jump to navigation

Berlatih dan Berlatih… Anda Pasti Bisa! 3 September, 2008

Posted by abdurrosyid in Olahraga dan Kesehatan.
Tags: , , , , , , , , , , , ,
trackback

Alhamdulillah, sebelum memasuki Ramadhan 1429 Hijriyah, saya sudah mencapai kemajuan yang pesat dalam olahraga renang. Beberapa teknik yang sebelumnya sulit untuk saya lakukan akhirnya bisa saya lakukan dengan cukup baik, seperti berbalik (turn) dengan metode balikan terbuka (open turn) dan metode balikan jungkir balik (flip turn). Dan yang membuat saya semakin gembira, saya sudah menambah perbendaharaan gaya renang saya: gaya kupu-kupu.

Awalnya semua terasa sulit untuk dilakukan. Berkali-kali saya mencoba melakukan balikan. Tetapi saya tidak kunjung bisa melakukannya, terutama flip turn. Tapi saya tidak mengenal kata menyerah. Saya baca ulang buku pintar saya “Berenang Tingkat Mahir’ pada Bab ‘Berputar’. Lalu saya unduh dari You Tube beberapa video tutorial yang bagus tentang balikan, terutama flip turn. Saya cermati dengan sungguh-sungguh apa saja kira-kira key points-nya. Setelah saya merasa telah mendapatkannya, saya tahu bahwa saya tidak akan pernah bisa melakukannya jika saya tidak mencobanya.

Maka saya pun mencoba di kolam renang. Awalnya masih sulit. Tapi saya tidak menyerah. Saya terus mencoba, mencoba, dan mencoba. Setiap kali belum berhasil atau belum sempurna, saya selalu berpikir keras: dimana kira-kira letak kesalahan saya. Lalu saya mencoba lagi, mencoba lagi, dan mencoba lagi. Akhirnya, I got it. Saya mampu melakukannya dengan cukup baik, alhamdulillah. Saya pun sadar, bahwa kunci utama untuk bisa adalah gabungan antara teori, mencoba dan berusaha.

Dalam berlatih berbalik, kesulitan utama saya pada mulanya adalah bagaimana berputar dengan sempurna. Ternyata, key point-nya adalah kita harus terlebih dulu menarik kedua lengan kita ke samping badan, baru kemudian berputar dengan cepat disertai akselerasi. Kesulitan lainnya adalah tidak bisa menemukan dan menjejak tembok kolam. Ternyata, key point-nya adalah jarak. Kita harus melakukan balikan pada jarak yang cukup dekat dengan tembok. Sesudah kaki kita bertemu dengan tembok, luruskanlah kedua tangan keatas kepala, membentuk posisi badan streamline.

Yang lebih menarik lagi adalah bagaimana saya belajar renang gaya kupu-kupu. Sebelumnya, sudah sejak lama saya membiasakan diri melakukan gerakan kaki lumba-lumba (dolphin kick). Gerakan kaki ini merupakan salah satu elemen penting dalam gaya kupu-kupu. Setelah itu saya mencari-cari tahu bagaimana gerakan tangan dalam gaya kupu-kupu. Sepertinya mudah. Yang menjadi sulit bagi saya adalah mengkombinasikan antara gerakan kaki, gerakan tangan, dan gerakan pinggul. Tidak ada cara lain bagi saya kecuali satu: mencoba dan mencoba. Setelah beberapa kali mencoba, saya mendapatkan iramanya. Tetapi saya masih mendapati masalah yang cukup serius: bagian bawah tubuh saya rasanya selalu tenggelam.

Saya pun berpikir keras mengapa demikian, sembari terus mencoba dan mencoba. Akhirnya, I got it! Ternyata, key point-nya adalah terangkatnya pinggul bersamaan dengan masuknya kedua lengan kedalam air. Dengan terangkatnya pinggul, posisi tubuh akan bisa tetap streamline, alias bagian bawah tubuh tidak lagi tenggelam.

Bercermin dari pengalaman ini, saya semakin yakin bahwa dengan berlatih dan terus berlatih, kita pasti akan bisa. Tidak ada yang tidak mungkin, jika kita terus berusaha.

Komentar»

1. Moch. Misbakh - 15 September, 2008

Wah, saya juga baru sebulan ini serius berlatih renang mas.
Baru di bulan puasa ini terasa sempurna ilmu renang saya.

Biar umur saya sudah tidak muda lagi, seperti istilah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Ngomong2, saya tidak takut batal, puasa2 maing renang. Biar pahalanya Tuhan sendiri yang menghitung.

Silakan diterusin mas, cerita renangnya.

2. Mutia - 8 Oktober, 2008

Assalamualaikum..
ana akhwat dri banda aceh..syukron info ttg renangnya,,
ckp mMbantu,krna beberapa hri Lg sy akan memulai mengajar renang utk anak2..
nMun hingga detik ini sy msh belum yakin berenang di kolam yg dalam,,krn trauma kejadian tenggelam dulu..
sy mau tanya,,gmn gerakan kaki agar kita ttp statis di kolam yg dalam dan tdk tenggelam…
mmmh,,afwan ana jg ckp bnyak mMbaca profil anta,,
hukum renang utk akhwat gmN dLm pandangan islam..
jaZAKALLoh

3. abdurrosyid - 12 Oktober, 2008

Untuk Mas Misbakh:
Tetap semangat, Mas. Olahraga renang itu bagus, dan bahkan dianjurkan secara eksplisit oleh Nabi. Dan, tidak boleh ada kata terlambat. Kita tidak pernah boleh berhenti belajar sampai maut menjemput kita… Semoga sukses, Mas.

Untuk Saudariku Mutia:
Satu hal yang harus anti buang jauh-jauh: takut terhadap air. Internalisasikan dalam diri bahwa air itu sangat menyenangkan. Jika anti kesulitan menanamkan perasaan tersebut, buktikan! Dan anti akan merasakannya.
Saya memahami bagaimana jika kita trauma. Agak sulit memang. Tapi, menurut saya, cara terbaik untuk menghilangkan trauma tersebut adalah dengan membuktikan di lapangan bahwa trauma kita itu kini tidak lagi beralasan.
Dan kalau anti berenang di kolam, saya rasa tidak ada kolam yang dalam. Kolam terdalam yang saya tahu adalah 200 cm. Memang tubuh kita akan tenggelam disana, namun dengan gerakan pegas ala Michael Phelps, kita akan bisa meloncat-loncat dari dasar kolam ke atas permukaan air untuk mengambil nafas.
Cara lainnya adalah mendayung universal. Ini yang mungkin anti maksud sebagai terapung statis. Teorinya: gerakkan kedua tangan dan kedua kaki seminimal dan serileks mungkin, yang penting tetap bisa terapung di air. Makin rileks dan makin efisien berarti semakin bagus.
Dan level yang harus anti dan kita semua capai adalah menjadikan terapung di air sebagai default tubuh kita. Kalau kita nyemplung ke air, sudah pasti -bi idznillah- kita terapung. Jadi, kita berenang bukan agar terapung, akan tetapi untuk mencapai jarak yang jauh dengan waktu yang secepat-cepatnya. Persis seperti sebuah torpedo.
Saran saya, sebelum berenang di sebuah kolam, jelajahi dulu keseluruhan kolam. Berjalanlah ke seluruh luasan kolam, termasuk bagian yang paling dalam. Dengan demikian, anti akan yakin akan keadaan kolam.
Berenanglah ke bagian yang terdalam, lalu menyelamlah sampai menyentuh dasar kolam. Telentangkan tubuh anti disitu (ya, di dasar kolam itu). Itu insyaallah akan membuat anti akrab dengan kolam tersebut, dan tidak lagi takut. Sebaliknya, anti akan menyukai kolam tersebut.
Mengajar anak-anak berenang? Tentu sangat menyenangkan ya..
Saran saya, nggak usah tergesa-gesa dalam mengajarnya. Dalam buku Penjaskes pun pasti sudah ada materinya secara mendetail, step by step mulai dari yang paling dasar.
Yang pertama-tama harus dilakukan adalah membuat anak-anak tersebut menyukai dan mencintai air dan kolam renang. Hingga anak-anak itu tidak lagi gugup dan takut dengan air. Jika itu sudah, insyaallah berikutnya lancar.
Sukses selalu untuk Ukhti Mutia.

4. abdurrosyid - 12 Oktober, 2008

Hukum renang bagi akhwat (muslimah) sudah pasti boleh. Bahkan dianjurkan, sesuai dengan keumuman hadits Nabi: ‘Ajarilah anak-anak kalian (auladakum) berenang, memanah, dan menunggang kuda.’ Aulad (jamak dari walad) itu umum, meliputi anak laki-laki dan juga anak perempuan.
Apalagi, berenang menurut para pakar kesehatan sangat bagus untuk kesehatan dan kebugaran, yang mana menjaga kesehatan dan kebugaran adalah hal baik yang dianjurkan (amal shalih).
Yang kemudian bisa mengubah hukumnya adalah bagaimana pelaksanaannya. Jika disertai dengan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan syariat, seperti terbukanya aurat didepan yang tidak berhak memandangnya, ikhtilath, dsb, itulah yang kemudian menjadikannya tidak boleh.
Dengan demikian, jika kita bisa menjaga aturan-aturan syariat, hukum renang kembali kepada hukum asalnya, yaitu boleh (bahkan dianjurkan).
Wallahu a’lamu bish shawab.

ranti - 7 Oktober, 2009

mu tanya,,,,,kalau belum prnah mencoba renang ,,terus ingin bisa,,apakah belajar sendiri dulu/langsung privat renang,,,makasih…anak SMA 17 TH

5. Miftahul - 12 November, 2009

Assalamu’alaikum

Salam kenal ^_^ uda lama ni sy ga renang coz belum ketemu kolam renang khusus cowo hehe.. selain itu, klo mo renang di kolam renang biasa jg ga boleh pake kaos sih hh..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: