jump to navigation

Mengenal Organisasi Pers 13 Agustus, 2009

Posted by abdurrosyid in Hobiku Menulis.
Tags: , , , , , ,
trackback

Lembaga atau perusahaan pers, sebagaimana lembaga atau perusahaan pada umumnya, memiliki organisasi yang terdiri dari berbagai macam jabatan. Jabatan-jabatan tersebut disusun berdasarkan fungsi-fungsinya. Dan masing-masing jabatan memiliki tugasnya masing-masing. Berikut ini bagan organisasi tersebut.

org_pers

1. Dewan Redaksi

Dewan Redaksi biasanya beranggotakan Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan Wakilnya, Redaktur Pelaksana, dan orang-orang yang dipandang kompeten menjadi penasihat bagian redaksi. Dewan Redaksi bertugas memberi masukan kepada jajaran redaksi dalam melaksanakan pekerjaan redaksional. Dewan Redaksi pula yang mengatasi permasalahan penting redaksional, misalnya menyangkut berita yang sangat sensitif atau sesuai-tidaknya berita yang dibuat tersebut dengan visi dan misi penerbitan yang sudah disepakati.

2. Pemimpin Umum

Bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Dapat melimpahkan pertanggungjawabannya terhadap hukum kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional) dan kepada Pemimpin Usaha sepanjang menyangkut pengusahaan penerbitan.

3. Pemimpin Redaksi

Pemimpin Redaksi (Pemred, Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya. Di surat kabar mana pun, Pemimpin Redaksi menetapkan kebijakan dan mengawasi seluruh kegiatan redaksional. Ia bertindak sebagai jenderal atau komandan.

Pemimpin Redaksi juga bertanggung jawab atas penulisan dan isi Tajuk Rencana (Editorial) yang merupakan opini redaksi (Desk Opinion). Jika Pemred berhalangan menulisnya, lazim pula tajuk dibuat oleh Redaktur Pelaksana, salah seorang anggota Dewan Redaksi, salah seorang Redaktur, bahkan seorang Reporter atau siapa pun — dengan seizin dan sepengetahuan Pemimpin Redaksi— yang mampu menulisnya dengan menyuarakan pendapat korannya mengenai suatu masalah aktual.

Berikut ini tugas Pemimpin Redaksi secara lebih terinci:

  1. Bertanggungjawab terhadap isi redaksi penerbitan
  2. Bertanggungjawab terhadap kualitas produk penerbitan
  3. Memimpin rapat redaksi
  4. Memberikan arahan kepada semua tim redaksi tentang berita yang akan dimuat pada setiap edisi.
  5. Menentukan layak tidaknya suatu berita, foto, dan desain untuk sebuah penerbitan
  6. Mengadakan koordinasi dengan bagian lain seperti Pemimpin Perusahaan  untuk mensinergikan jalannya roda perusahaan
  7. Menjalin lobi-lobi dengan nara sumber penting di pemerintahan, dunia usaha, dan berbagai instansi
  8. Bertanggung jawab terhadap pihak lain, yang karena merasa dirugikan atas pemberitaan yang telah dimuat, sehingga pihak lain melakukan somasi, tuntutan hukum, atau menggugat ke pengadilan. Sesuai aturan, tanggung jawab oleh Pemimpin Redaksi bila dilimpahkan kepada pihak lain yang dianggap melakukan kesalahan tersebut.

4. Sekretaris Redaksi

Seorang Sekretaris Redaksi memiliki tugas sebagai berikut:

  1. Menata dan mengatur undangan dari instansi, perusahaan, atau lembaga yang berkaitan dengan pemberitaan
  2. Menghubungi sumber berita atau instansi untuk pendaftaran, konfirmasi, atau pembatalan undangan, wawancara, dan kunjungan kerja
  3. Menyimpan salinan kartu pers dan foto untuk mensuport kebutuhan kerja para wartawan dalam  meliput satu acara yang mengharuskan membuat tanda pengenal seperti menyiapkan
  4. Menyediakan peralatan kerja redaksi seperti tape, batu baterei, kaset, alat tulis, dan note book
  5. Menata keperluan keuangan redaksi: uang perjalanan, uang saku, uang rapat.
  6. Mengatur jadwal rapat redaksi: rapat perencanaan, rapat cheking, rapat final.

5. Redaktur Pelaksana

Di bawah Pemred biasanya ada Redaktur Pelaksana (Redaktur Eksekutif, Managing Editor). Tanggung jawabnya hampir sama dengan Pemred, namun lebih bersifat teknis. Dialah yang memimpin langsung aktivitas peliputan dan pembuatan berita oleh para reporter dan editor.

