jump to navigation

Berenang Gaya Kupu-kupu 19 Oktober, 2008

Posted by abdurrosyid in Olahraga dan Kesehatan.
Tags: , , , , ,
trackback

Mampu berenang gaya kupu-kupu (butterfly) adalah prestise bagi seorang perenang. Betapa tidak, gaya kupu-kupu konon memang gaya yang paling susah dipelajari. Namun jika sudah dikuasai, pasti memberikan kebanggaan tersendiri. Setiap kita pasti suka melihat gaya ini diperagakan. Sangat indah kelihatannya. Jika dilihat dari atas, sang perenang terlihat terbang dengan kedua sayapnya (baca: tangannya) diatas permukaan air. Sementara jika dilihat dari bawah, sang perenang terlihat terbang meluncur seperti seekor rajawali atau seperti seorang penerjun parasut.

Seberapapun sulit gaya kupu-kupu, saya yakin jika terus dilatih pasti akan bisa dikuasai dengan sempurna. Beberapa yang sudah master menceritakan pengalamannya, bahwa penguasaan terhadap gaya ini tidak bisa dilakukan seperti membalik telapak tangan. Butuh proses dan tahapan-tahapan. Awalnya mungkin masih terasa berat dan melelahkan (dan ini diakui oleh hampir semua orang, namun gaya ini katanya bisa sangat mengasyikkan dan sangat cepat jika sudah dikuasai dengan sempurna). Mungkin pertama-tama baru bisa sejauh 15 meter atau 25 meter dan tekniknya belum begitu sempurna. Namun dengan terus berlatih dan berlatih, membetulkan dan menyempurnakan teknik serta menguatkan ketahanan, saya yakin lama kelamaan kita akan bisa menguasainya dengan baik.

Dari hasil penelusuran saya tentang teori renang gaya kupu-kupu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

1) Gerakan kaki yang dipakai adalah dolphin kick (gerakan kaki lumba-lumba). Kedua kaki dirapatkan dan mengayun bersama-sama. Ingat, lutut jangan ditekuk (maksudnya: jangan ditekuk terlalu banyak) karena jika ditekuk akan membuat badan bagian bawah kita tenggelam.

2) Gerakan tangan kita dibawah air adalah tarik (pull) dan langsung dilanjutkan dengan dorong (push). Kedua gerakan ini hendaknya membentuk lekuk lubang kunci. Gerakan tarik membentuk setengah lingkaran (keluar lalu kedalam), dan langsung dilanjutkan dengan gerakan dorong sampai pinggang atau pangkal paha kita. Tujuan dari membentuk lekuk lubang kunci adalah untuk memperbesar gaya dorong ke depan, karena air yang kita kayuh akan selalu volume air yang baru (yang masih diam).

Gerakan dorong harus dilakukan dengan sangat cepat (accelerated), dengan arah lurus ke belakang. Sesudah itu tidak usah ada hentian, namun langsung berlanjut ke gerakan recovery (yakni gerakan tangan diatas air). Ini yang akan membuat tubuh bagian atas kita terangkat keatas. Jika tangan kita berhenti pada akhir gerakan dorong, maka tubuh bagian atas kita akan keburu tenggelam, sehingga kita akan sulit dan berat dalam melakukan gerakan recovery. Jadi, gerakan dorong dan gerakan recovery adalah satu kesatuan. Tidak usah ada hentian diantara keduanya.

3) Gerakan tangan kita diatas air disebut sebagai recovery. Lakukanlah recovery dengan mengeluarkan energi sekecil mungkin, sehingga akan benar-benar menjadi recovery bagi kita. Sebab, sesudah itu tugas berat sudah menunggu kedua tangan kita: mengayuh di bawah air. Kebanyakan pemula, termasuk saya sekarang ini, sepertinya melakukan recovery dengan energi yang sangat besar. Padahal semestinya recovery bisa dilakukan dengan santai. Caranya, maksimalkan akselerasi pada akhir gerakan dorong tangan Anda, sehingga sisa momentumnya cukup untuk melakukan gerakan recovery.

Gerakan tangan saat recovery adalah jempol dibawah dan kelingking diatas. Telapak tangan menghadap ke arah luar, bukan menghadap ke arah bawah. Pertahankan ini sampai kedua tangan masuk kembali kedalam air. Jarak antar kedua tangan waktu masuk ke air adalah selebar bahu. Begitu kedua tangan masuk kedalam air, nikmatilah terbang melayang dengan langsung menggerakkan kedua tangan ke arah luar (fase awal dari gerakan membentuk lekuk lubang kunci).

4) Pinggul harus ikut bergerak naik dan turun. Sehingga gerakan lumba-lumba tidak hanya dilakukan oleh kaki, namun oleh seluruh badan. Tangan, tubuh bagian atas, pinggul, dan kaki: semuanya harus harmonis dan ritmis dalam melakukan gerakan bergelombang. Sesudah kedua tangan masuk kedalam air, angkat pinggul sampai menyembul ke permukaan air. Sesudah itu diikuti dengan tendangan kaki.

5) Ketika kedua tangan masuk ke dalam air, jangan sampai kepala dan tubuh bagian atas kita tenggelam ke bawah terlalu dalam. Caranya, tahanlah gaya jatuh yang terjadi dengan kedua tangan kita.

6) Terangkatnya tubuh bagian atas kita keatas air tidak usah terlalu tinggi, cukuplah sebatas dagu kita berada persis diatas permukaan air dimana ketika itu kita mengambil nafas. Sebab jika kita naik terlalu tinggi, kecepatan kita ke arah depan akan berkurang. Ingat, gaya kupu-kupu bukan gaya dada.

7) Pada setiap siklus terdapat dua kali tendangan. Tendangan pertama dilakukan pada saat kedua tangan masuk kedalam air. Tendangan kedua, yang dilakukan dengan lebih kuat, dilakukan di tengah-tengah gerakan kayuhan tangan. Tendangan kedua inilah yang akan mempermudah kedua tangan kita dalam melakukan recovery. Jika kita dalam satu siklus hanya menendang satu kali, sudah pasti kita akan lebih sulit dalam melakukan gerakan tangan recovery.

8- Ketika didalam air, hadapkan wajah ke bawah. Dekatkan dagu ke dada Anda. Ini akan membantu tubuh Anda bisa streamline. Anda baru perlu menghadap ke depan ketika mengambil nafas.

9) Anda hanya punya sedikit waktu untuk menghirup udara. Yakni pada saat tubuh Anda naik lalu Anda mendongakkan kepala ke arah depan. Jangan melakukannya terlalu lama, karena bisa mengganggu kesempurnaan gerakan recovery. Anda tidak harus bernafas pada setiap siklus. Pada saat Anda tidak ingin bernafas, tetaplah menghadapkan wajah Anda ke arah bawah. Tidak usah mendongakkan kepala keatas permukaan air. Namun soal bernafas ini preferensi tiap orang. Terserah orangnya, mana yang sekiranya lebih nyaman buat dia. Michael Phelps contohnya, malah mengambil udara setiap siklus, dan dia tetap yang tercepat. Jadi, bagaimana Anda bernafas, sangat tergantung pada Anda sendiri.

Dari sembilan poin ini, yang ingin saya tegaskan lagi adalah penyebab sulitnya melakukan recovery.

Penyebab pertama, tendangan hanya dilakukan satu kali per siklus. Mestinya dilakukan dua kali per siklus, dengan tendangan yang lebih kuat pada saat tangan sedang mengayuh dibawah air.

Penyebab kedua, terdapat jeda atau hentian di akhir gerakan kayuhan tangan. Semestinya gerakan kayuhan menyatu dengan gerakan recovery. Bahkan, hendaknya akselerasi dimaksimalkan pada akhir gerakan kayuhan, biar sisa momentumnya bisa dipakai untuk gerakan recovery.

Penyebab ketiga, mengambil udara dilakukan terlalu lama.

Dan agar gaya kupu-kupu kita lebih cepat, usahakan tubuh kita selalu steamline. Artinya, amplitudo tubuh kita jangan terlalu jauh dari permukaan air. Dan untuk itu, perhatikan beberapa hal berikut.

Pertama, jangan naik terlalu tinggi ketika bernafas.

Kedua, sewaktu kedua tangan masuk kedalam air, tubuh bagian atas jangan tenggelam terlalu dalam. Tahanlah dengan kedua tangan.

Ketiga, tubuh bagian bawah jangan terlalu tenggelam. Caranya: jangan tekuk lutut ketika melakukan gerakan kaki, dan hadapkan wajah ke bawah (dagu mendekat ke dada) kecuali ketika mengambil nafas.

Akhirnya, untuk belajar renang gaya kupu-kupu, lakukan dulu perlahan-lahan. Fokuslah pada ketepatan tekniknya terlebih dahulu. Demikian juga pastikan ritme Anda sudah konsisten. Kalau itu sudah, silakan Anda perlahan-lahan menambah kecepatan, sesuai dengan bertambahnya kesempurnaan teknik dan juga ketahanan (stamina) Anda.

Selamat mencoba, dan semoga sukses.

About these ads

Komentar»

1. Mohdbazli - 21 Oktober, 2008

Abdurrosyid, saya dapati web ini sangat berinformasi (tentang renang). Kebetulan saya mempunyai minat yang sama (berenang).
Segala informasi yang terdapat di sini boleh saya jadikan panduan dalam mengendalikan kelas renang.

2. Chifrul - 21 Oktober, 2008

Jazakallah informasi antum, akhi. Baru tahu nih kalo Mas Rosyid nggak cuma hobi sepak bola aja. Renang pun oke. Hehehe..
Ohy, bagaimana kabar Mas Rosyid sekarang?

3. abdurrosyid - 22 Oktober, 2008

Untuk Mohdbazli:
Silakan segala informasi yang ada dalam blog ini dimanfaatkan. Saya senang apa yang saya tulis bermanfaat bagi orang lain. Semoga menjadi amal shalih.
Oh ya, kalau disalin ulang, mohon alamat blog ini bisa turut dicantumkan.

Untuk Chifrul:
Jaya di darat dan jaya di air. Alhamdulillah, saya baik-baik saja. Semoga antum juga demikian.

4. bryant - 27 November, 2008

nyoba praktik ah..

moga aq bisa…

kan gaya kupu2 paling macho klo dilihat…

5. Roland_Sc - 26 Desember, 2008

Pak Rosyid
Mau tanya nih … saya sudah bertahun2 coba gaya ini belum bisa2 juga .. sudah lihat video2nya .. baru 2 bln lalu saya rasa ada perubahan. saya coba2 dolphin kick tanpa kayuhan tangan sampai lancar .. tetapi saya masih kesulitan pakai kayuhan kupu2 di tangan dengan tetap ikut irama dolphin kick. Sementara saya pakai bantuan dorongan kaki dgn gaya katak spy bisa ngangkat kepala kepermukaan. Iramanya satu kali kepala ngangkat kepermukaan satu kali turun Anehnya dengan cara ini saya bisa nyampe 50m. Tapai saya belum puas, mau pakai cara yg benar.
Mohon petunjuknya apa cara ini benar

6. ismiy_hadi - 11 Januari, 2009

mas…mas…mas…
patut dicoba nih teori
sudah lama sakit hati karena iri bila melihat orang lain renang dengan gaya kupu-kupu yang menawan ini.
thx ya mas

7. awel - 20 Januari, 2009

makasih atas informasinya, sangat membantu saya dalam belajar renang…

8. kintan - 21 Mei, 2009

Gaya kupu-kupu emang dahsyat, bikin cape. Menurutku gaya ini yang paling berat!!!!!!

9. kuswandi - 4 Agustus, 2009

Saya sudah bisa gaya kupu-kupu, hanya nafasnya lebih berat dari gaya yang lain, bagainmana menyiasati cara nafasnya.

10. Yuwan - 11 Agustus, 2009

Ilmu yg sangat brmanfaat,smg nmbh pahalanya dan smg sy bisa,..Ni gaya bnr2 susah,.

11. zulfikar - 14 September, 2009

Saya mau belajar gaya kupu-kupu.,.,.,.,., saya belajar dari teman saya, teman saya itu klo per siklus 1 tendangan dolphin kick, tapi dia koq bisa. yang betul kan 2 kali tendangan per siklus. trus tahap2nya belajar gaya kupu2 gimana????? trimakasih

Yeri - 15 Oktober, 2009

sya juga ingin tau berenang gaya kupu-kupu itu seperti apa sih

alex - 5 April, 2010

Ada 1 perenang top dunia bernama Lazlo Cseh dari Hongaria yang hanya menggunakan satu tendangan (dolphin kick), yaitu saat tangan masuk ke dalam air. Tapi kebanyakan, termasuk Michael Phelps dan Milorad Cavic menggunakan dua kali tendangan.

12. Yeri - 15 Oktober, 2009

Dulu saya tidak kuat nafasnya sekarang sudah kuat nafasnya

13. riel_va - 15 November, 2009

slM pemula…

mas mas..
say g bisa22 bljar bgini..
kayak kupu0kupu iank ditembk aj..
ngencot-ngencot dlM air…

dari stast pun udah g ngerti..
teory udah lumayan Tw…
tOLONg jelskan teori latihan ..langkah demi langkah nya
T_Q

14. bpo - 10 Januari, 2010

udah d praktekan memang susah
tapi qt harus yakin dengan belajar pasti bisa
Ayo…. kamu bisa……

15. e_alfiyah - 28 Januari, 2010

dah saya baca artikel ini berulang ulang dan dah coba saya praktekkan, tapi kok tetep saja sulit sekali, terutama pas bagian mengambil nafas. Apa benar ketika kepala mendongak untuk mengambil nafas saat itulah tangan mengayun ke atas ??, trus caranya gimana agar itu bisa dilakukan dengan benar karena kok berat banget?.
Terima kasih, saya tungguh petunjuknya lho…

16. Pakaribo - 2 Februari, 2010

Terima kasih infonya, bagi2 ilmu. Semoga jd bermanfaat yha mas.

17. Rose celine - 13 Maret, 2010

ini sangat membantu nilai saya !
terimakasih!

18. alex - 5 April, 2010

Mohon penjelasan mengenai timing atau koordinasi second kick (tendangan kedua) dengan mengangkat badan pada fasa ini (tangan keluar dari air). Selama ini, setelah masuk ke air, saya melakukan second kick justru untuk membantu mengangkat badan (tentunya di tengah2 kayuhan tangan). Akibatnya, justu main kick (tendangan utama) saat masuk air jadi sukar dilakukan, karena posisi pinggul dan kaki tidak tepat. Saya perhatikan pada video2 perenang2 top, second kick dilakukan setelah badan terangkat sedikit ke permukaan air; saat badan mulai terangkat, tangan belum keluar dari air, posisi tungkai menekuk; kemudian saat tangan akan keluar, baru second kick dilakukan. Tapi, saya lihat atlit lokal muda yang baru2 ini dapat medali perak di kejuaraan KU se Sumatera, timing second kicknya juga seperti saya. Namun demikian saya tetap ingin sesuai dengan teknik perenang2 top itu. Saya menyadari juga, mungkin setelah tangan masuk ke dalam air, kepada dan badan atas terlalu kedalam air.

19. Ichal - 30 April, 2011

Mohon penjelasanx tentang gaya dada!

20. Faizin - 29 November, 2011

Saya lagi praktekkan pelajaran Mas Abdurrosyid. Awalnya memang sangat sulit. Lama-lama semakin dapat selahnya.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: