jump to navigation

Unsur-unsur Intrinsik dalam Prosa 29 Juli, 2009

Posted by abdurrosyid in Hobiku Menulis.
Tags: , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Yang dimaksud unsur-unsur intrinsik dalam sebuah karya sastra adalah unsur-unsur pembangun karya sastra yang dapat ditemukan di dalam teks karya sastra itu sendiri. Untuk karya sastra dalam bentuk prosa, seperi roman, novel, dan cerpen, unsur-unsur intrinsiknya ada tujuh: 1) tema, 2) amanat, 3) tokoh, 4) alur (plot), 5) latar (setting), 6) sudut pandang, dan 7) gaya bahasa.

1. Tema

Gagasan, ide, atau pikiran utama yang mendasari suatu karya sastra disebut tema. Atau gampangnya, tema adalah sesuatu yang menjadi dasar cerita, sesuatu yang menjiwai cerita, atau sesuatu yang menjadi pokok masalah dalam cerita.

Tema merupakan jiwa dari seluruh bagian cerita. Karena itu, tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita. Tema dalam banyak hal bersifat ”mengikat” kehadiran atau ketidakhadiran peristiwa, konflik serta situasi tertentu, termasuk pula berbagai unsur intrinsik yang lain.

Tema ada yang dinyatakan secara eksplisit (disebutkan) dan ada pula yang dinyatakan secara implisit (tanpa disebutkan tetapi dipahami).

Dalam menentukan tema, pengarang dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: minat pribadi, selera pembaca, dan keinginan penerbit atau penguasa.

Dalam sebuah karya sastra, disamping ada tema sentral, seringkali ada pula tema sampingan. Tema sentral adalah tema yang menjadi pusat seluruh rangkaian peristiwa dalam cerita. Adapun tema sampingan adalah tema-tema lain yang mengiringi tema sentral.

2) Amanat

Amanat adalah ajaran moral atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karyanya. Sebagaimana tema, amanat dapat disampaikan secara implisit yaitu dengan cara memberikan ajaran moral atau pesan dalam tingkah laku atau peristiwa yang terjadi pada tokoh menjelang cerita berakhir, dan dapat pula disampaikan secara eksplisit yaitu dengan penyampaian seruan, saran, peringatan, nasehat, anjuran, atau larangan yang berhubungan dengan gagasan utama cerita.

3) Tokoh

Tokoh adalah individu ciptaan/rekaan pengarang yang mengalami peristiwa-peristiwa atau lakuan dalam berbagai peristiwa cerita. Pada umumnya tokoh berwujud manusia, namun dapat pula berwujud binatang atau benda yang diinsankan.

Tokoh dapat dibedakan menjadi dua yaitu tokoh sentral dan tokoh bawahan. Tokoh sentral adalah tokoh yang banyak mengalami peristiwa dalam cerita.
Tokoh sentral dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Tokoh sentral protagonis, yaitu tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilai-nilai positif.
  2. Tokoh sentral antagonis, yaitu tokoh yang membawakan perwatakan yang bertentangan dengan protagonis atau menyampaikan nilai-nilai negatif.

Adapun tokoh bawahan adalah tokoh-tokoh yang mendukung atau membantu tokoh sentral. Tokoh bawahan dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Tokoh andalan. Tokoh andalan adalah tokoh bawahan yang menjadi kepercayaan tokoh sentral (baik protagonis ataupun antagonis).
  2. Tokoh tambahan. Tokoh tambahan adalah tokoh yang sedikit sekali memegang peran dalam peristiwa cerita.
  3. Tokoh lataran. Tokoh lataran adalah tokoh yang menjadi bagian atau berfungsi sebagai latar cerita saja.

Penokohan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh. Ada dua metode penyajian watak tokoh, yaitu:

  1. Metode analitis/langsung/diskursif, yaitu penyajian watak tokoh dengan cara memaparkan watak tokoh secara langsung.
  2. Metode dramatik/tak langsung/ragaan, yaitu penyajian watak tokoh melalui pemikiran, percakapan, dan lakuan tokoh yang disajikan pengarang. Bahkan dapat pula dari penampilan fisiknya serta dari gambaran lingkungan atau tempat tokoh.

Adapun menurut Jakob Sumardjo dan Saini KM, ada lima cara menyajikan watak tokoh, yaitu:

  1. Melalui apa yang diperbuatnya, tindakan-tindakannya, terutama bagaimana ia bersikap dalam situasi kritis.
  2. Melalui ucapana-ucapannya. Dari ucapan kita dapat mengetahui apakah tokoh tersebut orang tua, orang berpendidikan, wanita atau pria, kasar atau halus.
  3. Melalui penggambaran fisik tokoh.
  4. Melalui pikiran-pikirannya
  5. Melalui penerangan langsung

4) Alur (Plot)

Alur adalah urutan atau rangkaian peristiwa dalam cerita. Alur dapat disusun berdasarkan tiga hal, yaitu:

  1. Berdasarkan urutan waktu terjadinya (kronologi). Alur yang demikian disebut alur linear.
  2. Berdasarkan hubungan sebab akibat (kausal). Alur yang demikian disebut alur kausal.
  3. Berdasarkan tema cerita. Alur yang demikian disebut alur tematik. Dalam cerita yang beralur tematik, setiap peristiwa seolah-olah berdiri sendiri. Kalau salah satu episode dihilangkan cerita tersebut masih dapat dipahami.

Adapun struktur alur adalah sebagai berikut:

  1. Bagian awal, terdiri atas: 1) paparan (exposition), 2) rangsangan (inciting moment), dan 3) gawatan (rising action).
  2. Bagian tengah, terdiri atas: 4) tikaian (conflict), 5) rumitan (complication), dan 6) klimaks.
  3. Bagian akhir, terdiri atas: 7) leraian (falling action), dan 8- selesaian (denouement).

Dalam membangun alur, ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan agar alur menjadi dinamis. Faktor-faktor penting tersebut adalah:

  1. Faktor kebolehjadian. Maksudnya, peristiwa-peristiwa cerita sebaiknya tidak selalu realistik tetapi masuk akal.
  2. Faktor kejutan. Maksudnya, peristiwa-peristiwa sebaiknya tidak dapat secara langsung ditebak / dikenali oleh pembaca.
  3. Faktor kebetulan. Yaitu peristiwa-peristiwa tidak diduga terjadi, secara kebetulan terjadi.

Kombinasi atau variasi ketiga faktor tersebutlah yang menyebabkan alur menjadi dinamis.

Adapun hal yang harus dihindari dalam alur adalah lanturan (digresi). Lanturan adalah peristiwa atau episode yang tidak berhubungan dengan inti cerita atau menyimpang dari pokok persoalan yang sedang dihadapi dalam cerita.

5. Latar (setting)

Latar adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, suasana, dan situasi terjadinya peristiwa dalam cerita. Latar dapat dibedakan ke dalam tiga unsur pokok:

a. Latar tempat, mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi.

b. Latar waktu, berhubungan dengan masalah ‘kapan’ terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi.

c. Latar sosial, mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Latar sosial bisa mencakup kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap, serta status sosial.

6. Sudut pandang (point of view)

Sudut pandang adalah cara memandang dan menghadirkan tokoh-tokoh cerita dengan menempatkan dirinya pada posisi tertentu. Dalam hal ini, ada dua macam sudut pandang yang bisa dipakai:

a. Sudut pandang orang pertama (first person point of view)

Dalam pengisahan cerita yang mempergunakan sudut pandang orang pertama, ‘aku’, narator adalah seseorang yang ikut terlibat dalam cerita. Ia adalah si ‘aku’ tokoh yang berkisah, mengisahkan kesadaran dirinya sendiri, mengisahkan peristiwa atau tindakan, yang diketahui, dilihat, didengar, dialami dan dirasakan, serta sikapnya terhadap orang (tokoh) lain kepada pembaca. Jadi, pembaca hanya dapat melihat dan merasakan secara terbatas seperti yang dilihat dan dirasakan tokoh si ‘aku’ tersebut.

Sudut pandang orang pertama masih bisa dibedakan menjadi dua:

  1. ‘Aku’ tokoh utama. Dalam sudut pandang teknik ini, si ‘aku’ mengisahkan berbagai peristiwa dan tingkah laku yang dialaminya, baik yang bersifat batiniyah, dalam diri sendiri, maupun fisik, dan hubungannya dengan sesuatu yang di luar dirinya. Si ‘aku’ menjadi fokus pusat kesadaran, pusat cerita. Segala sesuatu yang di luar diri si ‘aku’, peristiwa, tindakan, dan orang, diceritakan hanya jika berhubungan dengan dirinya, di samping memiliki kebebasan untuk memilih masalah-masalah yang akan diceritakan. Dalam cerita yang demikian, si ‘aku’ menjadi tokoh utama (first person central).
  2. ‘Aku’ tokoh tambahan. Dalam sudut pandang ini, tokoh ‘aku’ muncul bukan sebagai tokoh utama, melainkan sebagai tokoh tambahan (first pesonal peripheral). Tokoh ‘aku’ hadir untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan itu kemudian ”dibiarkan” untuk mengisahkan sendiri berbagai pengalamannya. Tokoh cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang kemudian menjadi tokoh utama, sebab dialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, tindakan, dan berhubungan dengan tokoh-tokoh lain. Setelah cerita tokoh utama habis, si ‘aku’ tambahan tampil kembali, dan dialah kini yang berkisah. Dengan demikian si ‘aku’ hanya tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya cerita yang ditokohi oleh orang lain. Si ‘aku’ pada umumnya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita.

b. Sudut pandang orang ketiga (third person point of view)

Dalam cerita yang menpergunakan sudut pandang orang ketiga, ‘dia’, narator adalah seorang yang berada di luar cerita, yang menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama, atau kata gantinya: ia, dia, mereka. Nama-nama tokoh cerita, khususnya yang utama, kerap atau terus menerus disebut, dan sebagai variasi dipergunakan kata ganti.

Sudut pandang ‘dia’ dapat dibedakan ke dalam dua golongan berdasarkan tingkat kebebasan dan keterikatan pengarang terhadap bahan ceritanya:

  1. ‘Dia’ mahatahu. Dalam sudut pandang ini, narator dapat menceritakan apa saja hal-hal yang menyangkut tokoh ‘dia’ tersebut. Narator mengetahui segalanya, ia bersifat mahatahu (omniscient). Ia mengetahui berbagai hal tentang tokoh, peristiwa, dan tindakan, termasuk motivasi yang melatarbelakanginya. Ia bebas bergerak dan menceritakan apa saja dalam lingkup waktu dan tempat cerita, berpindah-pindah dari tokoh ‘dia’ yang satu ke ‘dia’ yang lain, menceritakan atau sebaliknya ”menyembunyikan” ucapan dan tindakan tokoh, bahkan juga yang hanya berupa pikiran, perasaan, pandangan, dan motivasi tokoh secara jelas, seperti halnya ucapan dan tindakan nyata.
  2. ‘Dia’ terbatas (‘dia’ sebagai pengamat). Dalam sudut pandang ini, pengarang mempergunakan orang ketiga sebagai pencerita yang terbatas hak berceritanya, terbatas pengetahuannya (hanya menceritakan apa yang dilihatnya saja).

7. Gaya bahasa

Gaya bahasa adalah teknik pengolahan bahasa oleh pengarang dalam upaya menghasilkan karya sastra yang hidup dan indah. Pengolahan bahasa harus didukung oleh diksi (pemilihan kata) yang tepat. Namun, diksi bukanlah satu-satunya hal yang membentuk gaya bahasa.

Gaya bahasa merupakan cara pengungkapan yang khas bagi setiap pengarang. Gaya seorang pengarang tidak akan sama apabila dibandingkan dengan gaya pengarang lainnya, karena pengarang tertentu selalu menyajikan hal-hal yang berhubungan erat dengan selera pribadinya dan kepekaannya terhadap segala sesuatu yang ada di sekitamya.

Gaya bahasa dapat menciptakan suasana yang berbeda-beda: berterus terang, satiris, simpatik, menjengkelkan, emosional, dan sebagainya. Bahasa dapat menciptakan suasana yang tepat bagi adegan seram, adegan cinta, adegan peperangan dan lain-lain.

About these ads

Komentar»

1. sina - 7 Agustus, 2009

Terima kasih, punya anda sesuai kurikulum KTSP.

2. Vita - 19 Agustus, 2009

Jelas bgt pemaparannya… jadi bahan gw bwt ngjar.. thx yc

3. DuaBunga - 1 September, 2009

Tambahan referensi buatku ttg unsur2 intrinsik. Makasih ya..

4. ahmadabdulhaq - 7 September, 2009

PR anak saya terjawab. Makasih :)

5. iekaa.. - 11 September, 2009

thankz bwt bantuannya yua..

6. irma - 27 September, 2009

thankz banget atas informasinya
aq jadi gak sulit bikin pr
soalnya di suruh bikin cerpen dan menemukan unsur intrinsik nya

thank’z for all
i like it …….

7. Zainul is my name - 1 Oktober, 2009

bagus…..
bagus…..

cari ilmu yg tinggi dan jadikanlah diri anda menjadi orang yg berguna

MAJU TERUS, TAK KENAL MUNDUR

8. tasia - 2 Oktober, 2009

thx

9. resa - 15 Oktober, 2009

tolong kasih tau contoh konkret sudut pandang pak. biar lebih jelas. thnx

10. SorGa's - 15 Oktober, 2009

that’s good..
it very helps my task…
thanks a lot…….

11. chemical - 20 Oktober, 2009

tank’s 4 your blog….
tugas den salasai juo….

12. DEFRY - 21 Oktober, 2009

MAKASIH BOSSSSS

13. ita - 25 Oktober, 2009

thanx 4 u

14. lia - 26 Oktober, 2009

thankz yah dah kasih tau.
hm btw klo pengertian latar suasana itu ap?

15. Regina - 29 Oktober, 2009

thank’s jelas banget ^_^

16. pinandito - 29 Oktober, 2009

pr saya terselesaikan , terimakasih

17. My NAME JOHANSYAH - 16 November, 2009

Mkc ts info ny.gue jd enak maem krn tgas ud klar.

18. afiera - 13 Desember, 2009

thank banget ya ………………….!!!

19. UCi h - 21 Desember, 2009

ya bgus

20. Dudung - 4 Januari, 2010

Kalau mau menentukan intrinsik dan ekstrinsik pada novel,itu bagaimana?

21. nophie - 20 Januari, 2010

makasih ya atas infonya, aq jadi bisa nyelesaiin tugas bahasa aq,,thanxs bgt lohhh

22. andy - 25 Januari, 2010

suwon nggeh ,arsip niki nulung kulo

23. BOI - 26 Januari, 2010

terima kasih atas isi dari artikelnya jadi bisa membantu saya buat bahan mengajar.

24. njela - 30 Januari, 2010

makathie y guys

25. Asnawi - 4 Februari, 2010

Makasih unsur instrinsiknya saya unduh, untuk perbandingan.

26. sos_de_lc - 10 Februari, 2010

thx ya… ini buat referensi saya buat karya tulis

27. rahma - 4 Maret, 2010

makasih, ga usah nyari kemane-mane! trus berkarya ya!

28. baety - 4 Maret, 2010

thx ya,,, lumayan bwt bhan presentasi..

29. xiao di - 24 Maret, 2010

terima kasih saya jadi punya bahan untuk membuat makalah kuliah saya

30. inal d jeagerjaques - 6 April, 2010

makasih banyak y, jadi gk prlu susah” mikir….

31. liA ce'zag - 18 April, 2010

.,thanx’s bgt au jdhi guax sush crhi tugas……….

32. saski - 28 Juli, 2010

makasi infonya !

33. Kendall jenner - 30 Juli, 2010

This info is sooooooo useful. Thank you. Kendalj

34. fandhy - 4 Agustus, 2010

klo bisa, lebih diperjelas lagi yach dengan contohnya….

35. Ima - 22 Agustus, 2010

kalau unsur ekstrinsik prosa apa yach ???
aku udh bingung cari kesana.kemari, tp g dpet . .

36. Amii_ - 29 September, 2010

iya betul juga tuch,,
unsur ekstrinsik pada prosa pa ?

thx banget yach..
kami yg buka blog kamu bisa mendapat ilmu pengetahuan, dan terjawab soal latihan saya.

37. wulan - 3 Oktober, 2010

weel.its good for me to finish my skript. tks alot for this article

38. leniqeede - 11 Oktober, 2010

makasih infonya.

tapi ada yang kurang, kalo unsur ekstrinsik prosa fiksinya apa aja yah?
tugas sekolah nih -.-

sekali lagi thanks a lot yak, jadi terbantu :D

39. sigit - 1 November, 2010

matur nuwun

sri - 10 Desember, 2011

avh matur nuwun

40. Jasmine Heureux - 3 November, 2010

Sblmnya terima kasih atas pemaparannya.
Tp klo blh minta tlg, sy ingin pemaparannya ditambah dg penjelasan ttg nilai-nilai dlm suatu novel.
Sy sngt membutuhkannya krn skripsi sy menganalisis ttg nilai yg trdpt dlm novel … …
TERIMA KASIH……….

41. Rova - 25 November, 2010

Aduh,Tx buangat akhirnya karena ada unsur instrinsik nya,tugas bahasa ku selesai secara cepat.
Makasih ya… :-D

42. uca - 30 November, 2010

terimakasi…. bahan buat ulangan bsk ni. hehehe…. :)

43. alhairat - 26 Desember, 2010

good,,,aku contek yah mas,,

44. blade - 2 Januari, 2011

makasih byk

45. arnida arifuddin - 5 Januari, 2011

aku suka banget pemaparannya….
jelas, berisa dan singkat….
jadi aku punya bahan buat kerja tugas
kampus dan bahan ajar lagi dech……

46. Grace - 7 Januari, 2011

thx ya, kartul saya terbantu :)

47. Rezti Anggraini - 26 Januari, 2011

Lengkap banget & jelas pemaparannya…
Jd tugasq bwt d sekolah udah ngerasa lengkap..
Thx..

48. kawtom zero - 10 Februari, 2011

makasih Bung ! ^_^

49. fajar - 27 Februari, 2011

thanks ya

50. alice - 6 Maret, 2011

mau tanya apa bedanya antara sudut pandang orang ketiga pelaku utama denga orang ketiga serba tahu. soalnya dalam soal uan itu ada soal sudut pandang org ketiga pelaku utama, sudut pandang org ketiga pelaku sampingan dan sudut pandang orang ketiga serba tahu??? tolong dijelaskan ke email saya.

51. Seri - 5 April, 2011

thx banget buat infonya keren dan lengkap pula :) HIHIHIHIHIHI

52. muhamad nasir - 8 April, 2011

trims atas infonya semoga beranfaat.

53. tugino thok - 2 Mei, 2011

Posting yang keren and sipp.

54. yuli - 14 Mei, 2011

thanks……….
]semuanya sesuai dgn pr qu

55. fajar - 1 Juni, 2011

akhhirnya tugas ku selesai juga

56. siti chayang hariz selalu setia - 26 Juli, 2011

saya sudah bisa menanggapi apa yang anda beritahukan lewat blog ini terima kasih………………,,,,,,,,,,

57. Geby - 12 September, 2011

yes!! akhitnya dapet buat bahan ulangan dan PR!! Tks yaa :)

58. Depri - 16 September, 2011

Mksih BGT, yyyYyy.
. Alhamdulillah bza uga ngerjain Pr BHS indonesia

59. Ney - 24 Oktober, 2011

Hemm merasa sdikit tertolong! Thans for your information.

60. sisi - 31 Oktober, 2011

thanks infonya

61. Thata Silviia - 14 November, 2011

Alhamdulilah yah utdaaa bisaa dapett informasinaa
#Sesuatuk bangetth ^^ :D

62. fadhila utami - 22 November, 2011

akhirnya pr nya selesai jugha

63. GeGe - 30 November, 2011

makasih buat infonya
jadi ngebantu saya yang lagi ulum ^^

64. ferdi - 30 Desember, 2011

thanks infonya, . .^_^

65. yussak - 31 Januari, 2012

terima kasih karena telah menambah pengetahuan saya tentang unsur intrinsik. berguna untuk saya mengajar.

66. Intan Wahyu Nugrahaeni - 25 Februari, 2012

wawawa..

keren.. membantu banget ug buat belajar gue .. ;)

67. wullan - 23 Maret, 2012

makasih ya.
sangaaat bermanfaat.

68. ayu - 8 April, 2012

maaf ya,,aku copy

69. markus - 15 April, 2012

thanks ya bro.. suksess..

70. dodoy - 15 Mei, 2012

g pp kan di copy

makih banyak yah. . .!!!

71. nia - 15 Mei, 2012

makasih yaa. lengkap banget :D

72. Rio - 16 Mei, 2012

Lengkap banget. Good (y)

73. ati - 22 Mei, 2012

makasih ya

74. bimo tri - 3 Juni, 2012

wah sangat membantu

75. refa haratama - 25 Agustus, 2012

bikin presentasi kelar.. :)

76. Wideka Ardhiguna - 6 September, 2012

Thanks ya

77. Dhizz Iz - 9 September, 2012

terimakasih,
sangat membantu buat ngerjain tugas sekolah nih :)

78. Rillo - 16 September, 2012

Sebenarnya sudah sangat jelas,tapi alangkah jelasnya jika Gaya Bahasa (majas) itu dijabarkan lagi,, kan majas ada banyak seperti Majas Hiperbola,Personifikasi,Metafora dll. ,

79. alfik - 28 September, 2012

terima kasih berkat anda PR saya sudah selesai :)

thank you :)
for your information :)

80. silvera sinanty - 30 September, 2012

makasih atas bantuan ny

81. raafi - 7 Oktober, 2012

klo intrinsik itu apa ya??

82. nadya ajhaaaaaa... - 11 Oktober, 2012

cukup konkret …

83. Jonathan Panjaitan - 16 Oktober, 2012

trima kasih buat semuanya GBU…

84. siti c cewe bandung cimahi dan cinta iqbaale cjr - 21 Februari, 2013

hufttt makasih,, jelas banget

85. Inasatira..mri2good - 4 Maret, 2013

Makasi buanyak yeaa

86. Abi 12 - 28 April, 2013

Akhirnya…. Selesai juga pr saya… XD

87. Contoh Essay Kritik Sastra | narayuuki - 4 Mei, 2013
88. Dede - 3 Juni, 2013

hatur nuhun……Uji Kompetensi Guru terbantu, belajar sebelum berjuang

89. danang jayawardhana - 24 Juli, 2013

,terimakasih atas infonya dgn itu saya dan kelompok belajar saya lebih mudah menjawab soal yg diberikan oleh guru bahasa indonesia, sem0ga lebih bermanfaat lg. utk admin kami do’akan sehat selalu dan diberi umur yg panjan dan bermanfaan, serta rizki yg halal dan banyak.

90. adelia fernanda - 23 Oktober, 2013

hha….aq buka ini, cma buat nyocokin sm flm romeo and juliet, tpi aq sng bgt, soal nya aq dpat mngerti..klau ada bhs indonsia

91. anaesthasia patricia - 1 Maret, 2014

makasih ya, kisi2 ulangan saya lebih komplit daripada sebelumnya

92. YanS - 2 Maret, 2014

Makasih pemaparannya.. Bisa membantu dlm membimbing putra saya utk persiapan menghadapi UN..

93. Winda - 3 Juni, 2014

I Like This !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: