jump to navigation

Melintasi Kampung Muslihat 3 Desember, 2007

Posted by abdurrosyid in Sajak-sajakku.
Tags: , , ,
trackback

Aku tak tahu. Tiba-tiba saja aku berada. Di tepian kampung yang penuh misteri. Yang membuatku mengerutkan dahi. Dan menarik kuat rasa keingintahuanku.

Lamat-lamat kudekati kampung itu. Dan kumasuki kampung itu sejengkal demi sejengkal. Kulihat didalamnya penuh dengan tipuan. Di tangan para penyihir dan tukang sulap. Yang amat piawai menciptakan berbagai muslihat.

Terkadang aku terkecoh oleh tipuan-tipuan itu. Namun bersyukur aku segera tersadar. Kala itu aku menjadi sadar. Bahwa aku harus lebih waspada.

Kini aku telah berada di tengah-tengah kampung ini. Kusaksikan dengan mata kepalaku sendiri. Setiap orang yang memasuki kampung ini. Tidak mungkin tinggal kekal didalamnya. Cepat atau lambat semuanya akan terusir. Melewati batas akhir kampung ini.

***

Aku mendengar… Ada beberapa musafir datang ke kampung ini. Ia berniaga bersama para penduduknya. Untuk mendapatkan sampah-sampah kampung. Yang telah disulap oleh para penyihir. Menjadi untaian emas dan permata.

Ada pula katanya… Beberapa musafir yang memasuki kampung ini. Ia bertarung melawan para tukang sihir. Yang berusaha menyulap emas dan permata. Menjadi ranting-ranting pohon yang penuh duri.

***

Telah sampai kabar ke telingaku. Tentang nasib para musafir. Yang terusir dari batas akhir kampung ini. Hanya saja aku belum melihat mereka. Dengan mata kepalaku sendiri.

Kabar itu mengatakan bahwa disana. Emas dan permata telah kembali menjadi sampah. Dan ranting-ranting berduri kembali lagi menjadi emas permata. Karena disana tidak ada penyulap dan tukang sihir.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: