jump to navigation

Mainanku yang Hilang 28 November, 2007

Posted by abdurrosyid in Sejauh Aku Melangkah.
Tags: , , , , ,
trackback

Lain ladang lain belalang, lain masa lain pula mainannya. Kalau saya lihat, anak-anak sekarang ini sukanya bermain playstation, game komputer, dan berbagai macam mainan siap pakai buatan pabrik. Semuanya serba instan dan serba praktis. Kebanyakan permainan itu membuat anak-anak semakin manja, kekurangan mobilitas dan bahkan kekurangan kreativitas. Lho kok?

Anak-anak sekarang lebih suka duduk manis berjam-jam untuk main playstation atau game komputer daripada harus melakukan permainan di ruang bebas. Akibatnya, badan jadi kurang gerak. Berbeda dengan masa kecil saya. Ketika itu, diantara permainan-permainan yang sangat saya sukai adalah main benteng-bentengan (di tempat saya disebut dengan beteng-betengan), petak umpet, perang-perangan, pedang-pedangan, tembak-tembakan, gobak sodor, srigendem, sogok-sogokan dan semacamnya. Semua jenis permainan tersebut menuntut kita untuk banyak bergerak, berlari dan meloncat. Walhasil, jadilah kita anak yang tubuhnya atletis (maksudnya tidak gemuk) dan kulitnya agak gelap (karena saking seringnya berada dibawah terik matahari). Saya sendiri, kata ibunda, sewaktu kecil punya kulit yang kuning bersih, tetapi karena banyak mblayang (bahasa Lamongan yang berarti banyak bermain di ruang bebas) akhirnya kulit pun jadi berwarna tua alias sawo yang matang sekali.

Anak-anak zaman sekarang juga tidak perlu susah-susah membuat berbagai macam mainan karena segala macam pilihan mainan siap jadi bisa mereka pilih sesuka hati di toko-toko mainan. Padahal waktu saya masih kecil, banyak sekali macam-macam mainan yang dibuat dengan tangan sendiri. Ada kapal-kapalan dan pesawat-pesawatan (montor muluk alias montor mabur) dari kertas, orang-orangan dari tanah liat, senapan dari kayu, dan sebagainya. Semuanya menuntut kemampuan kita untuk berkreasi.

Namun kini zaman sudah berubah dan masa telah berganti. Hampir semua jenis mainan di masa kecil saya itu sudah tidak bisa kutemukan. Mainan-mainanku itu telah hilang. Yang ada hanya tinggal ceritanya saja.

Komentar»

1. fuad hanif h - 18 Desember, 2007

Hehehe…aq jadi ingat mainan-mainanku dulu, ya sama seperti itu. Tapi sekarang hilang ditelan masa, berganti mainan yang instan, kurang mendidik, bahkan banyak nilai negatifnya. Ayo..hidupkan kembali mainan tempoe doeloe, benteng2an, bentek, dsb.

2. abdurrosyid - 24 Desember, 2007

Hmmm… betul sekali tuh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: