jump to navigation

Tidak Ada yang Tidak Bisa 3 April, 2007

Posted by abdurrosyid in Olahraga dan Kesehatan.
Tags: ,
trackback

Sebagaimana kebanyakan anak, semenjak kecil saya sudah biasa bermain sepakbola. Hanya saja, kemampuan saya bersepakbola tidak terlalu istimewa. Biasanya kalau bermain, saya hanya bisa berlari kesana-kemari dan jarang dapat bola. Kalaupun dapat bola, biasanya saya tidak bisa menguasai bola dalam waktu yang cukup lama. Dapat bola ya langsung saya tendang lagi ke pemain yang lain. Demikian pula saya kurang pandai mengontrol bola. Kalau menghentikan bola seringkali bolanya lewat begitu saja atau memantul terlalu jauh. Pendek kata, nggak lihai begitulah.

Tapi saya tidak pernah menyerah. Saya bertekad bahwa saya harus bisa bermain bola dengan bagus. Akhirnya berbagai cara pun aku lakukan untuk itu. Mulai dari membaca berbagai literatur tentang ‘ilmu sepakbola’, melihat pertandingan sepakbola di layar televisi, berlatih dengan game sepakbola, menggenjot latihan fisik, sampai berlatih sendirian di tengah lapangan, berteman rerumputan saja. Demikian pula, saya hampir tidak pernah absen dari latihan. Itu saya lakukan dalam waktu yang cukup lama.
Akhirnya, seorang teman saya suatu ketika berkomentar,”Sekarang kemampuanmu telah jauh berkali-kali lipat lebih baik daripada yang kulihat dahulu”. Begitulah sobat, tidak ada yang tidak bisa, dan tidak ada yang tidak mungkin, dengan izin Allah Ta’ala. Jika kita mengokohkan tekad dan berusaha dengan sungguh-sungguh, insya Allah kita bisa.

Komentar»

1. Guntar - 3 April, 2007

Nah, yg repot tu adl menggenjot motivasi supaya terus mau berlatih dan berlatih. Apalagi dlm berolahraga, di sana kan pasti ada kejadian memar, luka, keseleo, minimal linu2. Tantangannya adl bagaimana menjadikan ikhtiar kita terus terjaga. Exercise yg perlu dilakukan bukan hanya pada fisik, tapi juga pikiran (dan hati). Krn motivasi dimulai dari dorongan yg kuat dari hati. Bagaimanakah caranya? ada tips?🙂

2. rasyid - 3 April, 2007

yup maju terus pantang mundur…!! salam kenal mas

3. abdurrosyid - 4 April, 2007

Buat Mas Guntar: Memang betul. Semua harus ada kemauan kuat. Salah satu cara untuk pelihara kemauan kuat adalah cari temen. Kalo ada temennya, semangat deh untuk latihan. Tapi, yang paling asasi tetap dorongan dari dalam diri kita sendiri. Artinya, kalo lagi nggak ada temen ya tetap jalan terus lah. Seperti cerita saya, berlatih sendirian di tengah lapangan.
Buat Mas Rasyid: Salam kenal juga, Saudaraku yang baru. Kebetulan namanya mirip juga nih🙂.

4. khairi - 2 Oktober, 2007

seperti kata orang bijak, sebuah perjalanan panjang dimulai dari satu langkah! saya doain sukses sampai puncak mas

5. abdurrosyid - 9 November, 2007

He he he. Amin. Sebetulnya kalau sepakbola sih sekadar amatiran, tapi yang penting tetap diniati sebagai ibadah dan amal yang shalih. Insyaallah bernilai baik di sisi Allah.

6. fuad hanif h - 11 Desember, 2007

Mas rosyid kapan lagi nih main futsal di kampung? saya jadi rindu. Eman banget mereka jarang pake’. Padahal kan udah disediakan bola n gawangnya…(2 hari tuh lembur buat gawang hehe…biaya sendiri lagi!)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: