jump to navigation

Cobaan Itu Bernama Kehilangan 22 Mei, 2007

Posted by abdurrosyid in Esai-esai Kehidupan.
Tags: , , ,
trackback

Setiap orang di dunia ini pasti pernah merasa kehilangan. Mulai dari kehilangan barang-barang kecilnya, barang-barang mahalnya, sampai kehilangan orang-orang yang paling ia cintai. Bahkan tidak bisa disangkal, kehilangan adalah salah satu bentuk cobaan yang paling berat. Kita semua pasti tidak asing dengan firman Allah,”Dan sungguh Kami pasti akan menguji kalian dengan rasa takut, rasa lapar, dan kehilangan harta benda, jiwa serta buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata,’Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya pulalah kami akan kembali”.

Apakah kita memiliki sesuatu di dunia ini? Tidak. Semua yang kita miliki sejatinya adalah milik Allah. Kekayaan, anak, orangtua, suami, istri dan apapun yang kita akui sebagai milik kita pada dasarnya adalah kepunyaan Allah. Bukankah kita dulu terlahir di dunia ini tanpa membawa apa-apa, meskipun hanya sehelai benang? Allah sengaja menitipkan banyak hal dalam genggaman kita, untuk menguji kita atas titipan-titipan tersebut.

Memang, yang namanya kehilangan itu terasa berat, menyedihkan dan bahkan menyayat hati. Akan tetapi, dengan itu barangkali Allah hendak memuliakan seorang hamba. Seorang mukmin harus yakin bahwa apapun yang Allah kehendaki atas dirinya adalah yang terbaik baginya. Tentu saja dalam pandangan Allah, Dzat Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

Seringkali seseorang yang kehilangan bergumam dalam hatinya,”Mengapa Allah menghendaki hal ini atas diriku?” “Mengapa Allah melakukan hal ini atas diriku?” “Mengapa Allah mengambilnya dariku?” Pertanyaan-pertanyaan seperti itu biasanya secara spontan mengemuka dalam hati seseorang yang baru saja kehilangan. Sesuatu yang barangkali manusiawi. Ya, sangat manusiawi. Namun, seorang mukmin jangan pernah berburuk sangka kepada Allah. Ia harus sadar dan memahami bahwa Allah pasti menghendaki yang terbaik bagi semuanya.

Kita harus bisa bersikap ridha ketika Allah mencabut sesuatu dari dekapan kita. Ridha dengan apapun yang Allah kehendaki merupakan maqam yang sangat tinggi dalam perjalanan seseorang untuk mendekat kepada Tuhannya. Betapa tidak! Alangkah mulianya seorang hamba yang senantiasa ridha dengan segala yang Allah berikan kepadanya. Dengan segala yang Allah kehendaki atas dirinya.

Terakhir, kita mesti ingat bahwa syetan adalah musuh abadi manusia. Ia senantiasa membisiki seseorang ketika habis kehilangan,”Seandainya kamu tidak kehilangan”. Demikianlah syetan terus menghembus-hembuskan kata-kata “seandainya” dan “andai saja”. Ia mencoba mengajak manusia untuk menentang dan tidak menerima kehendak Allah. Ia suka jika ada seorang manusia yang berburuk sangka kepada tuhannya, atau bahkan mengolok-olok tuhannya. Semoga Allah menggolongkan kita kedalam hamba-hamba-Nya yang tabah dan sabar, dan dengan itu Allah berkenan mengangkat derajat kita di sisi-Nya. Amin.

Komentar»

1. Mc Attack - 23 April, 2008

Baru kehilangan sesuatu ya Mas?

2. abdurrosyid - 23 April, 2008

Ya, tapi sudah lama. Setiap orang juga pasti pernah kehilangan kan?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: