para wanita yang berpakaian terlalu seksi dan mengundang hasrat laki-laki. Inilah keadaan di sekitar kita saat ini. Memprihatinkan memang.

Menurut hemat saya, batasan mengenai pornografi jangan semata-mata didasarkan kepada pendapat orang-orang. Di Barat, seorang wanita tampil di luar rumah dengan hanya mengenakan tanktop dan rok yang super mini memang sudah biasa. Bahkan konon katanya ada juga beberapa kawasan khusus disana yang disebut sebagai ‘nudist land’, dimana semua orang boleh tampil telanjang tanpa sehelai benang pun. Lebih dari itu, mereka juga bergaya hidup sangat bebas. Dua sejoli hidup serumah layaknya suami istri dan bahkan sampai punya anak, bukan aib dan tidak lagi dipersoalkan. Apakah kemudian kita bisa membiarkan hal yang seperti ini hanya karena dianggap sudah biasa?

Dalam era global seperti sekarang, kita sulit untuk membendung arus budaya dan informasi yang datang dari Barat. Budaya dan pola pikir bebas yang ada di Barat secara sistemik benar-benar telah mengkontaminasi masyarakat kita di negeri ini. Hasilnya adalah, tidak sedikit dari saudara-saudara kita yang ada disini mengatakan bahwa pornografi adalah salah satu bentuk ekspresi seni, disamping merupakan hak asasi manusia (HAM) dan kebebasan bagi setiap individu. Ketika DPR berusaha meloloskan RUU Anti Pornografi, tidak sedikit diantara kita yang berusaha dengan getol untuk menghalanginya.

Saya sendiri juga heran mengapa tidak sedikit diantara yang kontra RUU tersebut adalah para wanita. Mungkin mereka suka dan merasa puas bisa menggoda para laki-laki. Mungkin mereka merasa tersanjung jika para laki-laki memandangi tubuhnya dengan penuh hasrat. Atau mereka merasa kagum kepada diri mereka sendiri ketika dikatakan seksi.

Atau juga karena alasan-alasan materialistis. Mungkin mereka adalah para artis dan entertainer yang tidak akan laku jika tidak mengeksploitasi kemolekan tubuh mereka. Mereka akan bangkrut dan kehilangan penghasilan jika dipaksa tampil tertutup, karena ketika itu tidak akan ada lagi yang mau membayarnya. Mungkin ada juga alasan-alasan yang lainnya.

Apakah mereka tidak sadar bahwa pornografi hanya akan merendahkan harga diri seorang wanita? Dengan adanya pornografi, wanita hanya diposisikan sebagai obyek yang tereksploitasi. Apakah ini yang diinginkan oleh para wanita itu?

Dalam perspektif masyarakat Barat, pornografi adalah materi yang halal bagi orang-orang dewasa. Pornografi hanya terlarang bagi anak-anak dibawah umur (under 18), karena mereka dikhawatirkan akan melampiaskan apa yang mereka tonton itu dengan cara yang salah. Perspektif ini juga banyak dianut oleh masyarakat kita di negeri ini. Namun dalam perspektif masyarakat muslim yang taat, bagaimanapun juga pornografi itu kurang baik bagi orang dewasa sekalipun, dan sangat terlarang bagi anak-anak dibawah umur. Perbedaan perspektif ini juga menjadi masalah tambahan bagi penanganan masalah pornografi ini.

Sebagian kalangan juga membedakan antara pornografi dan sex education (pendidikan seks). Pornografi adalah yang bersifat eksploitatif, sementara sex education adalah yang bersifat edukatif. Kebanyakan orang saya rasa juga belum benar-benar memahami perbedaan diantara keduanya, karena bisa jadi garis pemisahnya juga tipis.

Terlepas dari berbagai perspektif dan wacana mengenai pornografi, saya berpendapat bahwa kita harus bersikap tegas terhadap pornografi. Dan sarana yang paling efektif untuk itu adalah peraturan dan para penegak peraturan tersebut. Sepertinya memang tidak ada cara lain bagi pemberantasan pornografi kecuali penyikapan yang tegas terhadapnya. Jangan lagi berkutat dengan debat-debat dan silat lidah, karena saya yakin hati kecil para pendukung pornografi pun sebetulnya mengakui bahwa pornografi itu kurang baik (sayangnya hasrat hati mereka telah mengalahkan hati kecil mereka).

Penguasa harus memberangus segala bentuk materi pornografi, agar materi-materi tersebut tidak sampai hadir menyapa masyarakat. Jika ini tidak dilakukan, apakah kita akan berkata kepada setiap orang,”Hindari pornografi”, sementara materi-materi pornografi itu senantiasa menyapa setiap orang dalam keseharian mereka. Apakah kita akan menyodorkan sebuah majalah khusus orang dewasa kepada seseorang sembari berkata kepadanya,”Jangan membacanya!” Siapa yang akan mampu melakukannya, sementara hal yang sangat menarik ada dihadapannya?

Karena itu, RUU Pornografi harus sepenuhnya kita dukung untuk segera disahkan menjadi UU yang mengikat semua orang di negeri ini. Mengapa RUU tersebut begitu sulit untuk diloloskan? Apakah karena kebanyakan masyarakat kita memang sudah benar-benar keranjingan dengan pornografi? Padahal, saya yakin materi RUU tersebut belum sampai pada batasan-batasan yang islami, namun baru sebatas sopan semata. Saya yakin RUU tersebut tidak sampai melarang seorang wanita menampakkan rambutnya (yang itu dilarang dalam Islam), dan paling-paling hanya melarang seorang wanita untuk memperlihatkan bagian-bagian intim tubuhnya. Jika hanya sebatas itu, mengapa sulit amat sih? Jika yang begini saja kita masih sulit, kapan kita siap untuk menerapkan aturan-aturan Islam dalam kehidupan ini?

Komentar»

1. yanti - 1 November, 2008

Semangat… Sekarang waktunya membantu pelasanaan Undang-undang ini dengan cara yang ma’ruf dan sikap yang akhlaqul kharimah… agar perjuangan mengundangkannya yang telah menghabiskan banyak waktu tenaga dan biaya tidak sia-sia…
Semangat!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: