jump to navigation

Pentingnya Tidur Tepat Waktu 6 April, 2008

Posted by abdurrosyid in Olahraga dan Kesehatan.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Tadi pagi saya bermain futsal. Kira-kira 45 menit permainan berjalan, saya merasakan sesuatu. Tubuh saya serasa mulai goyah. Saya pun terpaksa mengurangi pergerakan dan bahkan mundur ke belakang, berharap bisa sambil memulihkan kondisi tubuh. Ini sesuatu yang tidak biasa saya alami. Jangankan sekadar futsal, bermain sepakbola secara agresif dalam waktu yang cukup lama pun saya sudah terbiasa dan tidak pernah merasa tidak kuat. Tapi tadi pagi saya betul-betul heran: bagaimana mungkin hanya bermain futsal saja kok tubuh saya sudah merasa tidak kuat.

Akhirnya, saya pun bisa menebak penyebabnya. Beberapa hari terakhir, saya selalu terlambat berangkat tidur. Sering-sering, jam 12 malam baru mulai tidur. Saya yakin, inilah penyebabnya mengapa kondisi fisik saya jadi drop.

Saya jadi teringat pada anjuran Rasulullah untuk segera tidur selepas sholat Isya’. Dengan begitu, kita jadi mudah untuk bangun malam (melakukan sholat malam) lalu bangun tidur sebelum adzan shubuh dalam keadaan bugar. Saya rasa, ini terkait dengan karakter metabolisme tubuh kita, yang dipengaruhi oleh aspek waktu. Maksud saya, tidur tidak hanya berkaitan dengan berapa lama kita melakukannya, tetapi juga kapan kita melakukannya. Tidur dikatakan baik jika dilakukan dalam durasi yang cukup dan pada waktu yang tepat.

Pengalaman saya, kalau saya tidur larut maka bukan berarti saya bisa mengurangi jam tidur saya, karena ternyata tubuh saya meminta ganti atas jatah tidur saya yang hilang. Jika saya mulai tidur jam 2 dini hari, tidak ayal lagi, selepas shubuh tubuh saya pun menuntut untuk minta tambahan jam tidur. Akhirnya ya sama saja. Seolah-olah saya hanya menggeser waktu tidur saja, dan bukan menguranginya. Karena itu saya jadi berpikir apa untungnya tidur terlalu larut. Nggak ada untungnya…

Saya pun berkesimpulan bahwa memulai tidur tepat waktu adalah hal yang terbaik. Alasannya, sehabis shubuh saya tidak lagi perlu tidur lagi karena durasi tidur saya sudah cukup. Disamping itu, saya juga jadi lebih mudah bangun malam untuk sholat malam maupun bangun tidur sebelum adzan shubuh. Dan yang lebih penting, saya bisa tidur pada alokasi waktu yang tepat, yang mendukung kesempurnaan metabolisme tubuh saya. Sehingga, kondisi fisik saya pun bisa terjaga: tubuh bisa selalu bugar.

Sebelum ini pun saya sudah sering mendengar rumor tentang tidak baiknya tidur larut. Teman-teman saya sepermainan sepakbola sering bilang bahwa orang yang sering tidur larut tidak akan kuat fisiknya ketika bermain sepakbola. Sekarang, saya sepertinya harus mengakui bahwa itu bukan sekadar rumor, tapi suatu fakta yang benar adanya. Kalau sering tidur larut, kondisi fisik kita jadi payah…

Akhir kata, saya bertekad untuk sebisa mungkin berangkat tidur tepat waktu, kecuali kalau terpaksa…

Iklan

Komentar»

1. Nietha - 4 Oktober, 2009

menurut survey tidur itu nggak brdasarkan waktunya tapi berdasarkan kualitasnya ya. .

2. Boci - 19 Maret, 2010

Lw chiank,q cm tdr 15 mNit loh..

3. luluk muthoharoh - 2 Desember, 2013

sebaiknya tidur jngan kurang dari 6 jam. karena semakin banyak waktu yg kita gunakan untuk tidur, semakin menjadikan kita malas 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: