<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Abdur Rosyid's Blog</title>
	<atom:link href="http://abdurrosyid.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abdurrosyid.wordpress.com</link>
	<description>Maju Terus, Tak Kenal Mundur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 07:08:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='abdurrosyid.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Abdur Rosyid's Blog</title>
		<link>http://abdurrosyid.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://abdurrosyid.wordpress.com/osd.xml" title="Abdur Rosyid&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://abdurrosyid.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jejaring Sosial, Blogging, dan Fenomena Kultwit</title>
		<link>http://abdurrosyid.wordpress.com/2011/04/07/jejaring-sosial-blogging-dan-fenomena-kultwit/</link>
		<comments>http://abdurrosyid.wordpress.com/2011/04/07/jejaring-sosial-blogging-dan-fenomena-kultwit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 04:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdurrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aku Suka Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdurrosyid.wordpress.com/?p=820</guid>
		<description><![CDATA[Makin hari jejaring sosial makin banyak digemari dan digandrungi. Di ranah dunia maya, tren baru ini memunculkan beberapa efek samping. Salah satunya adalah menurunnya popularitas blogging. Kalaupun tidak menurun, barangkali adalah hambatan pada pertumbuhannya. Asumsikan pertumbuhan blogging diprediksi memiliki gradien 30 derajat jika demam jejaring sosial tidak pernah terjadi seperti hari ini. Setelah demam jejaring [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=820&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Makin hari jejaring sosial makin banyak digemari dan digandrungi. Di ranah dunia maya, tren baru ini memunculkan beberapa efek samping. Salah satunya adalah menurunnya popularitas blogging. Kalaupun tidak menurun, barangkali adalah hambatan pada pertumbuhannya. Asumsikan pertumbuhan blogging diprediksi memiliki gradien 30 derajat jika demam jejaring sosial tidak pernah terjadi seperti hari ini. Setelah demam jejaring sosial terjadi seperti hari ini, pertumbuhan blogging pun tidak bisa mencapai gradien 30 derajat sebagaimana diprediksikan.</p>
<p>Saya teringat masa-masa ketika blogging mulai populer. Waktu itu jejaring sosial belum terlalu populer. Orang-orang pun mulai berlomba-lomba membuat blog dengan memanfaatkan layanan-layanan blogging gratis macam Blogger dan WordPress. Budaya blogwalking pun semakin populer. Seorang blogger berusaha untuk mengunjungi blog orang lain lalu memberikan komentar, dengan harapan si pemiliki blog itu akan juga mengunjungi blognya. Posting-posting yang ada dalam jutaan blog pun ramai dengan komentar-komentar para pengunjung.<span id="more-820"></span></p>
<p>Namun ketika masyarakat terjangkit demam jejaring sosial, blog-blog pun sepi komentar. Orang-orang lebih suka berkomentar di jejaring sosial daripada menulis komentar di blog orang lain. Korban lain dari popularitas jejaring sosial, menurut saya, adalah situs-situs diskusi (forum). Cukup banyak situs-situs diskusi yang dibangun dengan PHPBB atau yang lainnya menjadi sepi setelah orang-orang lebih memilih &#8220;berdiskusi&#8221; di situs-situs jejaring sosial. Padahal kalau mau jujur, berdiskusi di situs-situs diskusi sebenarnya lebih enak karena disana sudah disediakan &#8220;kamar-kamar khusus&#8221; untuk berbagai macam topik diskusi. Kelihatan lebih rapi dan lebih enak untuk diikuti.</p>
<p>Kegandrungan masyarakat pada jejaring sosial juga menyebabkan masyarakat lebih memilih dan sudah merasa puas bisa meng-update status dan tweet ketimbang mem-post tulisan di blog alias blogging. Memang menulis status dan tweet terasa lebih mudah daripada menulis di blog. Hampir semua orang bisa menulis status dan tweet, tapi tidak semua orang bisa atau cukup percaya diri untuk menulis sesuatu di blog. Blogging menuntut keterampilan yang lebih.</p>
<p>Masalahnya kemudian para blogger seolah-olah ikut-ikutan demam jejaring sosial dan mengucapkan selamat tinggal pada blogging. Dulunya rajin menulis di blog, kini blognya jadi terlantar. Menurut saya sih, semestinya para blogger tetap bisa konsisten ber-blogging ria, seraya tetap ikut menikmati jejaring sosial.</p>
<p>Ada yang mengatakan bahwa turunnya tren blogging disebabkan oleh masih sangat rendahnya budaya baca masyarakat. Mereka lebih suka membaca status-status pendek atau ocehan-ocehan (baca: tweets) daripada tulisan lebih panjang yang ada di blog. Akibatnya, para blogger pun jadi ikut terpengaruh dan &#8220;mengalah&#8221;. Para blogger jadi berpikir, &#8220;Kalau memang masyarakatnya kurang suka baca blog dan lebih suka jejaring sosial, ya udahlah kita nulis di jejaring sosial aja. Daripada nulis tapi gak dibaca.&#8221; Akhirnya, seorang Goenawan Muhammad pun terpaksa harus rela mau ber-kultwit dan membiarkan blognya sepi.</p>
<p><strong>Fenomena Kultwit</strong></p>
<p>Sekarang ini malah muncul satu tren baru yang namanya kultwit, singkatan dari &#8216;kuliah twitter&#8217;. Kultwit ini adalah serentetan tweet yang bersambung, dan membentuk satu kesatuan cerita. Biasanya diberi nomor urut, mulai dari nomor 1. Sebuah kultwit bisa saja panjangnya sampai 30 nomor.</p>
<p>Mungkin banyak orang bertanya, daripada menulis kultwit mengapa tidak menulis di blog? Dibanding blog, kultwit terlihat terlalu kaku. Setiap paragraf hanya dibatasi 140 karakter saja. Seringkali transisi antar paragraf (baca: antar tweet) terlihat kurang serasi. Kalimat-kalimat dalam kultwit sulit membentuk satu tulisan utuh dengan alur yang mengalir enak layaknya air. Kecuali jika Anda seorang Goenawan Muhammad, yang menurut saya, kultwit-kultwitnya menyerupai sebuah prosa puitis.</p>
<p>Ini saya kopi dari Kompas.com. Ada yang menulis begini: &#8220;Karena nulis blog harus memperhatikan beberapa aspek : 1. Rangkaian kata dan kalimat. 2. Tingkat informativitas. 3. Tata bahasa. 4. Kerapihan. 5. Kevalidan informasi. 6. dll.  Sedangkan nge-tweet, cuma harus memperhatikan : 1. Tingkat kenarsisan. 2. Subyek narsis. 3. Predikasi narsis. 4. Obyek narsis.  wakakakakakakaka.&#8221;</p>
<p>Karena itu, ada yang mengatakan bahwa kultwit itu ditujukan untuk masyarakat kebanyakan, sifatnya populer. Sedangkan blog ditujukan untuk masyarakat yang lebih intelek, sifatnya lebih eksklusif. Apa benar begitu?</p>
<p>Yang jelas, kekurangan yang lain dari kultwit adalah, bertumpuknya bagian-bagian kultwit dengan tweet-tweet lain pada timeline. Orang yang tidak mengikuti kultwit dari awal juga bisa &#8216;tidak nyambung&#8217; atau &#8216;harus membaca dari belakang ke depan&#8217;. Meski memang akhir-akhir ini sudah mulai bermunculan aplikasi pihak ketiga yang bisa merapikan kulwit &#8211; memisahkan dan mengurutkannya &#8211; sehingga lebih enak untuk dibaca.</p>
<p>Karena itu banyak orang menyarankan, daripada menulis kultwit mengapa tidak menulis di blog saja dengan seekspresif mungkin tanpa banyak batasan-batasan, lalu link-nya di-publish di jejaring sosial. Lebih enak kan? Tapi memang yang namanya tren itu seringkali sulit dilawan. Sekarang memang lagi trennya jejaring sosial. Ketika Twitter sedemikian digemari dan dipuja-puja, segala yang berbau Twitter &#8211; termasuk kultwit &#8211; dianggap lebih keren.</p>
<p>Bagaimana pendapat Anda?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdurrosyid.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdurrosyid.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdurrosyid.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdurrosyid.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdurrosyid.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdurrosyid.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdurrosyid.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdurrosyid.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdurrosyid.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdurrosyid.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdurrosyid.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdurrosyid.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdurrosyid.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdurrosyid.wordpress.com/820/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=820&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdurrosyid.wordpress.com/2011/04/07/jejaring-sosial-blogging-dan-fenomena-kultwit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a07d41286b9f4df5cb40314dff114a89?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dakwah di Media: Peluang dan Tantangannya</title>
		<link>http://abdurrosyid.wordpress.com/2011/03/15/dakwah-di-media-peluang-dan-tantangannya/</link>
		<comments>http://abdurrosyid.wordpress.com/2011/03/15/dakwah-di-media-peluang-dan-tantangannya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 01:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdurrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pokoknya Ada Saja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdurrosyid.wordpress.com/?p=808</guid>
		<description><![CDATA[Dakwah adalah aktivitas yang baik. Lebih dari itu, dakwah adalah aktivitas yang sangat mulia, bahkan paling mulia. Wa man ahsanu qawlan min man da&#8217;aa ilallah &#8216;Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah, menyeru kepada Allah&#8217;. Aktivitas yang baik harus dilakukan dengan cara yang baik, bahkan yang terbaik. Jika tidak, aktivitas yang baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=808&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dakwah adalah aktivitas yang baik. Lebih dari itu, dakwah adalah aktivitas yang sangat mulia, bahkan paling mulia. Wa man ahsanu qawlan min man da&#8217;aa ilallah &#8216;Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah, menyeru kepada Allah&#8217;.</p>
<p>Aktivitas yang baik harus dilakukan dengan cara yang baik, bahkan yang terbaik. Jika tidak, aktivitas yang baik itu akan dikalahkan oleh aktivitas yang buruk dan jahat. Seperti perkataan Ali bin Abi Thalib ra: &#8220;Kebaikan yang tidak dikelola dengan baik akan dikalahkan oleh keburukan dan kejahatan yang dikelola dengan baik.&#8221;</p>
<p>Saat ini kita melihat bahwa konten-konten dan seruan-seruan yang tidak baik terus disebarluaskan secara masif kepada masyarakat melalui berbagai macam media, baik media cetak, media elektronik, maupun media online. Nah, jika dakwah tidak kita lakukan dengan cara yang sama, kita semua tentunya khawatir bahwa setiap saat masyarakat kita hanya akan dicekoki oleh konten-konten dan seruan-seruan yang tidak baik, mengingat tingkat interaksi masyarakat kita dengan media sudah begitu tinggi. Betapa tidak, saat ini hampir setiap rumah punya pesawat televisi yang ditonton berjam-jam setiap hari. Saat ini masyarakat kita juga semakin akrab dengan internet. Apalagi, sekarang ini internet sudah masuk desa, dan ada banyak perangkat dan layanan semacam blackberry yang bisa dipakai dengan mudah untuk mengakses internet. Ini artinya, peluang untuk berdakwah di media sangatlah besar dan prospektif.<span id="more-808"></span></p>
<p>Namun di sisi lain, berdakwah di media memiliki tantangan-tantangan yang harus kita hadapi dan kita atasi. Untuk bisa berdakwah secara leluasa di radio atau televisi, idealnya kita harus punya stasiun sendiri. Kalau kita masih &#8216;nebeng&#8217; stasiun milik orang lain &#8211; yang tidak punya misi dakwah -, jangan harap kita bisa leluasa. Untuk mendapatkan slot taushiyah lima menit saja, kadang-kadang teramat sulit. Bisa-bisa kita malah harus bayar. Ironisnya, para pemilik stasiun itu amat royal untuk menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyiarkan konten-konten entertainment yang notabene kurang mendidik, seperti program musik, program infotainment, program komedi, dan sebagainya.</p>
<p>Kasus media cetak tidak jauh berbeda. Untuk minta slot artikel taushiyah atau konsultasi agama yang hanya satu kolom saja masih teramat sulit. Padahal pada saat yang sama kita mendapati banyak media cetak rela menghabiskan separuh atau bahkan satu halaman penuh hanya untuk memuat komik dan kartun komedi. Bahkan sangat banyak koran yang &#8216;mendedikasikan&#8217; satu halaman penuh hanya untuk memuat berita-berita selebritis!</p>
<p>Para pemilik media itu mungkin bukanlah satu-satunya  pihak yang bisa dipersalahkan. Perusahaan pemilik media itu kan punya misi bisnis. Sehingga ketika mereka melihat bahwa masyarakat kita amat gandrung dengan program-program hiburan, mereka pun memanfaatkannya. Harapannya tentu saja bisa menaikkan pendapatan dari iklan-iklan yang didapat atau dari naiknya oplah penjualan. Dalam hal ini, masyarakat kita juga salah. Salahnya adalah mengapa yang mereka gandrungi adalah program-program hiburan yang kurang mendidik itu.</p>
<p>Namun yang lebih salah lagi, menurut saya, adalah orang-orang yang prihatin dengan keadaan ini namun hanya berdiam diri, tidak berusaha untuk memiliki media sendiri. Padahal orang-orang seperti inilah yang bisa menyadari bahwa masyarakat tidak hanya perlu &#8216;dihibur&#8217; tetapi juga perlu &#8216;dididik&#8217;. Syukur-syukur jika bisa &#8216;dididik sekaligus dihibur&#8217;. Istilah kerennya: edutainment.</p>
<p><strong>Relijiusitas Sesaat</strong></p>
<p>Kadang saya juga gembira ketika di bulan Ramadhan, media massa menjadi lebih relijius. Konten-konten relijius menjadi semakin sering dimuat dan ditayangkan. Namun sayangnya relijiusitas itu hanya berlangsung sebulan. Begitu bulan Ramadhan usai, usai pulalah segala bentuk relijiusitas itu. Apakah seperti ini yang kita inginkan? Tentunya tidak.</p>
<p>Saya sedikit lebih terhibur ketika ada beberapa media yang mencoba menampilkan relijiusitas yang sifatnya lebih langgeng. Koran Republika misalnya, meskipun adalah media massa umum, namun konsisten mencetak beberapa halaman khusus setiap hari Jumat, yang kalau tidak salah mereka namai Buletin Jumat. Halaman-halaman khusus tersebut memuat konten-konten keagamaan yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan ketakwaan masyarakat.</p>
<p><strong>Perkembangan Terkini yang Menggembirakan</strong></p>
<p>Akhir-akhir ini saya menjadi gembira karena sudah mulai banyak bermunculan stasiun radio dakwah. Di Jawa Barat, Aa Gym punya Radio MQ. Di Jawa Timur ada Radio Sham FM. Dan tentunya masih banyak lagi radio dakwah yang lainnya, baik yang statusnya radio swasta ataupun radio komunitas. Radio-radio dakwah seperti ini sangat perlu kita perbanyak, agar setidak-tidaknya bisa mengimbangi banyaknya radio yang setiap saat hanya &#8216;ndangdutan&#8217;.</p>
<p>Saya lebih bergembira lagi karena ternyata sekarang ini sudah mulai ada televisi dakwah. Di Jawa Timur ada televisi lokal yang bernama TV9, miliknya Nahdhatul Ulama (NU). Kelompok keagamaan lain barangkali punya sentimen terhadap &#8216;Televisi NU&#8217; ini. Namun menurut saya, sentimen itu tidak perlu ada. Coba bayangkan, di tengah banyaknya stasiun-stasiun televisi hedonis, ternyata ada TV9 yang tentu saja memiliki konten yang jauh lebih islami. Ini tentu saja sangat perlu kita syukuri.</p>
<p>Di TV9, setiap pagi ada program film kartun islami. Kontennya subhanallah. Kadangkala mengangkat cerita-cerita anak shaleh, lain kali mengangkat kisah-kisah para nabi. Ini tentu saja jauh lebih baik daripada kartun Rintintin atau Dragon Ball.</p>
<p>Disamping itu, TV9 juga penuh dengan program kajian keislaman. Namanya Kiswah &#8220;Kajian Islam Aswaja&#8217;. Terlepas dari &#8216;keaswajaan&#8217; kontennya yang barangkali sebagiannya kurang berkenan bagi beberapa kelompok keagamaan lainnya, menurut saya program ini sangat bagus. Apalagi jika dibandingkan dengan program Opera Van Java atau Empat Mata-nya Tukul Arwana. Jauh lebih bermanfaat, bukan?</p>
<p>Jika sekarang sudah ada TV9, kita berharap nantinya akan muncul televisi-televisi lokal serupa, yakni yang memiliki misi dakwah. Adanya sedikit perbedaan konten yang sifatnya khilafiyah tidaklah mengapa, karena perbedaan-perbedaan seperti itu memang tidak akan pernah musnah sampai hari kiamat. Yang tidak boleh terjadi adalah jika televisi-televisi lokal yang bermunculan hanyalah televisi-televisi lokal yang sukanya memutar campursari, sebagaimana yang sekarang banyak kita dapati.</p>
<p><strong>Media Online: Sebuah Mainstream Baru</strong></p>
<p>Ada peluang lain yang akhir-akhir ini membuat kita gembira. Seiring dengan makin pesat dan makin meluasnya perkembangan teknologi informasi khususnya internet, kita mendapati semakin banyaknya sarana-sarana baru yang bisa kita pakai untuk berdakwah.</p>
<p><strong>Yang pertama</strong>, peluang berdakwah melalui blog dan website. Jika media cetak tergolong relatif mahal biaya produksinya, tidak demikian halnya dengan media online. Hanya dengan berbekal sejumlah uang untuk sewa hosting dan domain, kita bisa menerbitkan blog atau website. Ini artinya ada peluang bagi lebih banyak orang untuk bisa berdakwah di media. Saat ini kita sama sekali tidak bisa memandang remeh media online. Hampir semua orang saat ini memiliki gadget yang bisa mengakses internet. Sehingga, sudah menjadi kebiasaan bahwa banyak orang saat ini mengakses berita dari detik.com, vivanews.com, dan sebagainya, tidak lagi dari media cetak. Bahkan kebanyakan media cetak kini sudah memiliki versi online. Media elektronik pun tak mau kalah. Mereka juga menyediakan layanan live streaming di internet.</p>
<p>Memang media online terbilang sangat murah jika dibandingkan dengan media konvensional. Bahkan jika Anda tidak memiliki uang, Anda masih bisa berdakwah dengan memanfaatkan fasilitas blogging gratisan macam Blogspot atau WordPress.</p>
<p><strong>Yang kedua</strong>, peluang berdakwah melalui jejaring sosial. Siapa sih yang hari gini tidak akrab dengan Facebook atau Twitter? Hampir semua orang, kecuali barangkali kakek nenek kita, memiliki akun Facebook atau Twitter. Ini adalah sebuah peluang besar untuk saling berbagai pesan-pesan dakwah. Tidak hanya dalam bentuk status. Anda juga bisa berbagi gambar atau link yang sekiranya bermanfaat untuk teman-teman Anda.</p>
<p><strong>Yang ketiga</strong>, peluang berdakwah melalui video-sharing. Sekarang ini banyak sekali layanan video-sharing di internet, seperti Youtube, Vodpod, Metacafe, dan sebagainya. Jika Anda memiliki beberapa video rekaman kajian, Anda dengan mudah bisa mengunggahnya di layanan-layanan video-sharing tersebut. Gratis tis tis, dan orang-orang di seantero dunia bisa menikmati video tersebut.</p>
<p><strong>Yang keempat</strong>, peluang berdakwah melalui radio atau televisi internet. Jika kita merasa belum punya cukup dana untuk mendirikan sebuah stasiun radio atau televisi, mengapa tidak mendirikannya on the internet? Dengan modal yang relatif jauh lebih murah, kita bisa membangun sebuah radio internet atau televisi internet. Memang untuk saat ini pengaksesnya tidak akan sebanyak pengakses radio atau televisi konvensional, namun ke depan seiring dengan pengembangan infrastruktur internet pengaksesnya akan semakin banyak saja.</p>
<p>Kesimpulannya, berdakwah melalui media online adalah sebuah mainstream baru yang patut diperhitungkan dan patut dikembangkan. Tidak harus menunggu besok. Mari kita mulai saat ini juga.</p>
<p>Demikianlah kira-kira gambaran singkat mengenai peluang dan tantangan berdakwah di media. Bukan sekadar untuk dipikirkan apalagi diangan-angkan, tetapi untuk kita laksanakan, sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang kita miliki. Salam dakwah!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdurrosyid.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdurrosyid.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdurrosyid.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdurrosyid.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdurrosyid.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdurrosyid.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdurrosyid.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdurrosyid.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdurrosyid.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdurrosyid.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdurrosyid.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdurrosyid.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdurrosyid.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdurrosyid.wordpress.com/808/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=808&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdurrosyid.wordpress.com/2011/03/15/dakwah-di-media-peluang-dan-tantangannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a07d41286b9f4df5cb40314dff114a89?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tsunami Jepang, Revolusi Timur Tengah dan Tanda-tanda Hari Kiamat</title>
		<link>http://abdurrosyid.wordpress.com/2011/03/13/tsunami-jepang-revolusi-timur-tengah-dan-hari-kiamat/</link>
		<comments>http://abdurrosyid.wordpress.com/2011/03/13/tsunami-jepang-revolusi-timur-tengah-dan-hari-kiamat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Mar 2011 00:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdurrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai-esai Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdurrosyid.wordpress.com/?p=798</guid>
		<description><![CDATA[Fa&#8217;tabiruu yaa ulil abshaar &#8216;Maka ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang memiliki penglihatan&#8217;. Akhir-akhir ini, kita melihat beberapa kejadian penting yang semestinya membuat kita berpikir lebih dalam. Yang pertama adalah Tsunami Jepang, yang terjadi pada hari Jumat, 11 Maret 2011, dan menghancurkan pemukiman penduduk di kawasan pesisir timur Jepang, tepatnya Pulau Honshu. Tsunami setinggi 4-10 meter [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=798&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fa&#8217;tabiruu yaa ulil abshaar &#8216;Maka ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang memiliki penglihatan&#8217;.</p>
<p>Akhir-akhir ini, kita melihat beberapa kejadian penting yang semestinya membuat kita berpikir lebih dalam. Yang pertama adalah Tsunami Jepang, yang terjadi pada hari Jumat, 11 Maret 2011, dan menghancurkan pemukiman penduduk di kawasan pesisir timur Jepang, tepatnya Pulau Honshu. Tsunami setinggi 4-10 meter itu dipicu oleh gempa dahsyat berkekuatan 8,9 Skala Richter. Untuk diketahui, angka tertinggi Skala Richter adalah 10. Wikipedia mencatat bahwa 8,0-8,9 Skala Richter artinya gempa dapat menyebabkan kerusakan serius hingga dalam area ratusan mil, sedangkan 9,0-9,9 Skala Richter artinya gempa dapat menghancurkan area ribuan mil. Sedangkan gempa dengan Skala Richter 10,0 keatas belum pernah terekam dalam sejarah kemanusiaan.</p>
<p>Metrotainment.net menulis berita pada tanggal 13 Maret 2011: &#8220;Setidaknya sampai saat ini diperkirakan 1000 orang  menjadi korban  tewas keganasan gempa bumi dan tsunami seperti  dilansir salah satu media lokal Jepang. Badan Nasional Jepang mengatakan bahwa 202 orang telah  dikonfirmasi tewas dan 673 orang dilaporkan hilang sementara 991 orang  luka-luka. Namun angka tersebut akan terus bertambah seiring dengan pelaksanaan  evakuasi yang akan dilakukan sepanjang pantai timur laut pulau Honshu  yang merupakan lokasi yang terkena dampak tsunami yang dahsyat. Setidaknya sekitar 3000 rumah lebih tersapu air bercampur lumpur dan  material lainnya.&#8221;<span id="more-798"></span></p>
<p>Tsunami Jepang ini tidak terjadi tiba-tiba. Hari Rabu, 9 Maret 2011, Kompas menulis: &#8220;Gempa besar yang menghantam bagian utara Jepang dengan guncangan awal  berkekuatan 7,2 skala Richter terjadi pada Rabu (9/3/2011). Demikian  dilansir oleh pihak Japanese Meteorological Agency (JMA). Sebelumnya, NHK juga mengabarkan akan adanya peringatan  tsunami setinggi lebih dari 50 cm di wilayah timur laut Jepang. NHK  melaporkan, seperti diungkapkan pejabat dinas, fokus getaran gempa  tersebut sejauh 10 kilometer atau 6 mil di bawah permukaan bumi di  wilayah Aomori.&#8221;</p>
<p>Ini artinya, ada waktu sekitar 2 hari bagi rakyat Jepang untuk mempersiapkan diri (baca: menyelamatkan diri) sebelum tsunami menerjang pada hari Jumat, 11 Maret 2011. Bisa jadi korban akan lebih besar lagi andai saja tsunami terjadi mendadak, tanpa ada tanda-tanda terlebih dahulu.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Sebetulnya tsunami Jepang ini bukan satu-satunya tsunami yang kita dapati pada dekade terakhir ini. Pada tanggal 26 Desember 2004, tsunami dahsyat menghancurkan Aceh. Tsunami ini dipicu oleh gempa berkekuatan 9,3 Skala Richter. Adapun jumlah korban jiwanya sangat mencengangkan. Jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan  Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262  orang.</p>
<p>Gempa-gempa yang tidak diikuti tsunami dalam dekade terakhir ini juga banyak terjadi dimana-mana, di planet bumi ini. Ini artinya, gempa semakin sering terjadi. Dan kalau kita kaitkan dengan hari kiamat, banyaknya terjadi gempa (katsratul zilzal) adalah salah satu diantara tanda-tanda semakin dekatnya hari kiamat.</p>
<p>Disamping banyaknya terjadi gempa, sudah banyak pula tanda-tanda lain yang mengafirmasi dekatnya hari kiamat. Diantaranya adalah meluasnya zina (free sex). Di tengah-tengah masyarakat Barat, meluasnya zina barangkali bukan barang aneh dalam pandangan kita. Yang membuat kita heran dan prihatin, ternyata zina juga telah sedemikian meluas di tengah-tengah masyarakat muslim seperti Indonesia. Beberapa survei mencatat bahwa lebih dari 50 persen remaja usia SMP dan SMA telah melakukan hubungan seks diluar nikah. Jika yang usia SMP dan SMA saja lebih dari 50 persen, bagaimana dengan yang usia mahasiswa?</p>
<p>Tanda-tanda lainnya lagi yang setali tiga uang dengan budaya free sex adalah cara berbusana wanita masa kini. Diriwayatkan dalam hadits bahwa di akhir zaman akan banyak kaasiyaat &#8216;aariyaat &#8216;para wanita yang berbusana tetapi telanjang&#8217;. Inilah yang saat ini benar-benar kita dapati. Dimana-mana kita dapati para wanita yang berpakaian dengan cara seperti ini.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Zaman memang sudah tua. Diutusnya Muhammad saw sebagai rasul sebetulnya juga menandai dekatnya zaman dengan hari kiamat. Semakin jauhnya kita dari masa kenabian beliau berarti semakin dekatnya kita dengan hari kiamat.</p>
<p>Barangkali sebagian dari kita berpikir bahwa kiamat masih jauh. Sebagian dari kita mungkin berkata, &#8220;Bukankah kiamat baru akan datang setelah Islam menguasai dunia? Sekarang kan kelihatannya kita masih jauh dari masa itu. Islam masih lemah.&#8221;</p>
<p>Bisa saja sebagian dari kita berkata demikian. Namun kita semestinya sadar bahwa tidaklah sulit bagi Allah untuk menciptakan perubahan-perubahan signifikan dalam tata dunia ini. Baru-baru ini saja mata dunia terbelalak dengan terjadinya gelombang revolusi di Timur Tengah. Satu demi satu tirani di Timur Tengah hancur dan runtuh, tanpa ada sedikitpun perkiraan sebelumnya. Semuanya seolah-olah terjadi dengan begitu cepatnya. Dan barangkali revolusi di Timur Tengah ini akan menjadi faktor penting bagi menguatnya kekuatan Islam di atas muka bumi ini.</p>
<p>Saya menjadi sadar. Ternyata demikian mudah bagi Allah untuk mengubah tata dunia. Semuanya seolah-olah diluar prediksi. Allah Ta&#8217;ala memang Fa&#8217;aal lima yuriidu &#8216;Maha Berkuasa untuk merealisasikan apapun yang Dia kehendaki&#8217;.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Dengan melihat fenomena-fenomena ini, masih layakkah kita merasa aman dan kemudian berkata, &#8220;Santai saja, kiamat masih jauh.&#8221; Jika para sahabat Nabi yang hidupnya jauh sebelum kita saja selalu khawatir bahwa kiamat akan segera datang, apakah layak kita tidak merasa khawatir?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdurrosyid.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdurrosyid.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdurrosyid.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdurrosyid.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdurrosyid.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdurrosyid.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdurrosyid.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdurrosyid.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdurrosyid.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdurrosyid.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdurrosyid.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdurrosyid.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdurrosyid.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdurrosyid.wordpress.com/798/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=798&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdurrosyid.wordpress.com/2011/03/13/tsunami-jepang-revolusi-timur-tengah-dan-hari-kiamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a07d41286b9f4df5cb40314dff114a89?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cedera Rahang Saya (5, Habis)</title>
		<link>http://abdurrosyid.wordpress.com/2011/03/12/cedera-rahang-saya-5-habis/</link>
		<comments>http://abdurrosyid.wordpress.com/2011/03/12/cedera-rahang-saya-5-habis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 20:32:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdurrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejauh Aku Melangkah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdurrosyid.wordpress.com/?p=792</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah sekuel terakhir dari cerita saya mengenai cedera pada rahang saya. Sebagaimana sudah saya tulis pada sekuel sebelumnya, saya telah berkonsultasi pada seorang dokter bedah mulut mengenai gangguan pada rahang saya (berupa bunyi klik). Saya pun diperiksa. Selanjutnya dokter meminta saya untuk foto rontgen pada TMJ (persendian rahang saya) dan foto rontgen panoranik pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=792&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah sekuel terakhir dari cerita saya mengenai cedera pada rahang saya. Sebagaimana sudah saya tulis pada sekuel sebelumnya, saya telah berkonsultasi pada seorang dokter bedah mulut mengenai gangguan pada rahang saya (berupa bunyi klik). Saya pun diperiksa. Selanjutnya dokter meminta saya untuk foto rontgen pada TMJ (persendian rahang saya) dan foto rontgen panoranik pada susunan gigi saya. Menurut keterangan dokter, hasil rontgen pada TMJ menunjukkan bahwa tidak ada kelainan yang signifikan. Malah hasil rontgen TMJ yang sebelumnya juga pernah saya lakukan menunjukkan bahwa &#8216;tidak jelas ada kelainan pada TMJ&#8217;.</p>
<p>Barangkali berdasarkan kesimpulan itu, dokter kemudian menyatakan pandangannya bahwa gangguan bunyi klik pada rahang saya selama ini sangat bisa jadi diakibatkan oleh gigi geraham bungsu saya, yang dipicu oleh benturan pada sisi wajah saya sewaktu kecelakaan. Berdasarkan akar masalah ini, dokter pun merekomendasikan agar gigi geraham bungsu saya dicabut. Pertama-tama, yang sebelah atas yang dicabut. Dokter bilang, &#8220;Kalau nanti masalah belum hilang, yang bawah akan kita cabut.&#8221; Ternyata memang setelah pencabutan gigi yang atas ini, masalah belum selesai. Maka sesuai rekomendasi dokter, saya pun memutuskan untuk mencabut juga yang bawah. Memang berdasarkan foto rontgen panoramik, gigi geraham bungsu saya yang sebelah bawah memang terlihat mengalami kelainan, yaitu impacted vertical. Maksudnya, pertumbuhan vertikalnya tertahan (impacted) oleh gigi geraham di sebelahnya. Masih kata dokter, jika ini tidak dicabut bisa menimbulkan berbagai macam masalah, termasuk bunyi klik pada rahang.<span id="more-792"></span></p>
<p>Maka saya pun memutuskan untuk melakukan operasi pencabutan gigi geraham bungsu saya yang sebelah bawah. Saya memandang tindakan ini sebagai suatu bentuk ikhtiar agar Allah memberikan kesembuhan. Apalagi saya melihat bahwa dokter yang menangani saya ini memang pakarnya. Bukan hanya dokter bedah mulut, dia juga konsultan khusus masalah persendian rahang (TMJ).</p>
<p>Pada hari yang telah ditentukan, operasi pencabutan gigi geraham bungsu saya yang sebelah bawah pun dilakukan. Pekerjaannya sedikit berbeda dengan pencabutan gigi biasa. Karena keadaan giginya yang impacted dan posisi giginya yang paling belakang, pencabutan gigi ini masuk kategori operasi kecil. Karena itu, biayanya pun lumayan mahal. Waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini pun relatif lama. Seingat saya, pekerjaan pencabutan tersebut memerlukan waktu lebih dari 1,5 jam. &#8220;Lebih baik pelan-pelan saja meski agak lama, biar hasilnya bagus,&#8221; kata sang dokter sebelum operasi dilakukan.</p>
<p>Selesai operasi, saya langsung diberikan resep. Di apotek terdekat, saya beli obat-obat yang diresepkan tersebut. Ada tiga jenis obat: antibiotik, anti-inflamasi, dan penghilang bengkak. Semuanya obat yang diminum. Satu sampai dua hari pasca operasi, saya hanya makan yang lunak-lunak, membuka mulut pun tidak bisa terlalu lebar. Untuk membersihkan gigi dan mulut, saya hanya memakai mouthwash. Sampai dengan hari ketiga pasca operasi, bengkak belum sepenuhnya hilang. Tapi untuk membersihkan mulut, saya sudah mulai menggunakan sikat gigi, meski terbatas pada satu sisi saja.</p>
<p>Setelah obatan-obatan saya konsumsi selama empat hari, alhamdulillah keadaan sudah agak normal. Bengkak sudah banyak berkurang, mulut sudah mulai bisa dibuka lebih lebar, makan mulai enak, dan sikat gigi pun sudah mulai saya lakukan secara lebih leluasa. Bagaimana dengan kondisi rahang saya?</p>
<p>Berkali-kali saya gerakkan rahang saya didepan kaca, membuka dan menutup. Saya mengamati ternyata pergerakan rahang bawah saya masih saja mengalami sedikit &#8216;shifted&#8217;, maksudnya: sedikit bergeser dari center line, tepatnya sedikit ke arah kiri. Alhasil, bunyi klik pun belum menghilang. Namun kabar baiknya, saya sudah tidak lagi merasakan spasme di otot pipi saya.</p>
<p>Saya coba mencari sebab mengapa pergerakan rahang bawah saya sedikit &#8216;shifted&#8217;. Ternyata, saya mendapati sebuah dugaan kuat. Saya punya satu gigi seri bawah sebelah agak kanan yang tumbuh menonggak keatas, lebih tinggi daripada gigi-gigi seri disampingnya, sehingga menghalangi rahang bawah saya untuk bergerak pada center line. Barangkali, dugaan kuat saya, inilah yang lama-kelamaan membuat pergerakan rahang bawah saya sedikit &#8216;shifted&#8217;. Ini berarti bahwa nanti-nanti saya harus mencabut satu gigi yang menonggak itu.</p>
<p>Gigi seri bawah itu memang tumbuh di tempat yang tidak semestinya. Sepertinya karena terdesak oleh keberadaan gigi geraham bungsu bawah yang impacted. Karena gigi seri bawah itu tidak tumbuh pada tempatnya, dan tidak punya &#8220;gigi lawan&#8221; di sebelah atasnya, maka gigi seri bawah itupun tumbuh menonggak.</p>
<p>Lalu, seberapa bermanfaatkah operasi pencabutan gigi geraham bungsu bawah yang telah saya lakukan? Saya berharap bahwa diagnosis dokter bedah mulut benar adanya, yakni bahwa gigi geraham bungsu saya memicu gangguan pada rahang saya. Apalagi, diagnosis ini didukung alias dibenarkan oleh beberapa artikel yang sempat saya baca. Dengan demikian, operasi pencabutan telah menghilangkan salah satu penyebab dasar bunyi klik pada rahang saya. Penyebab dasar lainnya, menurut dugaan kuat saya, adalah gigi seri bawah saya yang tumbuh menonggak itu.</p>
<p>Dengan demikian rencana kedepan saya adalah mencabut gigi seri bawah saya yang menonggak itu, kemudian diikuti dengan rehabilitasi fisioterapi. Mengapa mesti fisioterapi? Meski nantinya &#8220;gigi-gigi pengganggu&#8221; saya telah dicabut, pergerakan rahang bawah saya yang terlanjur sedikit &#8220;shifted&#8221; tentunya tidak akan serta merta menjadi normal. Perlu ada proses rehabilitasi, yaitu fisioterapi.</p>
<p>Itulah rencana-rencana ikhtiar saya. Semoga gangguan rahang saya bisa hilang perlahan-lahan. Saya yakin Allah adalah Asy-Syaafi &#8216;Yang Maha Menyembuhkan&#8217;. Segala puji hanya milik-Nya, Rabb semua manusia. Allahu Akbar, walillahi l-hamd.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdurrosyid.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdurrosyid.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdurrosyid.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdurrosyid.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdurrosyid.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdurrosyid.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdurrosyid.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdurrosyid.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdurrosyid.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdurrosyid.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdurrosyid.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdurrosyid.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdurrosyid.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdurrosyid.wordpress.com/792/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=792&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdurrosyid.wordpress.com/2011/03/12/cedera-rahang-saya-5-habis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a07d41286b9f4df5cb40314dff114a89?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jejaring Sosial dan Update Status</title>
		<link>http://abdurrosyid.wordpress.com/2011/03/12/jejaring-sosial-dan-update-status/</link>
		<comments>http://abdurrosyid.wordpress.com/2011/03/12/jejaring-sosial-dan-update-status/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 10:48:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdurrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pokoknya Ada Saja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdurrosyid.wordpress.com/?p=785</guid>
		<description><![CDATA[Hari gini gak punya Facebook? Pasti akan dibilang &#8216;nggak gaul&#8217;. Facebook atau biasa disingkat FB saat ini betul-betul telah menjadi jejaring sosial paling digemari di negeri ini. Tua, muda, laki-laki, perempuan, dan siapa saja sudah sangat akrab dengan mainan yang satu ini. Di awal-awal maraknya jejaring sosial di negeri ini, kita mengenal yang namanya Friendster. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=785&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari gini gak punya Facebook? Pasti akan dibilang &#8216;nggak gaul&#8217;. Facebook atau biasa disingkat FB saat ini betul-betul telah menjadi jejaring sosial paling digemari di negeri ini. Tua, muda, laki-laki, perempuan, dan siapa saja sudah sangat akrab dengan mainan yang satu ini.</p>
<p>Di awal-awal maraknya jejaring sosial di negeri ini, kita mengenal yang namanya Friendster. Namun penggunaan Friendster ketika itu hanya didominasi oleh kaum muda saja. Ini berbeda dengan Facebook yang saat ini kita dapati digandrungi oleh hampir semua lapisan masyarakat. Menurut pendapat saya, ini wajar saja karena memang desain Friendster terlalu &#8216;anak muda&#8217;, berbeda dengan desain Facebook yang lebih &#8216;netral&#8217;.</p>
<p>Banyaknya penggandrung Facebook saat ini tidak berarti Facebook is the best. Kita semua tahu bahwa Facebook punya rival terdekat yang bernama Twitter. Di Indonesia, pengguna Facebook memang lebih banyak, namun Twitter memiliki kesan &#8216;lebih elitis&#8217;. Pengguna Twitter seolah-olah dianggap &#8216;lebih berkelas&#8217; ketimbang pengguna Facebook.<span id="more-785"></span></p>
<p>Namun apapun itu, baik Facebook maupun Twitter sama-sama menawarkan fasilitas update status. Lebih dari sekadar sarana untuk mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran Anda dan membaginya kepada orang lain, update status ternyata juga akan mempengaruhi kesan orang lain mengenai diri Anda.</p>
<p>Sebagian orang menggunakan update status untuk melakukan branding terhadap dirinya. Istilah kerennya, personal branding. Orang yang ingin mem-branding dirinya sebagai pengamat atau analis politik yang baik akan memenuhi update statusnya dengan analisa-analisa politik. Orang yang ingin mem-branding dirinya sebagai orang yang bijak akan banyak menulis update status berupa kata-kata bijak atau kata-kata mutiara. Begitu seterusnya.</p>
<p>Namun mungkin tidak banyak orang yang secara sengaja mau melakukan personal branding melalui update statusnya. Yang justru banyak terjadi barangkali adalah tidak ada maksud untuk personal branding namun tanpa disadari update-update status itu mem-brand diri seseorang dengan sifat-sifat atau predikat tertentu. Dengan kata lain, seseorang tidak secara sengaja mem-brand dirinya, tetapi tanpa disadari dirinya ter-brand oleh update-update statusnya.</p>
<p>Saya yakin banyak diantara kita menggunakan jejaring sosial hanya sebagai sarana untuk berekspresi dan berbagi, tidak lebih dari itu. Alhasil, kita pun mengisi update status kita dengan apapun yang sedang kita pikirkan, yang ingin kita bagi kepada orang lain. Kita hanya ingin meluapkan isi hati dan isi pikiran kita, that&#8217;s all. Kita merasa puas ketika berhasil menumpahkan isi hati dan isi pikiran kita dalam update-update status.</p>
<p>Nah, karena isi hati dan isi pikiran kita selalu berubah, maka demikian pula dengan update status yang kita tulis. Di kala kita sedang senang, kita pun merayakan kesenangan itu dalam update status. &#8220;Alhamdulillah, hari ini banyak rezeki. Terima kasih ya Allah.&#8221; Di saat yang lain, ketika kita sedang susah, kita pun meluapkan kesusahan itu dalam update status. &#8220;Hari ini banyak kerjaan numpuk. Ya Allah, berikanlah kemudahan kepada saya.&#8221; Dan dalam cukup banyak kasus, update-update status itu begitu &#8216;lebay&#8217;, sehingga menimbulkan kesan yang &#8216;lebay&#8217; pula dari orang lain mengenai sang penulis status.</p>
<p>Meluapkan segala isi hati dan isi pikiran melalui update status memang sah-sah saja, namun jika Anda ingin menulis update status yang &#8216;lebay&#8217; atau yang sekiranya akan memberikan &#8216;kesan negatif&#8217; dari orang lain mengenai diri Anda, sebaiknya Anda berpikir dua kali. Jangan sampai diri Anda ter-brand negatif hanya karena update status Anda.</p>
<p>Namun tidak berarti Anda hanya boleh menulis update status yang serius dan membuat orang mengernyitkan dahi. Update-update status yang ringan dan santai pun, jika memiliki makna dan nilai yang berbobot, menurut saya adalah pilihan terbaik. Apalagi jika memiliki nilai humor yang tinggi.</p>
<p>Sebagian orang terkenal bahkan sengaja menulis hal-hal yang ringan dan sepele dalam update statusnya dengan tujuan agar orang lain merasa lebih dekat dan lebih akrab dengannya. Dalam kesempatan-kesempatan resmi, banyak orang hanya mendapati orang-orang terkenal dalam suasana yang amat formal dan serius, namun di jejaring sosial orang-orang mendapati sisi lain dari orang-orang terkenal itu yang menciptakan kesan akrab dan santai. Desi Anwar adalah seorang jurnalis senior yang sering nongol di layar TV. Bisa dibilang, dia termasuk orang terkenal di negeri ini. Orang mungkin awalnya memiliki kesan bahwa dia selalu serius. Namun ternyata di akun Twitter dan Facebook-nya, dia sering menulis update status yang amat ringan dan remeh temeh semisal apa yang dia makan, dan semacamnya. Pak Tifatul Sembiring adalah contoh orang terkenal lainnya. Karena beliau seorang menteri, tentunya orang memiliki kesan bahwa beliau adalah pribadi yang selalu serius, dan sibuk dengan tugas-tugasnya sebagai menteri. Namun kalau kita melihat akun Twitter beliau, ternyata beliau sering sekali menyapa &#8216;follower&#8217;-nya dengan kalimat-kalimat yang akrab, hangat, dan nyantai. Bahkan tidak jarang beliau berpantun di akun Twitter-nya, yang tentunya menghibur banyak &#8216;follower&#8217;-nya.</p>
<p>Lain halnya dengan para artis dan para selebritis. Kebanyakan orang mungkin selalu berpikir bahwa artis dan selebritis itu &#8216;kurang cerdas&#8217;, &#8216;hedonis&#8217;, dan berbagai predikat lainnya yang kurang bagus. Namun ketika seorang artis atau seleb sering menulis update status dengan hal-hal yang bijak, cerdas, dan serius, orang pastinya akan memiliki kesan yang lain mengenai diri artis tersebut. &#8220;Wah, ternyata si artis anu itu cerdas dan juga bijak ya.&#8221;</p>
<p>Sekarang, bagaimana dengan update status Anda? Jangan terlalu dipikirkan, yang penting FB-an terus dan nge-tweet terus <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdurrosyid.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdurrosyid.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdurrosyid.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdurrosyid.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdurrosyid.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdurrosyid.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdurrosyid.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdurrosyid.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdurrosyid.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdurrosyid.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdurrosyid.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdurrosyid.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdurrosyid.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdurrosyid.wordpress.com/785/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=785&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdurrosyid.wordpress.com/2011/03/12/jejaring-sosial-dan-update-status/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a07d41286b9f4df5cb40314dff114a89?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gimana sih Cara Memakai Twitter?</title>
		<link>http://abdurrosyid.wordpress.com/2010/01/12/gimana-sih-cara-memakai-twitter/</link>
		<comments>http://abdurrosyid.wordpress.com/2010/01/12/gimana-sih-cara-memakai-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 15:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdurrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aku Suka Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana]]></category>
		<category><![CDATA[cara]]></category>
		<category><![CDATA[istilah]]></category>
		<category><![CDATA[simbol]]></category>
		<category><![CDATA[tweet]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdurrosyid.wordpress.com/?p=777</guid>
		<description><![CDATA[Twitter secara harfiah bermakna ‘berkicau’ (jika itu burung) atau ‘mengoceh’ (jika itu manusia). Twitter adalah layanan jejaring sosial (tapi menurut para pendirinya lebih merupakan jejaring informasi) dan microblogging dengan panjang status maksimal 140 karakter. Status yang kita tuliskan di Twitter dulu diberi nama ‘update’, tetapi belakangan namanya diubah menjadi ‘tweet’. Secara harfiah, tweet sendiri bermakna [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=777&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Twitter secara harfiah bermakna ‘berkicau’ (jika itu burung) atau ‘mengoceh’ (jika itu manusia). Twitter adalah layanan jejaring sosial (tapi menurut para pendirinya lebih merupakan jejaring informasi) dan microblogging dengan panjang status maksimal 140 karakter. Status yang kita tuliskan di Twitter dulu diberi nama ‘update’, tetapi belakangan namanya diubah menjadi ‘tweet’. Secara harfiah, tweet sendiri bermakna ‘kicauan anak burung’. Wah, semuanya kok berkaitan dengan burung ya? Pantas saja Twitter memakai seekor burung mungil sebagai ikonnya.</p>
<p>Karena tweet dibatasi maksimal 140 karakter saja, maka kita harus pandai-pandai menuliskan pesan agar bisa singkat tapi jelas dan enak dibaca. Jangan sampai lebay, tapi bukan berarti kehilangan selera humor.</p>
<p>Contoh: @ahmad waiting the return at BCA</p>
<p>Hindari tweet seperti ini: @ahmad waiting the return at BCA, uhh capek dehh, udah panas, gerah sial!</p>
<p>Untuk menyiasati ruang yang terbatas itu, seringkali kita harus menggunakan singkatan-singkatan (akronim) – mungkin bisa disebut singkatan gaul lah – sepanjang itu saling dipahami. Contoh tweet menggunakan singkatan: @ahmad i need an antivirus ASAP! (ASAP: as soon as posible alias secepat mungkin).<span id="more-777"></span></p>
<p>Untuk mengekspresikan perasaan, gunakan simbol smily alias emoticon. Misalnya : ) untuk gembira, : ( untuk sedih, : D untuk tertawa, dan sebagainya. Contoh penggunaannya: @ahmad aku lagi seneng sekali nih : )</p>
<p>Jika Anda ingin membagi atau share sebuah URL web atau URL photo, video dan lain sebaginya dalam tweet, gunakan tool untuk mempersingkat URL tersebut. Semisal http://bit.ly atau http://tinyurl.com. Dengan tool tersebut, alamat web yang akan Anda share di Twitter akan lebih padat (kira-kira menjadi 20 karakter saja atau bahkan kurang). Contoh: @ahmad is reading tips Twitter &#8211; http://bit.ly/3tg4.</p>
<p><strong>Istilah-istilah dan simbol-simbol yang dipakai di Twitter</strong></p>
<p>Di Twitter ada beberapa istilah yang penting untuk kita ketahui maksudnya. Dimulai dari istilah tweet. Diatas sudah saya jelaskan bahwa <strong>tweet</strong> adalah sebutan untuk status yang kita tuliskan. Ada juga istilah <strong>tweeple</strong> atau <strong>tweep</strong>, maksudnya adalah pengguna Twitter.</p>
<p><strong>Follower</strong> adalah orang yang mengikuti kita dan akan menerima setiap pembaharuan status  yang kita lakukan. Kebalikannya adalah <strong>following</strong>, yaitu orang yang kita ikuti, dan kita akan menerima setiap pembaruan status yang dia lakukan.</p>
<p>Beberapa istilah lainnya adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>Reply</strong>: balasan. Untuk melakukan balasan, cukup klik &#8216;Reply&#8217; yang terletak persis dibawah kotak pengisian tweet.</p>
<p><strong>ReTweet</strong>: men-tweet ulang status orang lain, dengan tujuan mungkin untuk mengomentari statusnya tersebut, atau sekadar mempublikasikan ulang statusnya tersebut karena mungkin menginspirasi kita, atau mungkin karena alasan lain.</p>
<p><strong>Direct message</strong>: sering pula disebut <strong>DM</strong>, adalah pesan personal, seperti message di Facebook. Pesan ini tidak terpublikasikan di timeline (wall kalau di Facebook), jadi hanya kita saja yang bisa membacanya.</p>
<p><strong>Trending topic</strong>: topik yang sedang hangat dan ramai dibicarakan orang.</p>
<p><strong>Favorites</strong>: dipakai untuk menyimpan tweet tertentu yang diinginkan (karena kita sukai tentu saja).</p>
<p>Twitter juga memakai beberapa simbol dalam pemakaiannya. Berikut ini beberapa simbol tersebut beserta contoh pemakaiannya.</p>
<p><strong>@ </strong>adalah simbol yang ditulis didepan nama pengguna lain agar tweet yang dimasukkan diterima oleh pengguna tersebut. Kamu bisa berinisiatif menggunakan simbol ini untuk seseorang atau lebih sehingga tweet akan mereka terima. Simbol ini juga secara otomatis akan terpakai jika kamu me-reply tweet seseorang.</p>
<p>Contoh pemakaian:</p>
<p>@khalid have a nice trip to Singapore!</p>
<p>@tifsembiring to obtain spiritual wealth you have to attain sufficient material wealth</p>
<p>@NajwaShihab next week I&#8217;m taking my holiday for a week sweetie&#8230; If not this week then when I&#8217;m back ya</p>
<p>@khalid @amir kalian mau nggak makan bareng sama aku entar malam?</p>
<p>Giving @boediono n Sri Mulyani good energy to face their trials &amp; tribulations n hope we&#8217;d all emerge enlightened by all this drama</p>
<p>Having healthy lunch with @khalid and catching up w th news</p>
<p>@thejakartaglobe: Authorities shut down California airport after bottles of honey spark security scare http://bit.ly/7Eikud</p>
<p>@nytimes: India Tightens Tourist Visa Rules http://bit.ly/7StSRO</p>
<p>Did I miss some earth shattering news guys? @kompasdotcom: Bukti Dikumpulkan, Luna Maya Akan Dilaporkan http://bit.ly/8EfjDd</p>
<p><strong># (disebut hash tag) </strong>adalah simbol yang ditulis di depan topik tertentu agar pengguna lain bisa mencari topik sejenis yang ditulis oleh orang lain.</p>
<p>Contoh pemakaian:</p>
<p>#lifetips Pay close attention to your dreams. They may reveal many insights you will not find in your waking hours.</p>
<p>Presiden SBY: kibarkan bendera setengah tiang selama 7 hari mulai Kamis besok utk mengenang #GusDur</p>
<p>No mistake, no experience; no experience, no wisdom &#8211; goldstein #quotes selamat beraktivitas. jgn takut utk mencoba. salam semangat!</p>
<p>@NajwaShihab: Hd nice chat with Luna Maya. Curhat soal twitter &amp; infotainment : ) Watch lengkapnya di #matanajwa http://tweetphoto.com/7001611</p>
<p><strong>RT</strong> adalah simbol untuk ReTweet. Dengan menggunakan simbol RT berarti kita menulis ulang tweet orang lain dalam profil kita sendiri dan biasanya diikuti dengan nama orang yang membuat tweet pertama kali.</p>
<p>Untuk melakukan retweet, caranya sangat sederhana. Dibawah setiap tweet seseorang, pasti ada tombol ReTweet. Nah, klik saja tombol tersebut, maka tweet secara otomatis akan muncul di profil kamu, dengan format RT @pemilik_tweet [isi tweet]. Contoh: RT @khalid Enak juga gabung Twitter.</p>
<p>Disamping itu, kamu juga bisa menggunakan RT ketika memberikan komentar terhadap tweet seseorang. Dalam hal ini, kamu memakai RT untuk mengingatkan bahwa komentarmu itu terkait dengan tweet yang kamu RT (soalnya di Twitter tidak ada komentar yang tersusun secara threaded kayak di Facebook). Contoh: Coba kau petik satu, mungkin salah satu diantaranya adalah aku hehe.. RT @khalid Hari ini aku melihat banyak bintang.</p>
<p><strong>OH (singkatan dari OverHeard)</strong> adalah simbol yang kita pakai untuk menuliskan tweet milik orang lain pada status kita tetapi kita tidak ingin mencantumkan siapa yang menuliskannya. Jadi, OH sama dengan RT, cuma nggak dicantumkan penulis tweet-nya. OH ditulis di depan tweet yang ingin kita masukkan.</p>
<p>Contoh pemakaian: OH Enak juga gabung  Twitter.</p>
<p><strong>HT (singkatan dari HeardThrough) </strong>adalah simbol yang kita pakai untuk menuliskan tweet berdasarkan sesuatu yang kita dengar dalam kehidupan nyata. HT ditulis di depan tweet yang ingin kita dimasukkan.</p>
<p>Gimana? Sudah tahu kan istilah-istilah dan simbol-simbol yang dipakai di Twitter? Untuk contoh-contoh yang lebih banyak, kamu lihat saja halaman Twitter salah seorang pengguna Twitter. Gampang kan? Dan kalau kamu ingin lebih fasih dalam memakainya ya tinggal kamu praktekkan saja di akun Twitter kamu. Sederhana kan?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdurrosyid.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdurrosyid.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdurrosyid.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdurrosyid.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdurrosyid.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdurrosyid.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdurrosyid.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdurrosyid.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdurrosyid.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdurrosyid.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdurrosyid.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdurrosyid.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdurrosyid.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdurrosyid.wordpress.com/777/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=777&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdurrosyid.wordpress.com/2010/01/12/gimana-sih-cara-memakai-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>397</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a07d41286b9f4df5cb40314dff114a89?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>14 Alasan Memilih Twitter</title>
		<link>http://abdurrosyid.wordpress.com/2010/01/11/14-alasan-memilih-twitter/</link>
		<comments>http://abdurrosyid.wordpress.com/2010/01/11/14-alasan-memilih-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 19:03:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdurrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aku Suka Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[memilih]]></category>
		<category><![CDATA[mengapa]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdurrosyid.wordpress.com/?p=772</guid>
		<description><![CDATA[Facebook sejauh ini memang masih lebih banyak penggunanya dibandingkan Twitter. Namun, ada tren bahwa banyak orang makin suka sama Twitter. Bahkan katanya tidak sedikit yang sudah bosan sama Facebook dan meninggalkannya, berpindah ke Twitter. Wah, sampai segitunya ya. Apa sih yang sebetulnya membuat Twitter makin banyak disukai? Berikut ini beberapa alasannya. 1. Jaringan informasi, instead [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=772&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Facebook sejauh ini memang masih lebih banyak penggunanya dibandingkan Twitter. Namun, ada tren bahwa banyak orang makin suka sama Twitter. Bahkan katanya tidak sedikit yang sudah bosan sama Facebook dan meninggalkannya, berpindah ke Twitter. Wah, sampai segitunya ya.</p>
<p>Apa sih yang sebetulnya membuat Twitter makin banyak disukai? Berikut ini beberapa alasannya.</p>
<p><strong>1. Jaringan informasi, instead of jaringan sosial</strong></p>
<p>Pada Oktober 2009, di sela-sela konferensi Web 2.0 di San Fransisco, salah satu pendiri Twitter, Evan Williams, mengatakan: “Twitter bukanlah jaringan sosial. Jadi, oke saja untuk tidak menjadi pengikut (follower) seseorang yang menjadi pengikutmu. Jangan khawatir dicap angkuh.”. Ia lebih menekankan Twitter sebagai jaringan informasi yang memberikan kabar terkini dari semua orang dan membaginya ke seluruh dunia. &#8220;What we have to do is deliver to people the best and freshest most relevant information possible. We think of Twitter as it&#8217;s not a social network, but it&#8217;s an information network. It tells people what they care about as it is happening in the world,&#8221; jelasnya.<span id="more-772"></span></p>
<p>Ternyata pendirinya menyatakan bahwa Twitter bukan situs jejaring sosial tapi lebih ke jejaring informasi untuk menyebarkan berita terkini keseluruh belahan dunia.</p>
<p>Dan jika layanan pesan berbasiskan SMS hanya mampu mengirimkan informasi kepada pengguna yang dikenal, maka Twitter bisa digunakan sebagai sarana penyebar informasi kepada semua orang baik yang dikenal maupun tidak, untuk memberitahukan keberadaan penggunanya. Penyampaian pesan dalam Twitter umumnya tanpa berharap mendapatkan balasan/respon dari pembacanya.</p>
<p><strong>2. Lebih simpel dan lebih fokus</strong></p>
<p>Di Twitter, tidak ada update foto, update video, chatting, dan berbagai fitur lainnya. Berbeda dengan Facebook yang dilengkapi dengan berbagai fitur yang sangat banyak jumlahnya. Tetapi justru dengan karakternya yang simpel itu, Twitter makin disuka banyak orang. Dengan karakternya yang simpel, Twitter menjadi lebih fokus.</p>
<p>Disamping itu, Twitter juga dikenal singkat, padat dan efektif. Apa maksudnya? Di Facebook, ketika Anda hendak menuliskan status updates, jumlah karakter yang diperbolehkan adalah 420 krakter (dulu masih 160). Sedangkan untuk Twitter, karakter yang diijinkan hanya sebatas 140 saja. Ini bahkan lebih sedikit dari sebuah 1 kiriman sms. Lantas, apa kelebihan Twitter dari perihal ini? Dengan hanya 140 karakter, Anda dapat menuliskan kalimat seperlunya dan karakter yang terbatas akan menyingkat ruang serta dan nyaman dipandang mata yang membaca. Coba bandingkan dengan Facebook. Dengan 420 karakter, sama saja Anda menuliskan satu buah bait lagu (meskipun banyak user yang tidak memaksimalkan karakter yang tersedia). Intinya, dengan jumlah karakter yang sedikit atau terbatas, Anda akan menuliskan hal-hal yang seperlunya serta tidak akan &#8220;memaksa&#8221; Anda untuk &#8220;lebay&#8221; di status updates.</p>
<p><strong>3. Nggak ada iklannya</strong></p>
<p>Seseorang menulis di blognya: “Saya juga tidak tahu sebenarnya Twitter itu dapat uangnya dari mana, saya tidak melihat adanya iklan di website Twitter. Mungkin itu adalah strategi pengembangnya yang merupakan investasi jangka panjang sehingga kelak Twitter akan berkembang pesat dan mulai di lirik perusahaan besar seperti Microsoft, Google atau Yahoo untuk membelinya yang kemudian akan di komersialkan.”</p>
<p><strong>4. No game, no quiz</strong></p>
<p>Sebenarnya layanan resmi dari Twitter hanya update status tanpa aplikasi lain seperti foto, video, dan lain-lain. Jika di Twitter bisa melakukan itu adalah karena bantuan aplikasi di luar Twitter. Karena hanya update status, maka pembicaraan di Twitter akan lebih fokus dan menarik, misalnya ketika ada musibah gempa, berita di Twitter akan terasa lebih aktual. Sementara di Facebook pada saat yang sama (saat terjadi gempa) masih terlihat orang-orang yang sibuk main game (contoh: mafia wars, pet society dan lain-lain), atau muncul juga laporan quiz-quiz yang kurang penting.</p>
<p>Baru-baru ini Facebook telah mengeluarkan versi lite (namanya Facebook Lite) yang tidak memunculkan game dan quiz di beranda kita. Merasa tersaingi Twitter?</p>
<p><strong>5. Bisa dilihat oleh siapa saja</strong></p>
<p>Di Twitter, Jika Anda tidak mengaktifkan privacy, maka semua orang bisa membaca update status Anda, termasuk orang yang belum punya akun Twitter. Semua orang juga bisa memfollow tanpa harus meminta konfirmasi dari kita. Mungkin alasan ini yang membuat beberapa artis, selebritis, politikus, mentri, sampai presiden pun sekarang punya twitter. Akun mereka biasanya di follow oleh ribuan bahkan puluhan ribu orang. Kalau di Facebook tentu repot mengkonfirmasi satu demi satu permintaan teman yang jumlahnya banyak tersebut.</p>
<p><strong>6. Membedakan antara follower dan following</strong></p>
<p>Di Facebook di bidang pertemanan hanya terdapat satu macam saja yakni friend. Namun dalam Twitter, terdapat dua hal, yakni following serta follower, apa artinya? Following adalah orang yang kita ikuti status updatesnya. Sedangkan followers adalah orang yang mengikuti status updates kita. Bingung? Saya kasih sebuah contoh. Dalam Facebook, jika Anda menambahkan seorang teman (add) dan teman tersebut menerimanya, maka secara otomatis Anda akan menerima updates status dari teman Anda tersebut dan begitu juga sebaliknya. Nah hal ini berbeda dengan Twitter. Jika Anda menambah teman baru (follow) maka secara otomatis (tanpa konfirmasi) Anda akan menerima status updates dari teman baru Anda tersebut. Tapi, jika teman Anda tidak mengikuti (follow) Anda, maka teman Anda tidak akan menerima status updates Anda.</p>
<p>Jadi di Twitter, kalau kita ingin mengikuti update status seseorang, harus menjadi “follower” tanpa “meminta” pertemanan (kecuali untuk yang mengaktifkan privacy). Jika di-follow, kita tidak harus membalas menjadi follower dia.</p>
<p><strong>7. Bisa mengelompokkan teman-teman Anda</strong></p>
<p>Twitter memiliki sebuah fitur baru, yang diberi nama List, dimana pengguna bisa mengelompokkan orang yang di follow dalam sebuah group/daftar. Daftar teman yang dibuat bisa dilihat oleh publik dimana orang lain bisa melihatnya dan bisa juga dibuat private.</p>
<p>Caranya adalah, klik tombol “Create list”, sekarang Anda bisa memulai mencari Following atau Followers mana yang akan di masukkan dalam daftar List baru Anda tersebut. Misalnya Anda ingin mengelompokkan teman kampus dalam grup kampus. Nanti Anda akan mendapat alamat grup tersebut misalnya menjadi twitter.com/username/kampus. Jadi apabila ingin melihat update dari teman kampus bisa langsung melalui alamat group tadi (yang link nya ada di sidebar kanan Twitter Anda). Batas maksimal setiap List adalah 500 orang. Dan Anda akan dibatasi dengan membuat sebanyak 20 List saja.</p>
<p><strong>8. Lebih personal</strong></p>
<p>Twitter support akan multiple posting. Apa maksudnya? Anda dapat menuliskan status yang ditujukan pada banyak teman-teman Twitter. Semisal sebagai berikut, saya menuliskan status: &#8220;Saya sedang berkumpul dengan @zidanee @bibirjahe @deannup @cindylupita merayakan ultah @elsakejora&#8221;. Perhatikan status tersebut. Dalam 1 status itu tertera 5 nama username dan apa artinya, status Anda akan ditujukan atau masuk ke username yang bersangkutan (semacam pesan khusus, tapi bukan seperti email, dalam Twitter ada layanan email tapi bernama Diriect Message). Lagipula jika Anda menuliskan status dengan diawali @ dan username seseorang, akan berasa istimewa, seperti pesan khusus. Meskipun jika Anda menuliskan status updates tanpa @username tetap teman teman yang menfollow Anda dapat menerima status Anda, namun jika menggunakan @username hanya ditujukan pada satu orang.</p>
<p><strong>9. Cara yang berbeda dalam membalas status</strong></p>
<p>Di Facebook cara membalas update status adalah dengan menuliskan komentar yang muncul di bawah update status tersebut, begitu seterusnya secara berurutan (threaded). Sedangkan di Twitter, status tidak bisa di komentari secara langsung. Di Twitter, cara membalas update status adalah dengan menulis update status baru dengan menyertakan @namaorang yang dibalas.</p>
<p><strong>10. Adanya hashtag dan trending topic</strong></p>
<p>Hashtags dipakai untuk menandai topik tertentu dalam pembicaraan di twitter, simbol yang digunakan adalah “#”. Dengan menggunakan hashtags, update status bisa dikelompokkan berdasarkan topik dalam hasil pencarian. Beberapa contoh hashtags yang pernah menjadi trending topic: #indonesiaunite, #jamansd, #mbahsurip, #pengakuan, #alasanbuatputus, #jokoanwar, dan lain-lain. Trending topic adalah topik-topik yang sedang ramai dibicarakan oleh tweeps, biasanya ditampilkan 10 list di sidebar kanan timeline.</p>
<p><strong>11. Adanya grup posting</strong></p>
<p>Di Twitter ada grup posting, atau postingan orang banyak yang muncul dalam satu akun Twitter. Contohnya: @infoll berisi info lalu lintas jabotabek dan seluruh Indonesia, @lagimakan berisi postingan yang berhubungan dengan aktivitas makan-minum, @pasartwit berisi postingan yang berhubungan dengan jual beli, @ayosholat berisi postingan yang berhubungan dengan aktivitas sholat, dan lain-lain.</p>
<p><strong>12. Memiliki banyak tool dan aplikasi pendukung</strong></p>
<p>Coba lihat timeline Twitter kita, postingan tweet berasal dari macam-macam tools atau aplikasi, misalnya: tweetdect, ubertwitter, tweete, hahlo, twitpic, twhirl, twitterfox, dan lain-lain (kalau disebutkan bisa ratusan).</p>
<p>Dan aplikasi tersebut bisa dipakai dari bermacam-macam platform: mulai web, mobile, Blackberry, iPhone, dan lain-lain. Kadang di beberapa aplikasi malah memiliki fitur yang lebih lengkap, lebih kompleks, lebih canggih daripada akses lewat web Twitter itu sendiri. Misalnya di web Twitter tidak ada fasilitas RT (retweet) tapi di aplikasi lainnya ada, di Twitter tidak bisa upload foto, tapi kita bisa upload foto di twitpic, dan lain-lain.<br />
Apakah Facebook memiliki tool dan aplikasi pendukung sebanyak Twitter? Jawabannya adalah: tidak.</p>
<p><strong>13. Bisa diupdate lewat handphone jadul</strong></p>
<p>Selain update informasi langsung melalui web, Anda juga bisa memperbarui informasi melalui SMS langsung via handhone Anda. Sungguh asyik apabila Anda perlu menginformasikan hal terbaru dengan cepat apabila Anda tidak berada di depan komputer karena dalam perjalanan pun Anda bisa melakukannya.</p>
<p>Dan karena Twitter bisa diakses lewat SMS, artinya kita bisa meng-update status kita dimana saja dan kapan saja dari handphone. Dan yang menggembirakan, handphone jadul sekalipun bisa, karena setiap handphone maskipun jadul pasti bisa dipakai untuk kirim SMS kan?</p>
<p><strong>14. Mudah ditambahkan di blog atau situs pribadi</strong></p>
<p>Postingan Twitter bisa kita tampilkan di blog atau situs pribadi kita, bisa berupa widget dan bisa pula diintegrasikan bersama postingan konten. Postingan Twitter juga memiliki RSS feed, sehingga data mentah dari Twitter bisa fleksibel di tampilkan dimana saja. Berbeda dengan Facebook yang update statusnya belum bisa ditampilkan di blog/web dalam bentuk teks. Bisa sih ditampilkan tapi dalam bentuk image bersama widget Facebook Badge, yang tentunya sangat terbatas pengaturannya.</p>
<p>[Dirangkum dari berbagai sumber]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdurrosyid.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdurrosyid.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdurrosyid.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdurrosyid.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdurrosyid.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdurrosyid.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdurrosyid.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdurrosyid.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdurrosyid.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdurrosyid.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdurrosyid.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdurrosyid.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdurrosyid.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdurrosyid.wordpress.com/772/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=772&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdurrosyid.wordpress.com/2010/01/11/14-alasan-memilih-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a07d41286b9f4df5cb40314dff114a89?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gimana sih Walimahan yang Islami?</title>
		<link>http://abdurrosyid.wordpress.com/2010/01/11/gimana-sih-walimahan-yang-islami/</link>
		<comments>http://abdurrosyid.wordpress.com/2010/01/11/gimana-sih-walimahan-yang-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 00:16:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdurrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pokoknya Ada Saja]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[resepsi]]></category>
		<category><![CDATA[walimah]]></category>
		<category><![CDATA[walimahan]]></category>
		<category><![CDATA[walimatul 'urs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdurrosyid.wordpress.com/?p=765</guid>
		<description><![CDATA[Walimah artinya berkumpul, sambil makan-makan tentunya. ‘Urs artinya pernikahan. Dengan demikian, walimatul ‘urs – atau biasa disingkat menjadi walimah saja – adalah acara kumpul-kumpul alias kendurenan, selametan, resepsi, atau pesta yang dilakukan sebagai tanda syukur atas pernikahan yang telah terjadi, berbagi kegembiraan dengan orang lain. Disamping itu juga untuk mengumumkan kepada khalayak mengenai telah terjadinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=765&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walimah artinya berkumpul, sambil makan-makan tentunya. ‘Urs artinya pernikahan. Dengan demikian, walimatul ‘urs – atau biasa disingkat menjadi walimah saja – adalah acara kumpul-kumpul alias kendurenan, selametan, resepsi, atau pesta yang dilakukan sebagai tanda syukur atas pernikahan yang telah terjadi, berbagi kegembiraan dengan orang lain. Disamping itu juga untuk mengumumkan kepada khalayak mengenai telah terjadinya pernikahan tersebut, agar tidak timbul fitnah. Rasulullah saw bersabda, ”Umumkan pernikahan!” (Hasan: Shahih Ibnu Majah no:1537 dan Shahih Ibnu Hibban hal.313 no:1285). Adapun salah satu hikmah diumumkannya pernikahan adalah untuk membedakannya dengan zina, disamping untuk menghindari munculnya fitnah.</p>
<p>Hukum walimah menurut jumhur (mayoritas) ulama adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Sementara sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa hukumnya adalah wajib, dengan berdasar pada hadits Rasulullah saw, dimana beliau saw pernah bersabda kepada Abdurrahman bin ’Auf r.a., ”Adakanlah walimah meski hanya dengan menyembelih seekor kambing.” (Muttafaqun ’alaih). Dan dari Buraidah bin Hushaib, ia bertutur, ”Tatkala Ali melamar Fathimah ra, Rasulullah saw bersabda, ”Sesungguhnya pada perkawinan harus diadakan walimah.” (Shahih Jami’us Shaghir no:2419 dan al-Fathur Rabbani XVI:205 no:175).<span id="more-765"></span></p>
<p>Rasulullah saw sendiri telah mencontohkan pelaksanaan walimah. Pada saat pernikahan beliau dengan Zainab ra, beliau menyembelih seekor kambing. Dari Anas ra, beliau berkata, “Tidaklah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyelenggarakan walimah ketika menikahi istri-istrinya dengan sesuatu yang seperti beliau lakukan ketika walimah dengan Zainab. Beliau menyembelih kambing untuk acara walimahnya dengan Zainab.” (HR. Al-Bukhari no. 5168 dan Muslim no. 3489)</p>
<p>Namun pernah pula Rasulullah saw mengadakan walimah dengan hidangan yang sangat sederhana, tanpa daging, yakni pada saat pernikahan beliau dengan Shafiyah ra. Anas ra berkata, “Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam pernah berdiam selama tiga malam di daerah antara Khaibar dan Madinah untuk bermalam bersama Shafiyyah (istri baru). Lalu aku mengundang kaum muslimin menghadiri walimahnya. Dalam walimah itu tak ada roti dan daging. Yang ada ialah beliau menyuruh membentangkan tikar kulit. Lalu ia dibentangkan dan di atasnya diletakkan buah kurma, susu kering, dan samin.” (Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari).</p>
<p>Walimah bisa dilaksanakan kapan saja, bisa sebelum jima’ ataupun sesudah jima’, bisa bersamaan dengan akad nikah dan bisa pula sesudahnya.<br />
Apabila bukan karena tidak mungkin mengundang tamu-tamu yang diharapkan hadir dalam satu waktu, walimah hendaknya diadakan satu kali saja pada hari pertama; terpaksanya supaya dicukupkan dua kali saja, yaitu tambahan pada hari kedua. Jangan sampai walimah berlangsung lebih dari dua hari. Rasulullah saw bersabda, “Makanan walimah pada hari pertama adalah haq, makanan pada hari kedua adalah sunnah; makanan hari ketiga adalah riya; barangsiapa suka memperdengarkan kebaikannya kepada orang lain, Allah akan memperdengarkan kepada orang lain itu keburukan-keburukannya.” Dalam lafazh menurut Ath-Thabrani, Rasulullah saw bersabda, “Walimah itu adalah hak (benar). Menyelenggarakan walimah untuk yang kedua adalah kebaikan dan menyelenggarakannya untuk yang ketiga adalah suatu kesombongan.”</p>
<p>Karena walimah adalah ibadah, maka sangat penting untuk menjaga adab-adabnya. Diantara adab-adab tersebut adalah sebagai berikut.</p>
<p><strong>Pertama,</strong> meluruskan niat. Lakukanlah walimah dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah saw. Hindari penyelenggaraan walimah dengan niat memamerkan harta yang dimiliki, atau saling bersaing dengan keluarga lain. Hindari pula pelaksanaan walimah karena niat mencari sensasi, mencari popularitas. Bahkan ada yang berniat menyakiti hati orang lain dengan cara mengadakan walimah besar-besaran.<br />
Jangan pula menyelenggarakan walimah dengan motif komersial, mengharap sumbangan yang lebih besar dari biaya yang dikeluarkan. Memang kita diperkenankan untuk menerima sumbangan yang datang dengan senang hati dan rasa terima kasih serta dipandang sebagai pernyataan kasih sayang dari para tamu undangan, tetapi bukan sebagai “karcis masuk” memenuhi undangan walimah.</p>
<p><strong>Kedua,</strong> tidak membeda-bedakan undangan dengan meninggalkan orang-orang yang miskin. Rasulullah saw bersabda, “Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah dimana yang diundang dalam walimah tersebut hanya orang-orang kaya sementara orang-orang miskin tidak diundang.” (HR. Al-Bukhari no. 5177 dan Muslim no. 3507)</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> hendaknya yang diundang adalah orang-orang yang shalih. Rasulullah saw bersabda, “Janganlah engkau bergaul melainkan dengan orang-orang mukmin dan jangan makan makananmu melainkan orang-orang yang bertaqwa” (Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 4832), at-Tir-midzi (no. 2395), al-Hakim (IV/128) dan Ahmad (III/38), dari Shahabat Abu Sa’id al-Khudri ra.)</p>
<p><strong>Keempat,</strong> tidak berlebih-lebihan, bermewah-mewahan, dan berlaku mubadzir. Sesuaikanlah walimah dengan kemampuan, dan jangan memaksakan diri. Tidak jarang ada orang yang memaksakan diri berhutang kesana kemari guna menggelar acara resepsi yang wah agar meninggalkan kesan meriah. Dalam membayar hutangnya nanti, biasanya dia berharap dari sumbangan yang diterima. Ini tentu tidak benar. Walimahan hendaknya tidak dilakukan dengan cara memaksakan diri diluar kemampuan dan juga tidak merepotkan orang banyak lantaran harus menyumbang, meskipun menyumbang atau memberikan hadiah itu boleh.</p>
<p><strong>Kelima,</strong> menghindari hal-hal yang maksiat dan bertentangan dengan syariat Islam, seperti melakukan ritual-ritual kesyirikan/khurafat, tasyabbuh dengan orang-orang kafir, terjadinya campur baur (ikhtilath) antara kaum laki-laki dan kaum perempuan, jabat tangan antara lawan jenis yang bukan mahram, mengumbar aurat dihadapan orang-orang asing, dan sebagainya.</p>
<p><strong>Keenam,</strong> dilarang memperdengarkan musik-musik jahiliyah ataupun tontonan-tontonan jahiliyah. Akan tetapi diperbolehkan menabuh rebana (duff) dan melantunkan nyanyian-nyanyian yang tidak bertentangan dengan syariat, dan hal ini pernah dilakukan di masa Rasulullah saw. Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda, “Pemisah antara apa yang halal (yakni pernikahan) dan yang haram (yakni perzinaan) adalah duff dan shaut (suara) dalam pernikahan.” (HR. An-Nasa`i no. 3369, Ibnu Majah no. 1896. Dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Al-Irwa` no. 1994) Adapun makna shaut di sini adalah pengumuman pernikahan, lantangnya suara dan penyebutan/pembicaraan tentang pernikahan tersebut di tengah manusia. (Syarhus Sunnah 9/47,48)</p>
<p>Hikmah dari diperbolehkannya menabuh rebana dan memperdengarkan nyanyian adalah untuk mengumumkan (memeriahkan) pernikahan dan untuk menghibur kedua mempelai.</p>
<p>Adapun bagaimana jika memperdengarkan alat musik, kembali pada hukum alat musik itu sendiri, yang masih menjadi khilaf diantara para ulama. Wallahu a’lam.</p>
<p><strong>Bagi yang Diundang</strong></p>
<p>Hukum menghadiri undangan walimah adalah wajib kecuali jika ada udzur. Rasulullah saw bersabda, ”Jika salah seorang diantara kalian diundang menghadiri walimah maka hendaklah ia menghadirinya.” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari IX:230 no:5173, Mulim II:1052 no:1429 dan ’Aununl Ma’bud X:202 no:3718). Rasulullah saw juga bersabda, “Dan barangsiapa yang tidak memenuhi undangan, maka sungguh ia bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (Muttafaqun ’alaih: Muslim II:1055 no:110/1432, dan diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim juga dari Abu Hurairah secara mauquf padanya bisa dilihat dalam Fathul Bari IX:244 no:5177).</p>
<p>Adapun diantara dalil yang menunjukkan bolehnya tidak menghadiri walimah jika ada udzur adalah riwayat dari ‘Atha&#8217; bahwa Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhu pernah diundang acara walimah, sementara dia sendiri sibuk membereskan urusan pengairan. Dia berkata kepada orang-orang, “Datangilah undangan saudara kalian, sampaikanlah salamku kepadanya dan kabarkanlah bahwa aku sedang sibuk.” (Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq dalam Mushannaf (no. 19664). Al-Hafizh berkata, “Sanadnya shahih.” (Fat-hul Baari IX/247).)</p>
<p>Demikian pula boleh tidak menghadiri walimah jika dalam walimah tersebut ada kemunkaran. Bahkan sebagian mengatakan, haram hukumnya menghadiri walimah yang mengandung kemunkaran, kecuali jika datang dengan niat untuk mengubahnya. Adapun jika seseorang sudah terlanjur hadir dan kemudian baru tahu kalau dalam walimah ada kemunkaran, maka hendaknya ia berusaha mengubahnya. Jika ia tidak mampu, maka hendaknya ia tidak berlama-lama dalam walimah tersebut. Wallahu a’lam.</p>
<p>Menurut hemat saya, dalam kondisi seperti sekarang ini di negeri kita ini, dimana sangat super sulit untuk mendapati walimah yang benar-benar bebas dari kemunkaran, hendaknya kita bisa bersikap lebih bijak dengan mengutamakan kepentingan dakwah serta menimbang-nimbang maslahat dan mudharat. Jika kita tidak bersikap arif, bijaksana, dan penuh hikmah, bisa jadi akan timbul fitnah dan mudharat yang lebih besar.</p>
<p>Kemudian bagi orang yang diundang dalam walimah, ada beberapa adab yang harus diperhatikan.</p>
<p><strong>Pertama,</strong> disunnahkan mendoakan pihak yang telah menyediakan hidangan walimah (yakni shahibul hajat). Redaksi doanya banyak:</p>
<p>”ALLAAHUMMAGHFIR LAHUM WARHAMHUM, WABAARIK LAHUM FIIMAA RAZAKTAHUM (Ya Allah, ampunilah (dosa-dosa) mereka dan rahmatilah mereka, serta limpahkanlah barakah untuk mereka pada apa yang telah Engkau karuniakan kepada mereka.” (Shahih Mukhtashar Muslim no:1316, Muslim III:1615 no:2042, ’Aunul Ma’bud X:195 no:3711).</p>
<p>“ALLAHUMMA ATH’IMMAN ATH’MAN ATH’AMANII, WASQIMAN SAQAANII (Ya Allah, berilah makan orang yang telah memberikan makan dan berilah minum bagi orang yang memberiku minum).” (Shahih Musmil III:1630 no:2055)</p>
<p>“AKALA THA’AAMAKUMUL ABRAARU WA SHALLAT’ALAIKUMUL MALAA-IKATU, WA AFTHARA ‘INDAKUMUSH SHAA-IMUUNA (Orang-orang yang berbakti dengan tulus telah menyantap makananmu, para malaikat telah berdo’a untuk kamu, dan mereka yang berpuasa (sunnah) telah berbuka di (rumah)mu.” (Shahih: Shahihul Jami’us Shaghir no:1226 dan ‘Aunul Ma’bud X:333 no:3836).</p>
<p><strong>Kedua,</strong> disunnahkan mendoakan pengantin. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila mendoakan seseorang yang menikah, beliau mengatakan: ‘BAARAKALLAHU LAKA WA BAARAKA ‘ALAIKA WA JAMA’A BAINAKUMAA FII KHAIR (Semoga Allah memberkahi untukmu dan memberkahi atasmu serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan)’.”HR. At-Tirmidzi no. 1091, dishahihkan Al-Imam Al-Albani (rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> boleh memberikan hadiah kepada pengantin. Hal ini pernah dilakukan di masa Rasulullah saw. Hanya saja perlu diingat, yang namanya hadiah itu pemberian yang bersifat sukarela, bukan sesuatu yang diberikan dengan harapan akan mendapatkan balasan (apalagi dianggap sebagai hutang yang harus dibayar). Dengan demikian, hadiah – apapun bentuknya, baik berupa uang atau kado pernikahan – bukanlah sebuah keharusan. Karena itu tidaklah benar jika seseorang mengharuskan orang-orang yang diundang dalam walimah untuk memberikan hadiah, apalagi jika ditentukan bentuknya (misalnya harus berupa uang dan sebagainya).</p>
<p><strong>Keempat,</strong> hendaknya tidak membawa serta orang lain yang tidak diundang, kecuali atas perkenan yang menyelenggarakan walimah. Dari Abu Mas’ud al-Anshari, ia berkata, “Ada seorang pria yang baru saja menetap di Madinah bernama Syu’aib, ia punya seorang anak penjual daging. Ia berkata kepada anaknya, ‘Buatlah makanan karena aku akan mengundang Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.’ Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam datang bersama empat orang disertai seseorang yang tidak diundang. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Engkau mengundang aku bersama empat orang lainnya. Dan orang ini ikut bersama kami. Jika engkau izinkan biarlah ia ikut makan, jika tidak maka aku suruh pulang.’ Syu’aib menjawab, ‘Tentu, saya mengizinkannya’ (Hadits shahih: Diriwayatkan al-Bukhari (no. 2081, 2456, 5434, 5461), Muslim (no. 2036 (138)), Ahmad (IV/120, 121) dan al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (IX/145, no. 2320).)</p>
<p><strong>Kelima,</strong> hendaknya tidak mencela makanan yang dihidangkan dan mengatakan kurang ini kurang itu, itu tidak enak, dan sebagainya. Rasulullah saw tidak pernah mencela makanan yang dihidangkan. Apabila sesuai dengan selera dimakan, dan apabila tidak sesuai selera dibiarkan.</p>
<p><strong>Antara Konsep, Realitas, dan Dakwah</strong></p>
<p>Bagaimanapun juga, praktek walimah yang ada dalam realitas saat ini di negeri kita ini masih banyak yang jauh atau tidak sesuai dengan konsep atau tuntunan Islam, sebagaimana dijelaskan diatas. Ini terjadi karena banyak faktor: budaya dan adat istiadat setempat yang sudah mengakar selama puluhan bahkan ratusan tahun, tingkat pemahaman masyarakat terhadap tuntunan Islam, dan sebagainya.</p>
<p>Sebagai dai, kita harus melihat realitas ini dengan bijaksana. Tentu tidak bijaksana jika kita hanya bisa memvonis tanpa mau melakukan usaha untuk melakukan perbaikan. Dalam hal ini, kita perlu seni dan kepiawaian berdakwah. Jika realitas yang tidak islami hanya kita cemooh dan kita vonis dengan cara yang kasar, tentu saja yang akan terjadi justru resistensi, dan perubahan tidak akan terwujud. Tetapi jika kita biarkan saja tentu juga tidak akan ada perubahan. Yang harus kita lakukan adalah berusaha mengubahnya dengan telaten, dan dengan cara-cara yang bijaksana. <em>Wa tawaashaw bil haqq wa tawaashaw bish shabr wa tawaashaw bil marhamah</em> ’Saling menasihati dengan kebenaran, dengan kesabaran, dan dengan kasih sayang’. Wallahu a’lam bish shawab. Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua untuk bisa mengikuti syariat-Nya. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdurrosyid.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdurrosyid.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdurrosyid.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdurrosyid.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdurrosyid.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdurrosyid.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdurrosyid.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdurrosyid.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdurrosyid.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdurrosyid.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdurrosyid.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdurrosyid.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdurrosyid.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdurrosyid.wordpress.com/765/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=765&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdurrosyid.wordpress.com/2010/01/11/gimana-sih-walimahan-yang-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a07d41286b9f4df5cb40314dff114a89?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngobrol Soal Mahar</title>
		<link>http://abdurrosyid.wordpress.com/2010/01/10/ngobrol-soal-mahar/</link>
		<comments>http://abdurrosyid.wordpress.com/2010/01/10/ngobrol-soal-mahar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 09:54:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdurrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pokoknya Ada Saja]]></category>
		<category><![CDATA[mahar]]></category>
		<category><![CDATA[maskawin]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdurrosyid.wordpress.com/2010/01/10/ngobrol-soal-mahar/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam tulisan ini, saya mau membincang salah satu tema populer seputar pernikahan: mahar. Saya tidak akan menulis sebuah makalah pelajaran fiqih. Karena itu, sejumlah detail fiqih mengenai mahar sepertinya akan sengaja saya lewatkan dalam tulisan ini, kecuali yang saya anggap menarik untuk diobrolkan. Kalau mau tahu detail fiqih tersebut, silakan baca saja referensi yang sesuai. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=763&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam tulisan ini, saya mau membincang salah satu tema populer seputar pernikahan: mahar. Saya tidak akan menulis sebuah makalah pelajaran fiqih. Karena itu, sejumlah detail fiqih mengenai mahar sepertinya akan sengaja saya lewatkan dalam tulisan ini, kecuali yang saya anggap menarik untuk diobrolkan. Kalau mau tahu detail fiqih tersebut, silakan baca saja referensi yang sesuai.</p>
<p>By the way, kita semua pasti sudah tahu kalo kita menikah si laki-laki harus ngasih mahar kepada si wanita. Mahar – atau dalam bahasa Indonesia sering disebut maskawin &#8211; adalah sesuatu yang harus diberikan oleh seorang laki-laki kepada wanita yang dinikahinya, sebagai salah satu syarat sah pernikahan. Dasar hukumnya adalah firman Allah Ta’ala:</p>
<p>Berikanlah mahar kepada wanita-wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan (QS An-Nisa&#8217;: 4).</p>
<p>Pemberian mahar memiliki beberapa hikmah antara lain menunjukkan kesungguhan seorang laki-laki untuk menikahi seorang wanita, sebagai bukti cinta dan kasih sayang seorang suami kepada istrinya, dan menunjukkan tanggung jawab suami kepada istrinya.<span id="more-763"></span></p>
<p>Mahar adalah hak seorang istri. Karena itu, seorang wanita berhak untuk menetapkan mahar apa yang ia inginkan dari laki-laki yang akan menikahinya. Konsekuensi lainnya, mahar yang telah diberikan akan sepenuhnya menjadi hak milik istri. Siapapun – termasuk ayah dan wali si wanita – tidak berhak untuk mengambil sebagian atau seluruh mahar yang telah diberikan, kecuali dengan kerelaan si wanita. Ini sungguh merupakan salah satu bukti ketinggian syariat Islam. Dahulu di zaman jahiliyah, mahar menjadi hak milik ayah atau wali. Tapi kemudian Islam menetapkan bahwa mahar adalah sepenuhnya hak milik istri. Seandainya saja praktek di zaman jahiliyah tersebut tidak dibatalkan oleh Islam, niscaya akan muncul kesan bahwa ayah atau wali bisa menjual anak wanitanya dengan harga tertentu.</p>
<p><strong>Mahar dalam bentuk harta lebih utama</strong></p>
<p>Kalau kita mencermati sunnah Rasulullah saw, mahar itu sebaiknya dalam bentuk materi (harta). Tetapi jika seseorang benar-benar tidak mampu, maka mahar bisa diberikan dalam bentuk sesuatu yang immaterial (bukan harta), yang memberikan kemanfaatan kepada si wanita.</p>
<p>Salah satu dalilnya adalah hadits Rasulullah saw dari Sahl bin Sa’ad ra berkata, ”Ketika kami berada di tengah-tengah para sahabat di dekat Rasulullah saw. tiba-tiba ada seorang perempuan berdiri, lalu menyatakan ’Ya Rasulullah, sesungguhnya ia (seorang perempuan) menghibahkan diri kepadamu, maka bagaimana pendapatmu tentangnya.’</p>
<p>Kemudian ia bangun (lagi) untuk kedua kalinya, lalu mengatakan, ’Ya Rasulullah, sesungguhnya ia benar-benar menghibahkan diri kepadamu maka lihatlah bagaimana pendapatmu.’</p>
<p>Kemudian bangunlah ia untuk ketiga kalinya, lantas berujar. ’Ya Rasulullah, sesungguhnya ia telah  menghibahkan diri kepadamu maka perhatikanlah ia, bagaimana pendapatmu?’</p>
<p>Maka bangunlah seorang sabahat, lalu mengatakan, ”Ya Rasulullah, nikahkanlah saya dengannya.</p>
<p>Kemudian beliau bertanya, &#8220;Apakah engkau mempunyai barang sebagai mahar?&#8221;</p>
<p>Jawabnya, ’Belum.’</p>
<p>Maka, sabda beliau, &#8216;Pergilah mencari walaupun sekadar cincin dari besi.&#8217;</p>
<p>Maka dia pergi mencarinya. Kemudian datang lalu berkata (kepada beliau), ’Aku tidak mendapatkan apa-apa, walaupun sekadar cincin dari besi.’</p>
<p>Sabda beliau selanjutnya, &#8220;Apakah engkau punya hafalan Al-Qur’an?&#8221;</p>
<p>Dia menjawab, ’Saya hafal surah ini dan surah ini.’</p>
<p>Sabda beliau (lagi),  &#8220;Pergilah, sungguh saya telah menikahkan kamu dengannya, dengan mahar hafalan Al-Qur’an-mu.”</p>
<p>(Muttafaqun ‘alaih. Shahih: Fathul Bari, IX:205 no:5149 dan ini lafadz Imam Bukhari, Muslim II:1040 no:1425, ’Aunul Ma’bud VI:143 no:2097, Tirmidzi II:290 no:1121, Ibnu Majah I:608 no: 1889 secara ringkas dan Nasa’i VI:123).</p>
<p>Dalam lafazh yang lain bunyinya demikian: Dari Sahl bin Sa’ad, Nabi saw didatangi seorang wanita yang berkata, ”Ya Rasulullah, kuserahkan diriku untukmu.” Wanita itu berdiri lama, lalu berdirilah seorang laki-laki yang berkata,” Ya Rasulullah, kawinkan dengan aku saja jika kamu tidak ingin menikahinya.” Rasulullah berkata,” Punyakah kamu sesuatu untuk dijadikan mahar? Dia berkata, “Tidak ada, kecuali hanya sarungku ini” Nabi menjawab, ”Bila kau berikan sarungmu itu maka kau tidak akan punya sarung lagi. Carilah sesuatu.” Dia berkata,” Aku tidak mendapatkan sesuatupun.” Rasulullah berkata, ”Carilah walau cincin dari besi.” Dia mencarinya lagi dan<br />
tidak juga mendapatkan apa-apa. Lalu Nabi berkata lagi, ”Apakah kamu menghafal Al-Qur’an?” Dia menjawab, ”Ya, surat ini dan itu” sambil menyebutkan surat yang dihafalnya. Berkatalah Nabi, ”Aku telah menikahkan kalian berdua dengan mahar hafalan Al-Qur’an-mu” (HR Bukhori dan Muslim).</p>
<p>Dari hadits diatas kita mendapatkan penjelasan bahwa yang diperintahkan kepada sahabat ini adalah mencari harta walau itu sekadar cincin besi sebagai mahar. Beliau tidak langsung menanyakan apakah yang bersangkutan mempunyai hafalan Al-Qur&#8217;an hanya ketika kemudian pemuda tersebut tidak mendapatkan harta walau sekadar cincin besi disisinya. Hal ini berarti yang lebih utama sebagai mahar adalah dalam bentuk material (harta).</p>
<p>Demikian pula dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan An-Nasai bahwa Rasulullah memerintahkan Ali bin Abi Thalib ra memberi sesuatu kepada Fatimah sebelum berhubungan dengannya. Ali bin Abi Thalib berkata,&#8221;Aku tidak mempunyai apa-apa.&#8221; Rasulullah saw bersabda,&#8221;Mana baju besimu?&#8221; Ali bin Abi Thalib ra pun memberikan baju besinya kepada Fatimah sebelum menggaulinya.</p>
<p>Dalam posisi yang sama, yakni dengan tidak adanya harta, Rasulullah saw tidak langsung menyuruh Ali untuk memberikan hafalan Al-Qur&#8217;an sebagai mahar kepada Fatimah, karena beliau bertanya tentang harta yang masih dipunyai Ali, meski hanya sebuah baju besi. Ini menunjukkan bahwa yang lebih afdhal dalam pernikahan adalah menggunakan sesuatu yang bersifat material (harta) sebagai mahar.</p>
<p><strong>Lalu, berapa nilai harta yang mesti diberikan sebagai mahar?</strong></p>
<p>Menurut jumhur (mayoritas) ulama, mahar tidak memiliki batasan minimal maupun batasan maksimal. Beberapa imam memang ada yang menetapkan batasan minimal, tetapi jumhur tetap berpendapat bahwa tidak ada batasan minimal. Salah satu dalilnya adalah perintah Rasulullah kepada salah seorang sahabatnya untuk mencari mahar meski hanya sebuah cincin dari besi. Semua orang tahu, cincin dari besi tentunya sangat murah harganya.</p>
<p>Demikian pula diriwayatkan dari Amir bin Rabi’ah bahwa seorang wanita dari Bani Fazarah menikah dengan mahar sepasang sandal. Lalu Rasulullah SAW bertanya, “Relakah kau dinikahi jiwa dan hartamu dengan sepasang sandal ini?” Dia menjawab, ”Rela.” Maka Rasulullah pun membolehkannya (HR. Ahmad 3/445, Tirmidzi 113, Ibnu Majah 1888).</p>
<p>Meskipun tidak ada batasan minimal untuk sebuah mahar, sebisa mungkin tetap memperhatikan kepantasan (‘urf). Menarik disini untuk saya kutipkan jawaban Ust. Ahmad Sarwat dalam sebuah konsultasi di Eramuslim (dengan sedikit adaptasi):</p>
<blockquote><p>Mahar pada hakikatnya dinilai dengan nilai uang, sebab mahar adalah harta, bukan sekadar simbol belaka. Itulah sebabnya seorang dibolehkan menikahi budak bila tidak mampu memberi mahar yang diminta oleh wanita merdeka. Kata ‘tidak mampu’ ini menunjukkan bahwa mahar di masa lalu memang benar-benar harta yang punya nilai nominal tinggi. Bukan semata-mata simbol seperti mushaf Al-Quran atau benda-benda yang secara nominal tidak ada harganya.</p>
<p>Hal seperti inilah yang di masa sekarang kurang dipahami dengan cermat oleh kebanyakan wanita muslimah. Padahal mahar itu adalah nafkah awal, sebelum nafkah rutin berikutnya diberikan suami kepada istri. Jadi sangat wajar bila seorang wanita meminta mahar dalam bentuk harta yang punya nilai nominal tertentu.</p>
<p>Adapun mushaf Al-Quran dan seperangkat alat shalat (saja), tentu saja nilai nominalnya sangat rendah, sebab bisa didapat hanya dengan beberapa puluh ribu rupiah saja. Sangat tidak wajar bila calon suami yang punya penghasilan menengah, tetapi hanya memberi mahar semurah itu kepada calon istrinya. Akhirnya dengan dalih agar tidak dibilang ‘mata duitan’, banyak wanita muslimah yang lebih memilih mahar semurah itu.</p></blockquote>
<p>Namun perlu dicatat, bahkan bila perlu di-stabilo, bahwa Islam tidak menganjurkan seorang wanita menetapkan nilai mahar yang terlalu tinggi, yang bisa memberatkan laki-laki yang akan menikahinya. Mahar yang terlalu tinggi ini terutama banyak ditemui di negara-negara Teluk. Oleh karena itu, sangat wajar jika para ulama di negara-negara tersebut sering memberikan peringatan keras mengenai hal tersebut.</p>
<p>Islam menganjurkan kepada para wanita untuk memperingan nilai maharnya. Dari ‘Uqbah bin ‘Amir ra, Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik pernikahan adalah yang paling mudah (maharnya).” (HR. Abu Dawud (n. 2117), Ibnu Hibban (no. 1262 dalam al-Mawaarid) dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath (I/221, no. 724) dshahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihihul Jaami’ (no. 3300))</p>
<p>Hadits yang sangat mirip diriwayatkan dari Aisyah ra, dimana Rasulullah saw bersabda, “Nikah yang paling besar barakahnya itu adalah yang murah maharnya” (HR Ahmad 6/145)</p>
<p>Dalam riwayat yang lain, Rasulullah saw bersabda: “Sebaik-baik mahar adalah mahar yang paling mudah (ringan).” (HR. al-Hakim : 2692, beliau mengatakan “Hadits ini shahih berdasarkan syarat Bukhari Muslim.”)</p>
<p>Dan dalam riwayat yang lainnya lagi, Rasulullah saw bersabda, &#8220;Wanita yang paling besar barakahnya ialah wanita yang paling mudah (murah) maharnya.&#8221; (Diriwayatkan Ahmad, Al Hakim, dan Al Baihaqi dengan sanad shahih).</p>
<p>Sebagaimana mahar tidak memiliki batasan minimal, mahar juga tidak memiliki batasan maksimal. Pernah suatu ketika Umar bin Khathab ra berinisiatif untuk menetapkan batasan maksimal untuk mahar saat beliau berbicara diatas mimbar. Beliau menyebutkan bahwa maksimal mahar itu adalah 400 dirham. Namun segera saja dia menerima protes dari para wanita dan memperingatkannya dengan sebuah ayat Al-Qur’an, sehingga Umar pun tersentak kaget dan berkata, ”Allahumma afwan, ternyata orang-orang lebih faqih daripada Umar.” Kemudian Umar pun kembali naik ke mimbar dan berkata, ”Sebelumnya aku melarang kalian untuk menerima mahar lebih dari 400 dirham, sekarang silakan lakukan sekehendak kalian.” Umar pun tidak jadi menetapkan batasan maksimal untuk mahar. Namun hal ini tidak berarti bahwa seorang wanita dianjurkan untuk menetapkan mahar yang terlampau tinggi. Sebagaimana barusan saja saya uraikan diatas, Islam justru menganjurkan agar para wanita memperingan maharnya, karena hal itu lebih banyak barakahnya.</p>
<p><strong>Bagaimana jika mahar tidak berupa harta?</strong></p>
<p>Jika seorang laki-laki benar-benar tidak mampu untuk memberikan mahar dalam bentuk material (harta), maka ia bisa memberikan mahar dalam bentuk immaterial (bukan harta). Tetapi hendaknya sesuatu yang immaterial tersebut memiliki manfaat yang kembali kepada si wanita.</p>
<p>Kalau kita mencermati sunnah Rasulullah saw, kita akan mendapatkan beberapa contoh. Contoh yang pertama adalah mahar dalam bentuk memerdekakan seorang wanita dari perbudakan. Anas bin Malik ra berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saw memerdekakan Shafiyah binti Huyay (kemudian menikahinya) dan menjadikan kemerdekaannya sebagai mahar.” (Atsar riwayat Imam Bukhari: 4696) Sudah tentu kemerdekaan dari perbudakan merupakan manfaat teramat besar yang diberikan kepada seseorang yang sebelumnya berstatus budak.</p>
<p>Contoh lainnya adalah mahar dalam bentuk masuk Islamnya calon suami. Anas bin Malik ra berkata, “Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim. Maharnya keislaman Abu Thalhah. Ummu Sulaim telah masuk Islam sebelum Abu Thalhah, maka Abu Thalhah melamarnya. Ummu Sulaim mengatakan,’Saya telah masuk Islam. Jika kamu masuk Islam aku akan menikah denganmu.’ Abu Thalhah masuk Islam dan menikah dengan Ummu Sulaim, dan keislamannya sebagai maharnya.” (HR. An-Nasa’I : 3288) Barangkali, menurut saya, manfaat yang setidak-tidaknya didapatkan oleh Ummu Sulaim dari masuk Islamnya Abu Thalhah adalah pahala besar yang diberikan oleh Allah kepadanya karena ia telah mampu mengislamkan seseorang yang sebelumnya kafir. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa pahalanya lebih besar daripada seekor unta merah (yang ketika itu amat mahal harganya). Belum lagi manfaat-manfaat lainnya yang bisa dirasakan oleh Ummu Sulaim. Wallahu a’lam.</p>
<p>Contoh terakhir yang ingin saya kemukakan adalah mahar dalam bentuk hafalan Al-Qur’an yang akan diajarkan oleh seorang laki-laki kepada istrinya, sebagaimana tersebut dalam hadits yang sudah saya kutip sebelum ini. Dalam hal ini, sang suami akan mengajarkan hafalan Al-Qur’an yang ia miliki (surat-surat tertentu yang ia hafal) kepada istrinya, sehingga sang istri yang tadinya belum mengetahui atau menghafalnya akan menjadi tahu dan hafal. Wallahu a’lam.</p>
<p><strong>Mahar Hendaknya Terukur</strong></p>
<p>Kalau kita mencermati sunnah Rasulullah saw, kita akan mendapati bahwa mahar itu terukur. Jika berupa harta, mesti disebutkan jumlahnya. Jika uang, berapa besarnya. Jika emas, berapa beratnya. Demikian seterusnya.<br />
Bahkan meski maharnya itu bukan berupa harta, kita dapati dalam sunnah bahwa mahar immaterial tersebut tetap bisa diukur. Contohnya, memerdekakan calon istri dari perbudakan. Ini jelas dan terukur. Demikian pula mahar berupa masuk Islam. Ini jelas dan terukur. Contoh lainnya adalah “apa yang ada padamu berupa hafalan Al-Qur’an” atau “surat ini dan surat itu”. Ini juga jelas dan terukur.</p>
<p>Jadi tidak tepat jika ada wanita yang menginginkan maharnya adalah agar suaminya mengamalkan Al-Quran. Padahal, pengamalan Al-Quran itu tidak terukur. Mahar yang tidak terukur ini nantinya justru akan merepotkan diri sendiri. Sebab bila seorang suami berjanji untuk mengamalkan isi Al-Quran sebagai mahar, maka mahar itu menjadi tidak terbayar manakala dia tidak mengamalkannya. Kalau mahar tidak terbayar, tentu saja akan mengganggu status perkawinannya. Wallahu a’lam bish shawab.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Sekian dulu ya ngobrol-ngobrolnya soal mahar. Semoga bermanfaat, terutama buat yang mau menikah. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdurrosyid.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdurrosyid.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdurrosyid.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdurrosyid.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdurrosyid.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdurrosyid.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdurrosyid.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdurrosyid.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdurrosyid.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdurrosyid.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdurrosyid.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdurrosyid.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdurrosyid.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdurrosyid.wordpress.com/763/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=763&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdurrosyid.wordpress.com/2010/01/10/ngobrol-soal-mahar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a07d41286b9f4df5cb40314dff114a89?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sakit dalam Pandangan Seorang Mukmin</title>
		<link>http://abdurrosyid.wordpress.com/2010/01/03/sakit-dalam-pandangan-seorang-mukmin/</link>
		<comments>http://abdurrosyid.wordpress.com/2010/01/03/sakit-dalam-pandangan-seorang-mukmin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 10:52:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdurrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai-esai Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[hakikat]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[mukmin]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdurrosyid.wordpress.com/?p=707</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa saat yang lalu, saya menyaksikan rekaman (video) ceramah Syaikh Wajdi Ghunaim yang berjudul &#8216;Risalah ilal Maridh (Pesan untuk Orang yang Sakit)&#8217;. Masyaallah, setelah menyaksikan video tersebut, saya betul-betul menemukan makna dan hakikat sakit. Jazakumullah ya Syaikhana atas mutiara-mutiara hikmahnya. Video rekaman itu terdiri dari tiga bagian, terdapat di YouTube. Pada video bagian yang pertama, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=707&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa saat yang lalu, saya menyaksikan rekaman (video) ceramah Syaikh Wajdi Ghunaim yang berjudul &#8216;Risalah ilal Maridh (Pesan untuk Orang yang Sakit)&#8217;. Masyaallah, setelah menyaksikan video tersebut, saya betul-betul menemukan makna dan hakikat sakit. Jazakumullah ya Syaikhana atas mutiara-mutiara hikmahnya.</p>
<p>Video rekaman itu terdiri dari tiga bagian, terdapat di YouTube. Pada video bagian yang pertama, Syaikh Wajdi Ghunaim mengingatkan bahwa bagi setiap mukmin, sakit itu adalah ujian (imtihan, ibtila&#8217;). Berbeda dengan orang kafir, dimana sakit adalah adzab (intiqam) baginya. Beliau juga mengingatkan kita dengan firman Allah: &#8220;Apakah Aku akan membiarkan kalian berkata &#8216;Kami beriman&#8217; sementara kami tidak menguji kalian, sehingga Aku tahu siapa orang-orang yang bersabar.&#8221; Lalu beliau menyampaikan sabda Rasulullah saw bahwanya semakin tinggi keimanan seseorang, maka semakin berat pula ujian yang akan ditimpakan kepadanya. &#8216;Sesungguhnya manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi dan rasul, diikuti dengan orang-orang yang dibawah mereka, dan demikian seterusnya.&#8217; Dan jika Allah mencintai seorang hamba-Nya, maka Allah pasti akan mengujinya. Sudah barang tentu, ditimpa sakit adalah salah satu bentuk ujian dari Allah Ta&#8217;ala.<span id="more-707"></span></p>
<p>Pada video bagian yang kedua, Syaikh Wajdi Ghunaim mengingatkan kita semua hakikat lain dari sakit bagi seorang mukmin. Beliau mengingatkan bahwa bagi setiap mukmin, sakit &#8211; seberapapun ringannya sakit itu, meski misalnya hanya sakit karena tersandung batu &#8211; merupakan kaffarah (penghapus dosa). Tidaklah seorang mukmin mengalami sakit, kecuali pasti dihapuskan dari dirinya kesalahan dan dosanya. Karena itulah, Rasulullah saw biasa mengatakan kepada orang yang sakit: &#8220;Laa ba&#8217;sa thahuur insyaallah (Tidak apa-apa, insyallah engkau disucikan oleh Allah). Beliau juga mengingatkan bahwa jika Allah mencintai dan menyayangi seorang hamba, maka Dia akan menyegerakan &#8216;siksa&#8217; untuknya di dunia, sehingga hamba tersebut akan menghadap Allah dalam keadaan suci bersih. Sebaliknya, jika Allah membenci seorang manusia, maka Allah akan menangguhkan semua &#8216;siksa-Nya&#8217; untuk kelak ditimpakan secara sempurna di akhirat. Inilah antara lain yang telah lakukan kepada Fir&#8217;aun.</p>
<p>Disamping itu, Allah Ta&#8217;ala juga menjanjikan pahala yang besar kepada orang-orang yang sabar ketika ditimpa atau diuji dengan sakit. Syaikh Wajdi Ghunaim menukil sebuah kisah di zaman Nabi saw. Ketika itu ada seorang wanita yang diuji oleh Allah dengan suatu jenis penyakit. Karena merasa tidak tahan dengan sakitnya maka wanita itupun datang kepada Nabi saw dan berkata, &#8220;Wahai Rasulullah, doakanlah agar Allah menyembuhkan penyakitku.&#8221; Nabi saw pun bersabda kepada wanita itu, &#8220;Bersabarlah (dengan sakitmu itu) maka untukmu Surga, atau aku akan mendoakanmu sehingga Allah memberikan kesembuhan kepadamu.&#8221; Masyaallah, itulah sakit yang menjanjikan keutamaan yang sedemikian besar: Surga Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p>Ya, apapun yang Allah timpakan kepada hamba-Nya selalu merupakan yang terbaik dalam pandangan Allah &#8211; meski seringkali dianggap buruk dalam pandangan manusia. Syaikh Wajdi Ghunaim mengutip sebuah ayat dalam QS Ali &#8216;Imran: &#8220;Katakanlah: &#8216;Ya Allah, Pemilik Segala Kekuasaan. Engkau berikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. DITANGAN-MU SEGALA KEBAIKAN.&#8221; Ayat ini menegaskan bahwa hal-hal yang sering dianggap baik seperti diberikannya kekuasaan dan kemuliaan mapun hal-hal yang dianggap buruk seperti dicabutnya kekuasaan dan dihinakannya seseorang, semuanya dalam pandangan Allah adalah KEBAIKAN. Termasuk sakit. Meski dalam pandangan manusia itu seringkali dianggap buruk, namun dalam pandangan Allah adalah kebaikan. Dan jika itu menimpa seorang mukmin, maka itu adalah yang terbaik.</p>
<p>Pada video bagian yang ketiga (terakhir), Syaikh Wajdi Ghunaim mengatakan bahwa kita juga dianjurkan untuk berobat. Tetapi ingat, berobat ini hanyalah sebab (sarana) agar Allah memberikan kesembuhan. Jangan pula pernah lupa untuk berobat dengan cara membaca ayat-ayat dan doa-doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw, yang biasa disebut sebagai ruqyah.</p>
<p>Adapun setelah kita berusaha berobat, pasrahkan hasilnya kepada Allah Ta&#8217;ala. Setelah kita berobat, sembuh tidaknya kita bukanlah urusan kita. Itu adalah sepenuhnya urusan Allah Ta&#8217;ala. Hanya Dia sajalah yang tahu mana yang terbaik untuk hambanya.</p>
<p>Terakhir, Syaikh Wajdi Ghunaim mengingatkan agar selama sakit, hendaknya kita banyak melakukan sholat, membaca Al-Qur&#8217;an, dan berdzikir.</p>
<p>Subhanallah, sakit ternyata penuh dengan keutamaan yang tak terkira nilainya. Sekali lagi, jazakumullah ya Syaikhana atas mutiara-mutiara hikmahnya. Jazakumullah kulla khair.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdurrosyid.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdurrosyid.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdurrosyid.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdurrosyid.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdurrosyid.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdurrosyid.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdurrosyid.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdurrosyid.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdurrosyid.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdurrosyid.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdurrosyid.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdurrosyid.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdurrosyid.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdurrosyid.wordpress.com/707/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdurrosyid.wordpress.com&amp;blog=922583&amp;post=707&amp;subd=abdurrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdurrosyid.wordpress.com/2010/01/03/sakit-dalam-pandangan-seorang-mukmin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a07d41286b9f4df5cb40314dff114a89?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