Adapun rincian tugas Redaktur Pelaksana adalah sebagai berikut:

  1. Bertanggung jawab terhadap mekanisme kerja redaksi sehari-hari
  2. Memimpin rapat perencanaan, rapat cecking, dan rapat terakhir sidang redaksi
  3. Membuat perencanaan isi untuk setiap penerbitan
  4. Bertanggung jawab terhadap isi redaksi penerbitan dan foto
  5. Mengkoordinasi kerja para redaktur atau penanggungjawab rubrik/desk
  6. Mengkoordinasikan alur perjalanan naskah dari para redaktur ke bagian setting atau lay out.
  7. Mengkoordinator alur perjalanan naskah dari bagian setting atau lay out ke percetakan
  8. Mewakili Pemred dalam berbagai acara baik ditugaskan atau acara mendadak
  9. Mengembangkan, membina, menjalin lobi dengan sumber-sumber berita
  10. Mengedit naskah, data, judul, foto para redaktur
  11. Mengarahkan dan mensuvervisi kerja para redaktur dan reporter
  12. Memberikan penilaian secara kualitatif dan kuantitatif kepada redaktur secara periodik.

6. Redaktur

Redaktur (editor) sebuah penerbitan pers biasanya lebih dari satu. Tugas utamanya adalah melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktivitas penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan dimuat atau disiarkan. Di internal redaksi, mereka disebut Redaktur Desk (Desk Editor), Redaktur Bidang, atau Redaktur Halaman karena bertanggung jawab penuh atas isi rubrik tertentu dan editingnya. Seorang redaktur biasanya menangani satu rubrik, misalnya rubrik ekonomi, luar negeri, olahraga, dsb. Karena itu ia dikenal pula dengan sebutan “Jabrik” atau Penanggung Jawab Rubrik.

Berikut ini tugas seorang redaktur secara lebih terinci:

  1. Mengusulkan dan menulis suatu berita dan foto yang akan dimuat untuk edisi mendatang
  2. Berkoordinasi dengan fotografer dan riset foto dalam pengadaan foto untuk  setiap penerbitan
  3. Membuat lembar penugasan atau Term Of Reference (TOR) kepada para reporter dan fotografer
  4. Mengarahkan dan membina reporter dalam mencari berita dan mengejar sumber berita
  5. Memberikan penilaian kepada reporter baik penilaian kualitatif maupun kuantitatif.
  6. Memberikan laporan perkembangan kepada atasannya yaitu Redaktur Pelaksana

7. Koordinator Liputan

Koordinator Liputan memiliki tugas sebagai berikut:

  1. Memantau dan mengagendakan jadwal berbagai acara: seminar, press conference, acara DPR dll
  2. Membuat mekanisme kerja komunikasi antara redaktur dan reporter
  3. Memberikan lembar penugasan kepada reporter/wartawan dan fotografer
  4. Mengadministrasikan tugas-tugas yang diberikan kepada setiap reporter
  5. Memantau tugas-tugas harian para wartawan/reporter
  6. Melakukan komunikasi setiap saat  kepada para redaktur, reporter/wartawan, dan fotografer
  7. Memberikan penilaian kepada reporter/wartawan secara kuantitas maupun kualitas

8. Reporter

Di bawah para editor adalah para reporter. Mereka merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.

Ini adalah jabatan terendah pada bagian redaksi. Tugasnya adalah melakukan reportase (wawancara dan sebagainya ke lapangan). Karena itu, merekalah yang biasanya terjun langsung ke lapangan, menemui nara sumber, dan sebagainya.

Tugas seorang reporter secara lebih terinci adalah sebagai berikut:

  1. Mencari dan mewawancarai  sumber berita yang ditugaskan redaktur atau atasan
  2. Menulis hasil wawancara, investasi, laporan kepada redaktur atau atasannya
  3. Memberikan usulan berita kepada redaktur atau atasannya terhadap suatu informasi yang dianggap penting untuk diterbitkan
  4. Membina dan menjalin lobi dengan sumber-sumber penting di berbagai instansi
  5. Menghadiri acara press conferensi yang ditunjuk redaktur, atasannya, atau atas inisiatif sendiri.

9. Redaktur Bahasa / Korektor Naskah

Seorang Redaktur Bahasa / Korektor Naskah memiliki tugas sebagai berikut:

  1. Memeriksa,mengedit, dan menyempurnakan naskah sesuai dengan penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar
  2. Menyesuaikan naskah yang sudah diedit dalam bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Jurnalistik
  3. Mengubah pengulangan kata-kata  yang sama dalam satu tulisan, sehingga kalimat dalam naskah menjadi bervariasi.
  4. Mengedit penggunaan logika bahasa, alur naskah
  5. Menyeragamkan style penulisan masing-masing redaktur, sehingga gaya penulisan seluruh naskah menjadi  sama
  6. Memeriksa naskah kata per  kata, penggunaan titik, koma, tanda seru,  titik dua.
  7. Mengedit penggunaan kata yang berasal dari bahasa asing,  bahasa daerah, bahasa slank sehingga mudah dimengerti pembaca.

10. Fotografer

Fotografer (wartawan foto atau juru potret) tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis. Ia merupakan mitra kerja yang setaraf dengan wartawan tulisa (reporter).

Jika tugas wartawan tulis menghasilkan karya jurnalistik berupa tulisan berita, opini, atau feature, maka fotografer menghasilkan Foto Jurnalistik (Journalistic Photography, Photographic Communications). Fotografer menyampaikan informasi atau pesan melalui gambar yang ia potret. Fungsi foto jurnalistik antara lain menginformasikan (to inform), meyakinkan (to persuade), dan menghibur (to entertain).

Adapun tugas seorang fotografer secara lebih terinci adalah sebagai berikut:

  1. Menjalankan tugas pemotretan yang diberikan redaktur atau atasannya
  2. Melakukan pemotretan sumber berita, suasana acara, aktivitas suatu objek, lokasi kejadian, gedung, dan benda-benda lain
  3. Mengusulkan konsep desain untuk cover majalah
  4. Menyediakan foto-foto untuk mendukung naskah, artikel, dan berita
  5. Mengarsip foto-foto, filem negatif, atau compact disk bagi kamera digital
  6. Melaporkan setiap kegiatan pemotretan kepada atasan
  7. Mempertanggungjawabkan setiap penggunaan filem negatif, baterai, atau compact disk  yang telah digunakan kepada perusahaan

11. Koresponden

Selain reporter, media massa biasanya juga memiliki Koresponden (correspondent) atau wartawan daerah, yaitu wartawan yang ditempatkan di negara lain atau di kota lain (daerah), di luar wilayah di mana media massanya berpusat.

12. Kontributor

Kontributur atau penyumbang naskah/tulisan secara struktural tidak tercantum dalam struktur organisasi redaksi. Ia terlibat di bagian redaksi secara fungsional. Termasuk kontributor adalah para penulis artikel, kolomnis, dan karikaturis. Para sastrawan juga menjadi kontributor ketika mereka mengirimkan karya sastranya (puisi, cerpen, esai) ke sebuah media massa.

Wartawan Lepas (Freelance Journalist) juga termasuk kontributor. Wartawan Lepas adalah wartawan yang tidak terikat pada media massa tertentu, sehingga bebas mengirimkan berita untuk dimuat di media mana saja, dan menerima honorarium atas tulisannya yang dimuat.

Termasuk kontributor adalah Wartawan Pembantu (Stringer). Ia bekerja untuk sebuah perusahaan pers, namun tidak menjadi karyawan tetap perusahaan tersebut. Ia menerima honorarium atas tulisan yang dikirim atau dimuat.

13. Riset, Pustaka,  dan Dokumentasi

Bagian Riset, Pustaka, dan Dokumentasi memiliki tugas sebagai berikut:

  1. Mencari data-data, artikel, tulisan yang dibutuhkan untuk sebuah penulisan oleh reporter, redaktur, redaktur pelaksana, dan Pemimpin Perusahaan.
  2. Mencari dan menata buku-buku yang berkaitan dengan tugas dan kerja para wartawan
  3. Menata majalah, surat kabar, dan tabloid setiap hari dan menyimpannya dengan baik sesuai aturan
  4. Melakukan kerja sama dengan bagian riset dan dokumentasi perusahaan lainnya seperti barter majalah, koran, tabloid, dan buku.
  5. Mengusulkan suatu berita kepada redaksi bila dalam melaksanaan tugas menemukan data-data atau informasi penting

14. Artistik

Bagian Artistik memiliki tugas sebagai berikut:

  1. Merancang cover atau kulit muka
  2. Membuat dummy atau nomor contoh sebelum produk di cetak dan dijual ke pasa
  3. Mendesain dan melay out setiap halaman dengan naskah, foto, dan angka-angka
  4. Mengatur peruntukan halaman untuk naskah
  5. Menulis judul berita,anak judul,  caption foto, nama penulis pada setiap naskah
  6. Menulis nomor halaman, nama rubrik/desk, nomor volume terbit, hari terbit, dan tanggal terbit pada setiap edisi

15. Pracetak

Bagian Pracetak memiliki tugas sebagai berikut:

  1. Membawa naskah yang sudah disetujui pemimpin redaksi ke percetakan untuk dicetak
  2. Mengawasi proses pencetakan di percetakan
  3. Menerima kondisi produk dalam keadaan baik dari percetakan
  4. Bersama dengan bagian distribusi, segera mengedarkan produk tersebut ke pasar

16. Pemimpin Usaha

Pemimpin Usaha berada dibawah Pemimpin Umum, sejajar dengan Pemimpiin Redaksi. Kalau Pemimpin Redaksi hanya berurusan dengan masalah keredaksian, maka Pemimpin Usaha khusus berurusan dengan masalah komersial.

Pemimpin  Usaha bertugas menyebarluaskan media massa, yakni melakukan pemasaran (marketing) atau penjualan (selling) media massa. Pemimpin Usaha ini membawahi Manajer Keuangan, Manajer Pemasaran, Manajer Sirkulasi / Distribusi, dan Manajer HRD (Human Resource Development).

About these ads

Komentar»

1. kemi saputra - 13 Agustus, 2009

Hebat, lumayan wat pengetahuan.
Mkci ya terus berkarya, semuga bermanfaat.

2. john oriwis maumere flores ntt - 7 Oktober, 2009

terima kasih atas informasinya.

3. niek jones - 29 Oktober, 2009

Mata Kuliah Management Media Massa.. saya nggak lulus, jadinya ngulang. Tahu gini…. ^_^

4. sukoy - 4 November, 2009

Makacie buanyak yOoOo atas inFormasi nya,.,. bwt nAmbah2 bahan laporan PKL Qu,.,.hihihi

5. mil - 18 November, 2009

Informasinya bagus, tapi bagannya kurang rapih

6. prima leoni - 8 Januari, 2010

thanks yawh….

sangat bermanfaat…

menambah ilmu tentang jurnalistik neh…

7. sang pengemis - 16 Februari, 2010

makasih negh nambah wawasan lagi….
semoga nambah ilmu nambah rezeki dan pahala,,, :D

8. widya - 23 April, 2010

thx ya untuk info nya berguna bgt nih…
terus berkarya…

9. anro - 24 April, 2010

thanks yah dah berbagi…ni memudahkan saya tahu tugas saya ..GBU

10. Norma - 11 Mei, 2010

Pak, diforward buat pers di kampus yo…

11. diana - 23 Juli, 2010

makasii yaaa…

12. Literat Hima satrasia - 5 Januari, 2011

makasih pa… sangat membantu

13. aris - 23 Maret, 2011

tanks buat informasinya, ini sangat membantu

14. Pang Budito - 27 Mei, 2011

Posting yg sangat bermanfaat untuk insan pers dan khalayak umum yang menggeluti organisasi media masa. Saya ijin menyalin dan mengedit untuk keperluan tabloid yang sedang kami rintis. Salam persahabatan . .

15. yani - 8 Juni, 2011

saya download bt bahan ajar ya mas

16. Vicky Kurniawan - 17 November, 2011

mantap, sangat membantu sekali , karena penjelasan nya yang detail , namun tetap mudah di menegerti.

17. imamromeli - 21 November, 2011

Makasih info bermanfaat ini.

18. ummu salman - 12 Januari, 2012

trima kasih…

19. uungferi - 17 Januari, 2012

trimakasih infonya bossss,…. salam

andy_m - 26 Januari, 2012

Terima kasih atas informasinya yg sangat saya butuhkan saat ini. Barakallahufikum.

20. adrian10fajri - 7 Juli, 2012

terima kasih.. infonya sangat membantu…

21. valera - 13 Juli, 2012

pak minta refrensi buku-buku dari bidang artistik ada gak?

22. Agam TrueBlue - 10 November, 2012

artikelnya bantu ane bwt jadi lebih tw lebih dalem lagi ttg susunan oraganisasi pers :D soalnya ane dipilih jadi ketua umum majalah sekolah

23. Muhammad Naufal FA - 17 April, 2013

terima kasih banyak, mbah…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: